Review Westlake Resort Yogyakarta

Review Westlake Resort Yogyakarta

“Mi pegangin gelasnya bentar Mi!” tiba-tiba si bojo menitipkan gelas welcome drink dan berlari menuju drop off di depan loby Westlake Resort Yogyakarta. Apaan sih, orang lagi bawa gelas 2 juga masih dititipi gelas lagi. Penasaran saya mengintip ke mana dia berlari. Ahelah ada Bapak Sekda datang. Bapak Sekda yang positif covid dan sedang isolasi mandiri di minggu terakhir November 2020 ini.

Semoga cepat sehat, Bapak. Biar bisa sepedaan berputar-putar Westlake sampai pusing lagi ya. Bertemu di akhir Oktober lalu waktu, resort ini memang bikin mupeng siapapun yang suka sepedaan termasuk Bapak yang badannya fit banget. Apalagi nggak harus bawa sepeda sendiri.

Disediakan Sepeda Gratis Untuk Dipinjam

Sejak turun di loby, deretan sepeda di dekat screening suhu itu menarik perhatian sekali. Ada sepeda dewasa, ada juga sepeda anak-anak. Memang kayaknya cuma beberapa aja, tapi ternyata banyak juga sepeda yang disediakan untuk mengitari kawasan resort ini.

Westlake Resort menerapkan screening pengunjung yang ketat. Mau nggak mau setiap yang datang harus melewati pengecekan suhu, cuci tangan, dan masuk bilik desinfektan. Bapak satpam senantiasa menunggu di depan.

Hanya soal kerumunan tidak diperhatikan. Tapi sepanjang di sana, yang berkerumun memang hanya per keluarga-keluarga tidak gerombolan untuk melihat sesuatu misalnya. Jadi ya kembali pada diri masing-masing bagaimana cara menjaga diri.

Resort ini cocok banget untuk dijadikan tujuan staycation bersama keluarga sih ya. Hampir semua yang datang merupakan kelompok keluarga, dari cucu sampai buyut merayakan momen di mana bisa bertemu bersama. Mungkin karena waktunya tepat di long weekend sih ya, pada bisa meluangkan waktunya.

Alangkah bahagianya ketika pandemi sudah berakhir dan kita bebas bermain di Westlake Resorts lagi. Bersepeda keliling jalannya resort, berenang, main perahu, dan nongkrong bareng ikan seharian.

Tapi Nunggu Check-In Lama Sekali

Salah satu pesan kakak sebelum memilih Westlake Resort adalah check in itu antri dan lama buanget lho. Yakin ta? Duh tapi mupeng sama suasananya yang asri. Biarin lah wong nunggunya bisa sambil lihat-lihat ikan di danau kok, pikir saya. But you were wrong, baby. It takes tooooooo long to wait.

Dari lobby yang open space, di dalam ada taman dengan ruang tunggu yang mengelilinginya. Sebelah kanan ada resto, sebelah kiri sepertinya sayap pengelola. Lurus masuk ke dalam terlihat kilau air yang mengundang untuk diintip. Dari situ hamparan air danau yang tenang, semilir angin yang menyegarkan, dan kayaknya enak banget rendam-rendam dulu di kolam renang sambil menunggu.

Sejam… Sejam setengah… Ketika Bapak Sekda datang itu kami sudah sangat tidak sabar. Sementara Pipi ngobrol sebentar dengan Bapak, bolak-balik kunci kamar kembali ditanyakan. Ternyata memang begitu kali triknya. Saya juga niru keluarga yang duduk di kursi sebelah kok.

Mungkin dalam hati petugas resepsionis para penanya ini nggriseni sekali kali ya sambil mempersilahkan mengantri kembali untuk diantar ke kamar.

Mobil Golf atau Mobil Bak Terbuka?

Iya, antri lagi. Karena masuknya lumayan jauh, ngga mungkin yang menginap di Westlake Resort ini bakal ndorong koper sendiri. Di depan loby berjajar mobil-mobil golf dan van terbuka untuk mengantar. Setelah antri kunci, antri lagi mobilnya.. Fyuh… Butuh kesabaran untuk ngadem di kamar yang sudah dipesan.

Dan menyenangkan rasanya ketika sudah duduk anteng di mobil melihat pemandangan resort dari dekat. Keluar dari area loby, kamu akan disambut dengan jajaran pohon-pohon rimbun, kolam ikan, pohon, kolam ikan, baru kamarnya mulai terlihat.

Benar-benar terasa kayak di Bali! Kalau di Malang ada Ubud Hotel and Resort yang Bali banget, Jogja ada Westlake yang nggak pakai embel-embel Bali di namanya.

Westlake Resort Literally a Lake

Ketika membuka pintu kamar, mata langsung diberi pemandangan air lagi dari danaunya. Dari teras terlihat kamar-kamarnya ditata mengelilingi danau. Semua kamar di sebelah kanan memiliki teras yang berada di tepian danau. Yang tidak menghadap danau memiliki kolam di bagian belakangnya, dibelah dengan jalan yang memutari danau.

Tipe suite memiliki deck sendiri dan ada kolam renang private di sana. Mas yang menyetir mobil mengantar ke kamar bercerita kalau keluarga Ahmad Dhani baru saja checkout dari suite kemarinnya. Kamar saya berseberangan langsung dengan suite jadi bisa melihat-lihat seperti apa strukturnya.

Mas tersebut juga bercerita kalau di awal pandemi dan Jogja PSBB, semua karyawan di sini dirumahkan. Tanpa kejelasan apakah status mereka akan ditarik lagi saat resort dibuka lagi. Berbulan-bulan kemudian ketika pariwisata dipulihkan, ia termasuk yang kembali ke sini. Suasana resort pun hidup lagi.

Menurut saya, ini tipe resort yang bakal dicintai anak-anak karena mereka bisa bebas lari-lari, bersepeda, naik perahu, dan melihat ikan sepanjang hari. Bahkan sampai menunggu ikannya tidur sekalian, kata Sasi. Hanya mungkin karena lama ditutup lalu biaya pemeliharaan masih terpangkas, beberapa cela jadi terlihat. Tidak apa-apa, belum mengurangi kenyamanan menginap sambil lihat ikan di sini.

Di setiap kamar disediakan 2 bungkus makanan ikan yang tidak gratis. Per bungkusnya 10 ribu rupiah. Saya dibekali makanan ikan 1 bungkus besar dari kakak yang dibeli di tempat pakan ikan di Malang. Memang persiapan untuk menghibur anak-anak di kamar saja, caranya demikian. Selain sebaiknya disuruh bawa sepeda juga serta bawa makanan.

Keluarnya jauh dan bikin malas antrinya. Misal mau order gofood pun harus diambil di lobby. Jadi sepeda yang dibawa sendiri bisa digunakan untuk sliweran ke lobby. Atau nunggu tukang sate.

Ada Tukang Sate Naik Perahu!

Pada jam tertentu selepas periode checkin, petugas Westlake Resort memberi kejutan pada pengunjungnya. Dengan naik perahu putih mereka berputar-putar tepian danau untuk menawarkan dagangan satenya.

Tapi saya nggak ketemu sih. Waktu ngasih makan ikan mereka belum lewat, waktu anak-anak selesai mandi perahunya sudah di ujung dermaga lagi di depan sana. Nggak jadi lihat seperti apa sate yang dijajakan petugasnya.

Kalau mau lihat harus ke depan lagi which is jauh ah malas di kamar aja. Ember, resort ini sangat mengakomodir untuk yang pengen rebahan nonton tv, lihat ikan, tidur lagi, mandi, sudah gitu aja repeat. Kalau mau keluar gimana?

Telpon Resepsionis Minta Dijemput

Di jam-jam crowded seperti jam checkin, jam makan malam, jam sarapan, jam checkout, hadeh banyak sekali rentang waktunya, dijemput mobil golf petugas itu antri juga. Bergantian dengan tamu-tamu lainnya. Apalagi kalau mau menerapkan jaga jarak, harus bersabar lebih panjang kecuali memutuskan untuk jalan.

Beruntung kamar saya sekitar 200an meter saja dari lobby. Entah bagaimana yang tepat di tengah-tengah danau belakang sanaaa kalau nggak dijemput-jemput. Karena mas bojo kelilingan naik sepeda aja sekitar 10 menit memutari dari kamar sampai kamar lagi.

Setelah menunggu 20 menit tiada muncul juga mobilnya, saya memutuskan jalan ke lobby menuju parkiran daripada kemalaman. Sudah saya bilang kan kalau baiknya bawa makanan agak banyakan? Saya belum bawa, jadi mau ke kota sebentar cari buah untuk anak-anak.

Jalan sekitar 10-15 menitan di bawah bintang. Santai sambil menikmati malam di Westlake Resort. Hening, kadang-kadang terdengar suara gelak tawa dari dalam kamar yang kelewatan.

Hangat suasananya.

Sampai pulang dari beli buah diantar mobil dari lobby, suasana tetap hening dan tenang.

Cara Sarapan Pagi di Westlake Resorts Saat Pandemi

Pagi tiba, biasanya kalau staycation pasti bergegas nyemplung di kolam renang sebelum sarapan. Kali ini agak berpikir dua kali, tapi tetap membawa pakaian renang ke restoran tempat sarapan pagi.

Kolam umum Westlake berada di bawah resto. Yang bisa dilihat kalau lagi nunggu checkin seperti kemarin. Jadi agak-agak kurang nyaman juga berenang sambil dilihatin orang-orang. Persis seperti di Artotel Yogyakarta atau di Savana Hotel Malang.

Pagi itu kolamnya sepi, rupanya masih pada sibuk bersepeda dan jogging keliling resorts. Begitu juga ruang makan. Lebih baik makan dulu deh daripada keburu ramai tamu lainnya, pikir saya. Apalagi belum tahu bagaimana penataan sarapan saat musim seperti ini. Nggak bisa pilih-pilih dengan bebas lagi kayaknya ya?

Sebenarnya masih bisa kok. Asal nggak malu-malu kucing aja, hahaha. Setiap meja buffet dijaga oleh waiter/waitress untuk mengambilkan apa yang kamu tunjuk. Ya jadi macem warteg gitu deh, tanpa kaca pembatasnya. Kalau mau yang agak banyak, minta aja. Ngga usah malu. Dari makanan berat, salad, bubur, cereal, kue-kue, semua diambilkan kecuali jus aja bisa ambil sendiri.

Jika dulu di setiap meja disediakan sendok garpu, sekarang keduanya diberikan terpisah ketika sudah mengambil makanan. Waiter akan mengantarkan ke meja yang sudah ditempati. Setiap tamu yang absen dari kamar berapa juga diingatkan soal masker. Begitu juga waiter waitressnya semua memakai masker dan face shield.

Lalu jadikah saya berenang? Tentu tidak. Si bocah yang hari sebelumnya girap-girap senang main air dan kecemplung itu, trauma tidak hilang-hilang. Suami yang berenang 1-2 putaran dan sempat bertemu pak Sekda yang berenang bersama cucunya.

Ngiri lho saya lihat cucunya yang seumuran bocah wedok dan sangat menikmati cemplung-cemplungnya di air kolam.

Proses Check Out

Yang singkat. Setelah mengalami check in yang lama banget mendapatkan kamarnya, saat pulang ternyata cepat sekali. Ya memang tinggal taruh kunci sama ditanya soal makanan ikannya dipakai apa enda. Kalau dipakai, ya bayar sejumlah bungkus yang dibuka.

Sudah, itu saja.

Yang lama lagi-lagi antri mobil jemputannya, hahahaha. Untung saya termasuk yang mepet-mepet jam checkout karena menunggu bocah tidur siang. Jadi tidak terlalu lama mobil sudah siap menjemput tamu-tamu tersisa. Kanan kiri depan sudah pada kosong semua dan dibersihkan hingga disemprot desinfektan.

Terima kasih ya Westlake. Semoga bisa berjumpa lagi setelah pandemi nanti.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *