Food Warrior: Langkah Baru Komunitas Kreatif Kuliner Malang

Sama seperti biasanya, grup penggasak kepiting Udhay selalu berisik dengan gosipan munculnya tempat makan baru di Malang. Setelah diserbu cabang tempat makan pasta, steak sapi suci dan tongkrongan street food, gosip warung terang bulan anaknya pak presiden santer terdengar. Widih, semakin banyak aja kreasi anak luar Malang meramaikan wisata kuliner di kota adem ini. Gimana dengan kuliner Malang sendiri, apa sanggup berkompetisi dengan modal besar yang siap menggempur kota ini?

Kalau kamu membaca kategori Icip Icip Kuliner kota Malang di blog ini, sejumlah besar warung-warung yang telah saya kunjungi banyak yang sudah tutup atau pindah ke tempat lain. Saking banyaknya, dan saking tidak terpantaunya, saya jadi nggak update informasi terbarunya. Bahkan salah satu nama besar tempat kuliner di Malang memutuskan menutup kafenya karena tidak sanggup berkompetisi dengan pendatang baru yang jumlahnya semakin banyak dan seperti tidak terkendali.

Inilah salah dua dari banyak kegelisahan yang membuat pelaku industri kreatif Malang ingin melakukan sesuatu, melindungi dan bersatu padu menguatkan barisan agar bisa bertahan sampai puluhan tahun mendatang. Kemarin, tepat di tanggal 13 November 2016, Komunitas Food Warrior membuka diri, memperkenalkan visi dan misinya, serta berniat merangkul lebih banyak lagi pelaku industri kreatif di Kota Malang untuk maju bersama, saling membantu dan memperkuat lini bisnis dengan berbagai rancangan aktivitas yang menarik untuk diikuti perkembangannya.

Food Warrior sendiri sebenarnya telah terbentuk sejak dua tahun lalu. Cay, dari Kedaishi tempat makan ramen sapi enak di Malang favorit saya, sempat mengobrol sebelum launching Food Warrior dimulai. Fenomena dunia kuliner Malang yang menjadi incaran pelaku besar sudah terlihat sejak saat itu. Di salah satu acara fashion ketika mereka mengisi booth kuliner adalah permulaan dicetuskannya komunitas Food Warrior.

Acara fashion itulah yang menjadi kebangkitan mereka merapatkan barisan pelaku industri kuliner kreatif Malang. Food Warrior berencana memfasilitasi tenant-tenant dari Malang untuk bisa menjadi bagian dari event-event besar di kota ini. Agar lebih dikenal dan agar mendapat tempat di kalangan pecinta kuliner tentunya. Selain itu ada berbagai rancangan kegiatan pelatihan, belajar bareng dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi memajukan industri kuliner kreatif di Kota Malang.

Ada tantangan super besar yang harus dihadapi komunitas Food Warrior. Membuka wawasan para pengusaha kuliner lokal yang belum bergabung misalnya. Edukasi tanpa henti harus dilakukan. Begitu juga memberi pemahaman pada penikmat kulinernya sendiri bahwa Food Warrior bukan sebuah tempat makan baru di Malang, mereka adalah orang-orang di balik makanan yang dinikmati itu. Dari 13 tenant yang sudah bergabung, diharapkan akan lebih banyak lagi pelaku industri kuliner kreatif Malang yang semakin merapatkan barisan.

Food Warrior sendiri mengakui masih terbatasnya kemampuan penyampaian informasi-informasi terkini tentang kegiatan komunitasnya. Berkutat di Instagram @forfoodwarrior, dijanjikan akan lebih banyak lagi sarana penyampaian informasi untuk yang membutuhkan. Kalau kamu stay tune di nengbiker.com, nanti akan saya update terus tentang informasi dari mereka ya.

Sungguh salut dengan generasi ini. Yo iki Arema, Rek!

Tulisan Winda:
Food Warrior, Ngumpulnya Pejuang Kreatif Kuliner Malang
Food Warrior Tebar Kuliner Indie, Yakin Mau Absen ke Malang?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *