efek vaksin booster pfizer

Efek Vaksin Booster Pfizer dan Moderna Kamu Gimana?

Sebenernya di hari yang sama, saya dan teman saya mendapatkan vaksin booster yang berbeda. Saya menanti efek vaksin booster Pfizer karena vaksin primernya Sinovac semua. Mae mendapat vaksin booster Moderna karena primernya AZ semua. Kebetulan kami mendapat slot di awal-awal booster dilaunching sehingga pilihannya cukup terbatas.

Bagaimana KIPI kedua vaksin booster di hari yang sama?

Efek Vaksin Booster Pfizer

Pagi-pagi sekitar jam 9 kami sudah cabut dari layanan vaksin tersebut. Kondisi badan sehat, sudah sarapan, dan pagi-pagi sudah cakep. Mae memilih cuti sekalian mengurus sekolah anaknya. Saya santai saja sampai rumah melanjutkan pekerjaan. Lewat 4 jam bekas suntik di lengan memang terasa menebal, tapi ya gitu aja seharian.

FYI, sehari-hari saya ya bekerja di rumah, mengantar sekolah, gitu-gitu aja. Nggak ada kerja berat seperti olahraga lari atau gym. Badan kendur semua, tentu. Lapisan lemak cukup tebal dari leher sampai kaki. Pekerjaan berat itu hanya menggendong 2 anak berat 18kg dan 16kg kalau lagi kumat manjanya.

Malamnya juga ngga papa waktu dinner di tempat kakak. Hanya saat itu anak-anak agak heboh mainnya dan menabrak lengan saya waktu duduk di karpet. Serrrrr, mulai dag-dig-dug karena lengan mulai bengkak. Semalaman susah tidur karena kesentuh aja langsung kayak kesetrum. Beruntung saat itu masih pisah sama bapaknya anak-anak, tidurnya nggak berebutan kasur.

H+24 Jam Setelah Booster Pfizer

Esok paginya saya mengantar anak-anak ke sekolah dengan lengan mulai terasa nggak enak. Lanjut bekerja sambil menunggu pulang sekolah. Sampai ketika menjemput jam 11 badan mulai terasa melayang karena terpapar angin di luar rumah. Jam 1 saya ijin mengundurkan diri bekerja, dan tepar hanya bisa tiduran saja.

Sore bangun, mandi, makan, lalu tidur lagi. Beruntungnya lagi ya, kedua orangtua yang booster Pfizer di hari yang sama, langsung tidur semua setelah suntik. Efeknya langsung ke mereka memang. Besoknya mereka sudah baik-baik saja sementara saya mulai tepar.

Rasanya gimana? Ya nggak gimana-gimana sebenernya. Hanya mau membuka mata itu susah banget selain memang tulang kayak diloloskan semua. Dan semua rasa nggak enak itu hilang tepat jam 12 malam. Mata melek byar-byar, badan segar. Sampai heran, emang seharian tadi kenapa ya.

Oya, bengkak di lengan masih berlanjut 2 hari kemudian.

Efek Vaksin Booster Moderna

Karena vaksin di hari yang sama bersama-sama tapi boosternya berbeda, saya dan Mae rajin mengupdate kondisi masing-masing. So far di hari pertama semua baik-baik saja, hanya terasa menebal yang sama. Esok paginya dia lanjut fitness dan fokus di membentuk lengan. Daebak memang.

Siang hari badannya mulai sumer dengan suhu naik dan terasa demam. Hampir di saat yang sama efek vaksin di badan saya bekerja, Mae juga merasakan hal yang sama. Kayak nggak bisa ngapa-ngapain. Sepertinya dia pulih lebih cepat malam harinya karena saya telat baca responnya di grup. Namun bengkak di lengannya bertahan lebih lama. Bengkak yang agak besar kelihatan gitu di foto, wkwkwkw.

Setelah 4 hari bengkaknya mereda dan kami melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Ada Juga yang Nggak Ada Efeknya Setelah Booster

Memang nggak bisa disamakan kok efek vaksin antar orangnya. Setelah rujuk kembali, dan berbagai alasan lainnya suami saya baru booster di minggu terakhir bulan Maret. Beda jaraknya hampir 2 bulan. Dia mendapat booster Pfizer dan gilirannya baru siang hari bolong setelah jam makan siang. Pasca vaksin dia lanjut standby pekerjaannya kembali.

Demam? Bengkak? Pusing? Saya mengecek setiap beberapa jam. Ya nggak ada. Sampai besoknya, sampai hari ini sama sekali nggak ada efeknya di dia. Bahkan lengan bekas suntiknya aja nggak terasa kenapa-kenapa. Penasaran, kayaknya nanti coba saya gebok saja kali-kali efeknya terlambat.

So far memang setelah mendapat booster saya lebih PD aja untuk keluar rumah lagi. Seminggu setelah booster saya mendapati terpapar tidak langsung dengan varian Omicron yang merebak di tahun 2022 ini gara-gara PLN. Akhirnya dalam hidup saya merasakan langsung SWAB PCR yang bikin nggak nyaman di tenggorokan itu. Alhamdulillah hasilnya negatif.

Apakah ini efek vaksin booster Pfizer jadi virusnya tidak berkembang, atau I’m just lucky? Semoga nggak ada kejadian lagi yang bikin deg-degan di hati ini.

Kamu sudah booster? Dapat apa? Efeknya gimana?

1 Comment

  • semoga kedepannya yang namany virus covid-19 sudah tidak ada lagi di dunia dengan adanya vaksin dan semakin majunya ilmu kedokteran global..

Leave a Reply

Your email address will not be published.