Destinasi Penting: Omah Kayu Batu

Mba Marischka Pruedence boleh ke desa Hobbit, tapi di deket Malang juga ngga kalah penting punya ‘desa’ dengan rumah kayu yang tempatnya OK banget untuk habiskan weekend. Meski tempatnya belum begitu besar, Omah Kayu cukupan memberi angin segar buat yang suka hijau dan ketinggian.

Baca terus ya..Kenapa ketinggian?

Namanya juga Omah Kayu aka Rumah Kayu aka rumah pohon yang tempatnya agak melayang-layang bertumpu pada sebatang pohon. Dibuat dengan sedikit nyentrik, komplek Omah Kayu berada di sekitar Puncak Paralayang, di Gunung Banyak. Di Gunung Banyak ini lah tempat muda mudi kota Batu, Malang dan sekitarnya kalau ingin merasakan seperti apa sih Puncak-nya Jakarta. Mencapai daerah sini juga perlu sedikit perjuangan sih gaes. Jadi pastikan kendaraanmu tetap prima biar ngga perlu ndorong atau mogok di tengah tanjakan.

Cari INFO PARALAYANG di GUNUNG BANYAK?

Omah Kayu di Gunung Banyak bisa ditempuh dari arah pemandian Songgoriti masuk desa Klemuk, namun dengan tanjakan yang cukup terjal. Atau ingin jalan yang cukup landai tapi kamu harus memutar lewat Patung Sapi Coban Rondo lurus kemudian masuk ke jalan menuju hotel Aerowisata. 50m dari pertigaan ambil gang ke kiri, lalu naik ke atas sampai melihat papan penunjuk Paralayang.

Di pos pertama sebelum mencapai puncak, pengunjung wajib membayar 5k per kepala. Kendaraan akan diminta bayar di parkiran, dengan motor sebesar 5k juga, mungkin mobil sebesar 10k. Area parkirnya cukup sempit, jadi atur motor dengan baik biar pengunjung lain ngga kesusahan.

Gunung Banyak kini sudah berbenah juga kok gaes. Kalau dulu bahkan penjaganya ngga ada, sekarang sudah disediakan musholla, kamar mandi, juga warung-warung yang menyediakan camilan hingga makanan berat. Asyiknya juga, sekarang sudah disediakan kursi-kursi di lereng bukit untuk menikmati pemandangan orang-orang yang sedang paralayang.

Kalau mau ke Omah Kayu ambil jalan setapak ke kiri saja, dan masuk ke arah kanan. Susuri jalan setapak sampai menemukan papan Tamu Harap Lapor untuk membayar tiket masuk 5k per orang.

Pengunjung yang membayar tiket masuk bebas mengeksplor kawasan Omah Kayu, berfoto di rumah-rumah pohon yang tidak sedang disewa, juga boleh piknik di kawasan ini. Namun untuk berfoto di rumah pohon jangan melebihi batas ya, kapasitas beban yang bisa ditanggung 1 platform rumah kayu kecil hanya 3 orang. Jadi bergantian biar aman dan nyaman foto yang didapat.

Kompleks Omah Kayu menyediakan 4 kabin kecil berkapasitas 3 orang, dan 1 kabin besar berkapasitas 8 orang. Saat low season harga per kabin kecil mulai dari 350k, sedangkan kabin besar mulai dari 1juta. Fasilitasnya selain kamar mandi (luar) dengan pemanas, juga breakfast setiap pagi, dan pemandangan satu juta dolar setiap malam.

Bisa dibayangkan apa yang dilihat dari salah satu kabin ini ke bawah?

Yup, pemandangan lepas ke arah kota Batu sampai ke Malang. Gemerlap lampu rumah, jalan, dan lampu kendaraan pasti menyenangkan sekali dilihat dari ketinggian sambil ngopi-ngopi.

Kalau kamu punya nyali, sekalian saja ikut Paralayang. Harga tandem Paralayang di high season masih tetap 350k kok. Ngga usa bingung bawa tongsis, karena mas-mas ‘pilot’ sudah menyediakan buat kamu yang pengen narsis di ketinggian. Coba bawa goPro-nya aja deh, kemudian kontak mas Nanang di 081931843858 untuk reservasi.

Sharing after reading, yes?

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *