Makanya Pakai Kondom!

Alat kontrasepsi itu sudah banyak dan bisa didapat di mana saja. Nggak harus ke tenaga medis untuk mendapatkannya seperti KB Suntik atau KB Spiral. Masih ingat kan keriuhan timeline karena ada yang bertanya kenapa kondom ditaruh di dekat kasir minimarket? Mungkin sekadar pengingat saja, kondom bisa dibeli kapan saja kalau membutuhkan jika tidak menginginkan terjadinya kehamilan. Meskipun sebenarnya masih ada cara lain juga untuk mengatur kehamilan, biar nggak sampai kebobolan.

BACA: Cara Membeli Kondom

Lho, jangan marah-marah dulu. Anjuran ini sebaiknya dibaca buat yang sudah berkeluarga, dan tulisan ini bukan menganjurkan melakukan hubungan seksual yang aman bagi yang masih pacaran atau belum menikah. Mengatur kehamilan itu bukan tugas yang belum menikah kan? *sayup-sayup mungkin ada yang protes di belakang sana.*

Saya menulis ini karena tidak semua pasangan langsung menginginkan kehamilan setelah melangsungkan pernikahan. Meskipun kalau sudah menikah, apalagi yang diinginkan jika tidak melanjutkan keturunan? Well, tidak semua.

Ada kok yang menikah karena tuntutan orang lain bukan keinginan diri sendiri. Yang sudah kesal ditanya kapan pacaran, kalau sudah punya pacar kapan undang-undangnya. Yang sudah capek ditanya tetangga kok sudah bekerja tapi nggak nikah-nikah. Yang dicibir temannya kok sudah punya rumah tapi nggak ada pasangannya. Belum lagi kriteria umur, nggak habis-habis kok alasan menikah terpaksa dan ingin menunda dulu kehamilannya dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom. Menunda demi mengejar pendidikan tinggi, meniti karir, juga mempersiapkan kehidupan yang lebih baik bagi keturunannya.

Pun juga ada pasangan yang ingin mengatur kehamilan berikutnya setelah anak pertama atau kedua. Jadi nggak mak brojol anak pertama belum setahun udah disusul kelahiran adiknya. Dari berbagai literatur bacaan di google dan website parenting sudah diteliti berkali-kali bagaimana jarak ideal antar kehamilan yang baik untuk kesehatan ibu dan perkembangan anak. Nggak usah jauh-jauh mikir uang sekolah mahal, cukup mikir biaya ngidam yang kadang nggak masuk akal juga sudah bikin pengen menunda kehamilan soalnya.

Seperti saya di hamil anak pertama, ngidamnya apa coba? Beli mobil. Skip itu pengen rujak ngga diturutin ngga papa, es krim, steak, lalalala dan ya untung sih nggak aneh-aneh ngidamnya selain pengen mobil. Yang pada akhirnya uang tabungan kepakai untuk nginep di rumah sakit karena komplikasi lambung vs kehamilan yang membesar. Coba bayangin jadi suami saya kalau anak pertama belum setahun trus hamil lagi dan pengen mobil yang rodanya 8? Truk tronton?

Baca: Cerita Kondom Rasa-Rasa

Makanya pakai kondom! Atau pilihlah alat kontrasepsi lainnya. Tidak usah malu dan berpikirlah panjang sebelum terjadi kehamilan yang di luar rencana keluarga. Memiliki keturunan memang rejeki yang tidak becik ditolak karena tidak semua pasangan beruntung mendapatkannya dengan mudah.

Ada yang bertahun-tahun menikah dan telah mencoba berbagai macam cara untuk memiliki keturunan. Sudah berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk periksa kesehatan dan untuk membeli segepok suplemen yang dapat mendorong terjadinya kehamilan. Berapa banyak rasa malu yang ditahan karena harus memeriksakan kesuburan di dokter juga di laboratorium? Berapa banyak waktu dihabiskan untuk bolak-balik ke luar negeri berusaha mendapatkan kehamilan? Setelah perjuangan panjang itu pun tidak semua diizinkan menerima tanggungjawab sebagai orangtua.

Banyak sekali. Dan saya sudah melalui berbagai lika-liku mendapatkan keturunan itu. Pun juga mengalami rasanya pengen ngakak kayang kenapa nggak pakai kondom ketika test pack menunjukkan 2 garis tegas tanpa malu-malu di 8 bulan usia anak pertama. Rencana keluarga saya memang memiliki dua anak, tapi kaget juga ketika diberi tanggungjawab langsung hamil lagi seperti yang dialami sekarang. Padahal anak pertama saja menunggu hampir 5 tahun, hahahaha.

Baca: Gw Juga Mau, Lima!

Rupanya saya lupa pada trik cepat mendapatkan kehamilan yang dipraktikkan pada kehamilan pertama. Dokter SpOG yang dijadikan rujukan menganjurkan untuk mengatur waktu berhubungan. Mitos dan fakta membuktikan berhubungan 3 hari sekali biasanya mendapatkan kondisi terbaik untuk mendapatkan kehamilan. And it didn’t work at all to us, we just love to do it often. Siapa bilang menyusui itu KB Alami Pencegah Kehamilan? Halooo, makanya pakai kondom!

Alhamdulillah kini nggak perlu pakai kondom lagi dan tidak perlu khawatir terjadi kehamilan lagi setidaknya sampai akhir tahun. #ehgimana. Untuk yang ingin mengatur jarak kehamilan, jangan malas banyak membaca cara-caranya. Tidak perlu malu juga bertanya ke bidan, dokter, dan teman yang sudah berpengalaman memiliki anak di usia yang pas. Tentu, setelah melahirkan anak kedua nanti saya nggak akan menunda lagi untuk memakai alat kontrasepsi.

Jika kehamilan yang tidak direncanakan sudah terjadi, yuk jaga kesehatan pasanganmu dan calon bayi yang dikandungnya. Pasti ada banyak yang dipikirkannya saat ini. Jadilah pendamping terbaik yang mendukungnya di saat lagi enak-enak maupun sedang ngga enak-enak. Berikan juga porsi perhatian yang sama untuk anak pertama. Dan kalau sedang pengen istirahat dari mengurus bayi, jangan lupa tempel ini di jidat biar nggak kejadian lagi: MAKANYA PAKAI KONDOM!

*all images credit to pexels.com

Sharing after reading, yes?

10 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *