vila sawo kecik kota batu

Dari Vila Sawo Kecik ke Kontena Hotel, Misteri Sisir Nutrishe yang Hilang

Beberapa staycation terakhir saya isi dengan berpindah-pindah tempat menginap. Jadi 2 malam saja tapi merasakan vibes yang berbeda. Kali ini short escapenya ke Vila Sawo Kecik yang vibesnya Korea banget, lalu pindah ke Kontena Hotel yang Jepang tipis-tipis. Saat pindahan, sisir saya hilang secara misterius. Cerita seru-seru sedap ini melengkapi cerita horor di Amaranta Prambanan Hotel. Aaah, juga ada sedikit seram dari Santika Premiere Malang.

Baca Juga Reviewnya:

Dari Khayangan Resort Yogyakarta ke Westlake Resort Yogyakarta

Dari Ubu Villa Donolayan Yogyakarta ke Amaranta Prambanan Hotel

Dari Ascent Premiere Hotel and Convention ke Santika Premiere Malang

Review Vila Sawo Kecik, Berasa Rekonstruksi Reality Show 3 Meals a Day ala Korea

Memilih vila ini akibat kakak tiba-tiba ngajak nginep Batu yuk. Padahal sendirinya sedang cari-cari di Agoda, di Booking, dan mengintip Traveloka Flash Sale yang diskonnya nggak kaleng-kaleng untuk long weekend di awal Maret 2022 ini. Tadinya dia mengajak ke Vila Mulyono yang klasik cantik bener tapi hanya 2 kamar, which is lalu saya nggak dapet kamar lagi dong?

Bergerilya kembali jarinya tapi pindah nggak nyari hotel, cari vila 3 kamar dengan kolam renang di Batu. Vila Sawo Kecik melintas dengan Flamingo floating di kolam renangnya yang geda. Diintip dan ditanya harga vila murah di Batu, waaah affordable juga untuk harga long weekend.

Harga Sewa Vila Sawo Kecik Batu

Dalam bayangan saya, long weekend libur dari Senin ditambah Kamis dalam 1 minggu, harga-harga penginapan bakal melambung tinggi. Eh nggak dong, ownernya dengan ramah membalas dan menginfokan harga normalnya.

Saat weekday harganya 2,2juta, dan weekend 3,2juta. Very affordable dengan private poolnya. Hitung saja per kamar jadi 700ribuan. Memper lah dengan harga kamar hotel tapi nggak bisa cemplang-cemplung kolam kapan saja kan?

Lokasi Vila di Lembah Metro, Kawasan dengan Vibes Korea

Masuk gang Metro ini saya agak dejavu. Kayak pernah lewat tapi nggak tau kapan. Jalannya cukup lengang lalu diarahkan google maps masuk gang. Makjegagik papasan sama L-300 bawa sayur di jalan yang sempit dan menurun. Belum itu belum, lalu dibelokkan kembali ke gang yang hanya cukup 1 mobil dan membikin ragu, beneran nih vilanya di sini?

Vila Sawo Kecik berada di lembah perkebunan sayur Sumberejo. Terdiri dari 2 rumah kembar identik cuma beda fasilitasnya aja, ada Vila Daun dan Vila Akar. Kalau butuh kamar lebih banyak, tinggal pesan 2 vilanya sekalian. Bersahaja, nggak mencolok nggak magrong-magrong dari depan, ya kayak bobok pindah rumah aja.

Fasilitas Vila Sawo Kecik Daun dan Akar

Kembar identik cuma tinggal dikopas mirroring aja. Dari pintu masuk sampai kolamnya. Kamar utama di bawah dengan queen bed dan kamar mandi dalam. Di lantai yang sama ada ruang makan, ruang keluarga, dapur di bawah tangga, dan pemandangan langsung ke kolam renang. Asli, cakep. Saya meeting di teras menghadap kolam sambil menunggu anak-anak berenang. Mevvah.

Yang membedakan Akar dan Daun hanya isi teras belakang itu saja kok. Daun ada treadmill-nya, Akar ada bale-bale untuk tidurannya. Mbak saya langsung ngecim yang ada treadmill daripada rebahan terus selama staycation.

Lantai atasnya diisi dengan 2 kamar, yang 1 ada 3 tempat tidur, satunya lagi memakai queen bed. Oya, setiap vila sudah disediakan 2 extra bed yang nggak kalah empuk, serta day bed di lantai 2. Sofa-sofa empuknya juga enak banget misal pergi beramaian. Tapi nggak boleh lebih dari 12 orang per vila ya.

Isi dapurnya lengkap! Dari panci, wajan, piring sendok garpu, disediakan tabung gas spare juga, serta kompor portable untuk ngegrill. Di halaman belakang yang dekat kolam ikan juga disediakan grill untuk bbq malam-malam.

Ngapain Aja di Vila Sawo Kecik?

@neng_biker

Dampak Siklon Tropis Anika

? Fortune Cookie in Love – Fortune Cookie Yang Mencinta – JKT48

Aslinya sih ya pengen hohohihe di tengah malam yang dingin karena kebetulan malam itu kena badai siklon Anike yang lagi mau pulang ke Australia. Anginnya kenceng banget dan hujan deras datang pergi. Flamingo di kolam bahkan jalan-jalan berputar-putar mencari teman di tengah malam karena dihempaskan tiupan angin.

Tapi kedua bocah itu bagaikan memakai sumber energi aki portabel yang nggak habis-habis meski uda cemplang-cemplung kolam 3 x sesorean. Naik turun tangga. Juga bermain bareng pakde dan budenya. Tidurnya malem, bangunnya pagi subuh. Jadilah kita menjelajah lingkungan sekitar vila.

Kanannya kebun selada keriting, sebelahnya lagi ada kebun cabe. Keluar gang sedikit hawa-hawanya langsung berubah. Saya merasa lagi berjalan-jalan menuju kebun penduduk untuk memanen sayur seperti reality show favorit, 3 Meals a Day – Village. Petak-petak kebun yang berisi tanaman ijo-ijo segar, jalan kecil naik turun melandai dan menurun. Apalagi waktu divideoin, uuuw vibes Koreanya dapet banget.

@neng_biker

liburan murah ‘ke korea’

? suara asli – Kiki Jigo – Bos Q

Checkout dari sini rasanya nggak rela banget karena belum jalan-jalan terlalu jauh. Dan misteri lenyapnya sisir bambu Nutrishe kesayangan dimulai.

Review Kontena Hotel Kota Batu

Sebenarnya saya ingin mengulang ke Samara Resorts, tapi tidak ada salahnya mencoba tempat baru. Kontena Hotel berikutnya dibooking lewat Traveloka Flash Sale. Yang ternyata nggak sale-sale amat bedanya karena dibeli di hari yang sama. Kenapa ke sini, kayaknya unyu banget hotel bernuansa Jepang tipis-tipis setelah dari Korea. Tapi tipisnya kebangetan sih, hahahahaha.

Sampai dokumentasi di sini pun sangat minim sekali saking tipisnya. Saya sengaja book kamar tanpa sarapan. Long weekend bisa dibayangkan banyaknya orang yang makan di saat bersamaan. Mending makan di luar atau order pesan di kamar.

Namun begitu membuka pintu kamar, saya dan suami ngakak bersama. Habis dari vila segede gaban dengan kolam renang pribadi, lalu masuk kamar seukuran kontainer yang mungil bener, kayak jadi claustrophobia. Untung anak-anak nggak ribet dan rewel. Saya yang rewel karena jadi riweh di kamar yang kekecilan.

Kolam renangnya pun hanya untuk anak-anak. Tidak ada yang dewasa. Baju renang pun disimpan kembali di tas, saya duduk-duduk menunggu saja. Saya sebenarnya penasaran dengan gerbang gapura ala Jepang alias Torii yang sering muncul di review-review Kontena Hotel. Ya memang ada, tapi … hahahahah kamu intip sendiri aja deh kalau ke sana.

Overall, menginap di Kontena Hotel memang cocok untuk yang short stay. Menyimpan barang, rendam anak-anak sebentar di kolam, lalu menikmati wisata Kota Batu lainnya. Sampai kamar sudah capek, tidur dan bersiap checkout besok paginya. Misal ingin staycation, mungkin kamu tertarik melirik hotel lainnya.

Tapi di Kontena inilah saya baru sadar, SISIR KE MANA SISIR?

Untuk rambut singa macam rambut saya, sisir dan kuncir rambut adalah hal penting. Sisir detangler Nutrishe ini jalan keluar untuk menaklukkan kemegarannya. Seingat saya saat packing dari Sawo Kecik, disisipkan ke kantong tas laptop karena koper sudah ditutup. Di Kontena karena nggak jadi berenang dan nggak keluar kamar malamnya, saya sepertinya menyisir 1x waktu mau ke kolam renang.

Tapi sisir itu nggak ada besok paginya. Hilang. Lenyap.

Semua tas dibongkar. Semua kresekan belanja jajanan dikeluarkan. Nggak ada. Kasur dan selimut diangkat. Nggak ada. Bagasi mobil dirapikan sambil dibuka-buka kantong yang ada di sana. Nggak ada.

Jadilah saya checkout dengan rambut megar ditahan scrunchie agar nggak ke mana-mana.

Sudahlah malas mampir-mampir, langsung bablas pulang ke rumah dan turun dengan membawa pouch dompet yang nggak pernah diutik selama di Kontena beli ini itu cashless semua. Nah bener sesuai dugaanmu, sisirnya ngendon di pouch. Bgst.

Leave a Reply

Your email address will not be published.