Cafe Role Model

Kota Malang kembali dihujani berbagai jenis tempat tongkrongan baru. Kalau dulu Sego Kucing sempat bikin heboh, lesehan juga sampe diusir-usir di sekitaran Universitas Brawijaya, masakan Jepang sudah meraja, sekarang dalam waktu bersamaan ada dua cafe yang dibuka.

Kalau Golden Heritage Koffie sudah sempat dibahas, tempat yang unik karena kita bisa lihat langsung penggilingan kopinya dan suasananya yang homie. Belum lagi jamur crispy yang beda dari yang lainnya. Sebenernya ada rencana untuk review Cangkir Jawa, tapi karena entah kok hari Minggu tutup, jadinya agenda Meet the Bikers pindah ke Join Coffee, di jalan MayJen Pandjaitan.

Belum, kita belum review isinya Join Coffee, tapi karena ngobrol-ngobrol bareng @Donhanindito dan @DanangJeffry, the hedoners dan kebetulan para pengusaha muda, jadinya malah ngebahas How To Make A Good Place To Hang Out. Mereview beberapa jenis tempat sejenis yang paling enak untuk duduk-duduk, yang makanannya enak, dan yang lokasinya pas.

cozy here (c) spoon-tamago

So, beginilah kesimpulan kami untuk pembaca yang pengin buka Cafe dan bisa meraih banyak pelanggan.

1. Target konsumen

Kalau pengen buka tempat tongkrongan yang murah meriah, silahkan membidik daerah yang banyak perguruan tingginya. Kalau untuk daerah seperti ini Anda tidak perlu banyak modal untuk membuat mereka membeli ‘suasana’. Sediakan tempat duduk yang banyak, dan kopi atau minuman lain yang murah meriah tapi ‘enak’. Kenapa pakai tanda kutip? Karena ‘enak’ bagi kita relatif. Ada harga ada rasa. Untuk yang buka di mall atau pertokoan, atau daerah perkantoran, setting lokasi dengan tepat. Sediakan minuman yang berkelas. Karena mereka yang di sini jelas-jelas mencari tempat untuk pembicaraan bisnis sampai alternatif untuk tempat bekerja.

2. Area parkir

Lepas dari mereka yang buka di mall dan pertokoan, sediakan area yang representatif untuk parkir sejumlah mobil dan lebih banyak sepeda motor. Jika perlu, sediakan tempat parkir juga untuk sepeda, you you know kan fixie dan seli masih meraja? Sesuaikan dengan jumlah kursi yang ada di dalam cafe Anda. Kurang tempat parkir nda bagus karena akan ada pengeluaran tambahan untuk dinas perhubungan. Ingat, jangan bedakan antara kendaraan yang jelek dan yang bagus. Justru berikan tempat yang bagus untuk kalangan beroda dua *versi biker gini paling asyik kalau diistimewakan :p*

3. Jenis Makanan

Lebih baik kayak Sugoi Tei jika Anda belum fix menu apa saja yang disukai konsumen. Sugoi Tei meluncurkan menu baru setiap 3 bulan, menunggu review dari pembeli dan akan meneruskan menu yang disukai. Tapi tentu perlu ada menu andalan yang tidak akan digantikan, bukan? Itu juga akan membuat efek kejutan bagi konsumen, karena ‘selalu ada yang ditunggu’ setiap pergantian menu. Oiya, jangan sampai koki Anda beralih ke lain hati. Beri dia pelayanan yang tepat sesuai dengan yang dia kerjakan, karena di tangan koki Andalah kelangsungan hidup cafe berjalan.

4. Waiter dan Waitress

Menginjak yang beginian nih yang susah. Karena kita berhubungan dengan orang yang bekerja. Tapi setidaknya, mari kita berlaku sebagai konsumen. Tentu ngga enak kan kalau dilayani oleh orang yang attitudenya ngga baik? Menu dilempar, rasan-rasan sama rekan sekerja tentang tamu yang datang, membereskan meja saat tamu belum selesai berdiri dari kursinya. Konsumen tentu ingin dihargai karena mereka membeli, bukan minta. Jadi latih attitude waiter dan waitress Anda. Tidak perlu berlebihan menyapa, cukup senyum secukupnya, cekatan, dan masa bodoh dengan dandanan tamu.

5. Hot Spot?

Ini berhubungan dengan target konsumen tepatnya. Apalagi dengan laptop murah menjamur seperti sekarang, sepertinya perlu diperhitungkan. Kalau genre family cafe ngga usa pake deh, waktu bersama keluarga itu berharga, jangan dirusak dengan sibuk sendiri2 sama laptopnya. Yang berkelebihan modal, coba yuk bikin kafe hot spot yang cocok untuk orang bekerja. Dengan kursi empuk dan musik yang hanya sayup terdengar. Tidak jedang jedong bikin konsentrasi hilang.

6. Interior

Bikin yang simple, tidak banyak aksesoris yang memberatkan suasana. Kita ke cafe itu untuk bersantai tidak menambah berat di hati. Interior yang berat tentu bikin kita banyak modal keluar juga kan… Sedikit hijau daun di jendela, cocok untuk semua jenis interior, jangan lupa.

Selamat berusaha!

6 thoughts on “Cafe Role Model

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>