foto keluarga di dinding rumah

Penting Ngga Penting Foto Keluarga Dipasang di Dinding

“Sudah didoain semoga sehat-sehat kok tetep meninggal.”

Suara bergetar yang terdengar dari ruang tamu pagi itu membuat hati saya mencelos. Baru saja saya menyambut kedatangannya untuk bertemu Ibu saya dan bercerita tentang foto keluarga segede gaban di dinding ruangan. Ini siapa ini siapa ini siapa, tanya beliau antusias. Lalu pundaknya lunglai, anakku sudah nggak ada, mbak.

Saya sebenarnya bingung harus bagaimana. Saya tahu kisahnya kehilangan anaknya yang penerbang dan mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu itu. Saya hanya tidak siap ketika beliau ternyata masih dirundung beragam pertanyaan yang mempertanyakan jalan hidup seseorang. Sudah didoakan setiap hari semoga sehat-sehat, kok tetap meninggal.

I’m not in her shoes.

Jadi saya tidak mengalami penatnya hati mempertanyakan itu hari demi hari. Tapi saya tahu, ditinggalkan itu tidak mudah. Hanya pandemi mengajarkan hati saya untuk berduka seperlunya. Terlalu berat kalau harus dipikirkan dalam-dalam ketika sederet nama orang-orang terdekat menjadi penghias batu nisan. Oleh-olehnya hanya saya masih merasa mereka ada.

Kakak ipar yang meninggal di tahun 2021, saya masih memberi salam kalau lewat pos tempat dia berjaga. Bahkan kadang-kadang masih nggak sengaja mau whatsapp menanyakan tempat baru. Pun juga teman marcomm di salah satu hotel di Malang. Hanya 2x pasca meninggalnya saya berkunjung ke sana, dan masih mencari sosoknya yang biasanya menyambut dengan ramah.

Saya juga masih mengingat seorang teman yang meninggalkan kami dengan tiba-tiba. Tempatnya bekerja, juga rumahnya. Masih melihat setiap lewat dan teringat lambaian tangannya dari balik meja.

Ya, pandemi mengajarkan saya berduka seperlunya.

Pandemi juga mengajarkan saya untuk mengambil gambar sebanyak-banyaknya setiap ada waktu bersama. Dengan foto keluarga misalnya. Tapi kadang-kadang juga lupa ketika terlalu happy dan momen itu hanya bisa diingat di dalam memori. Foto bersama, foto keluarga, foto candid, video-video pendek, saya simpan baik-baik kenangan bersama mereka baik di hp maupun di hati.

Dan saya sangat senang memiliki foto keluarga lengkap dengan tawa ceria lepas bebas untuk dipasang di dinding rumah, karena saya ingin mengingat semuanya dalam kondisi terbaiknya.

Jika ada yang teringat keluarganya juga setelah melihat foto keluarga saya, saya harap itu adalah momen-momen baik yang selalu terekam dalam ingatannya.

Bagaimana dengan dinding rumahmu?

1 Comment

  • suamiku itu sukaaaa banget foto mba.. mungkin krn kebiasaan dari keluarganya juga yaa. mereka itu punya banyaaaak foto di dinding rumah mertua. kebalikan ama aku, yg anti foto. sesekali boleh pas traveling, tapi cukup 1-2 foto sekedar bukti aja pernah ke destinasi itu.

    beda banget ama suami, yg bisa tiap meter posing hahahahah.

    cuma memang alasan mertua dan suami kenapa suka foto, itu utk menyimpan memori. di saat nanti sudah tidak ada, setidaknya orang terdekat masih menyimpan foto kita .

    dinding rumahku sendiri hanya ada foto kami nikah ;p.. foto keluarga ga dipajang. ada tapi disimpan album aja 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *