kolam pemancingan keluarga di malang

Rekomendasi Kolam Pemancingan Keluarga di Malang dan Batu, Ada Pocongnya Satu

Mencari hiburan keluarga di tengah pandemi seperti sekarang ini susah-susah gampang. Susah karena taman bermain outdoor ditutup, gampang karena sebenarnya cuma butuh tempat terbuka aja. Jalan dan lapangan biasanya jadi tempat tujuan. Sekarang ditambah dengan kolam pemancingan keluarga di Malang untuk melepas penat bersama.

Di Malang – Batu – Tumpang, ada beberapa kolam pemancingan keluarga yang bisa saya rekomendasikan. Awalnya memang karena bocah lanang yang ingin melihat ikan, lalu Pipinya ketularan. Sensasinya kayak main airsoft gun, Mi, katanya. Mencari umpan, memilih, memasang, dan menunggu disambar ikan. Jadilah saya punya kolam pemancingan keluarga andalan, selain nyaman, bermobil gampang, juga bisa sekalian makan.

Kolam Pemancingan Warung Pring Pethuk – Kota Batu

One stop mancing dan makan kalau ke sini. Sambil memberi makan ikan koi dan melihat binatang-binatang yang dimiliki Pring Pethuk. Di tempat yang sama, pengunjung juga bisa memancing ikannya sendiri untuk dimasak sesuai menu yang disediakan. Ada ikan nila, ikan bawal dan ikan lele di 4 kolam pancing yang disediakan di bagian belakang.

Sebenarnya kolam pemancingan Pring Pethuk ini sudah lama banget umurnya. Sebelum masa pandemi dan Papa masih senang nyetir ke sana kemari, kolam ini sering jadi jujugan kalau pergi bareng keluarga. Ada periode tenggang yang lumayan lama ketika hobi memancing Papa diganti dengan merawat tanaman. Kami ke Pring Pethuk kembali karena Gaga yang suka sekali lihat ikan.

Harga ikan di sini lumayan terjangkau. Kalau tadinya nggak niat mancing, sudah disediakan joran dan bisa membeli umpan di lokasi. Takut megang ikan dan nggak tega ngelepas mata kail, santai, bisa minta tolong sama penjaganya. Jaring untuk menyimpan ikan juga disediakan, ikan yang dipancing bisa dibersihkan dan dimasak di lokasi jika malas memasak sendiri. Gimana, enak to? Sementara harga per kilogram dan biaya memasaknya saya agak lupa.

Segitu banyak kelebihannya, kekurangan Kolam Pemancingan Pring Pethuk ini adalah rendahnya batas kolam pancing dan tempat memancing. Ada aja barang pengunjung yang kecemplung setiap ke sini. Dari topi sampai sandal. Kalau handphone kayaknya belum lihat.

Kolam Pemancingan Hotel Purnama – Kota Batu

@neng_biker

Kolam pancing keluarga buat family time di Kota Batu. Ya kali-kali bosen ke wahana kan ya… #malang #kotabatu #Kotawisatabatu #kolampancing

? original sound – nengbiker – mimi

Hotel yang luas dan asri ini membanting setir mengubah kolam ikan di halamannya menjadi kolam pemancingan. Otomatis bentuk kolam di sini yang paling cakep dari berbagai kolam pemancingan yang pernah saya kunjungi lainnya. Ada gazebo-gazebo kecil untuk berteduh kalau nggak mau duduk di rumput. Sekaligus untuk menjaga jarak dari pengunjung lainnya.

Ikan yang disediakan hanya nila saja. Waktu memancing pertama kali ke Hotel Purnama ini ikan nilanya masih mungil-mungil, belum lagi gampang banget dipancingnya. Jadi kasihan kan kalau kecil-kecil sudah dipisahkan dari bapak ibu dan keluarganya. Dimakannya juga ga gitu-gitu ok saat masih kebanyakan duri daripada dagingnya.

Per kilogram ikan yang dipancing menurut saya cukup murah, tapi kalau titip masak jadi unda-undi sama tempat pemancingan lainnya.

Kolam Pemancingan Dirgantara – Malang

Dulu, sambel lalapan untuk teman makan ikan di sini enak banget. Periode tahun berapa ya, sepertinya sudah cukup lama dari hari terakhir mancing di sini. Kolam pemancingan kedua yang saya datangi di awal-awal karir memancing setelah Pemancingan Talangagung, Kepanjen. Kenapa memilih sini, ya karena deket banget dari rumah.

Kolamnya masih tradisional banget. Pagar pakai bambu, alas tanah, dan ya daun-daun menutupi permukaan kolam ikannya. Tapi satisfyingnya berbeda. Puas kalau berhasil mancing ikan di Pemancingan Dirgantara sini. Susah soalnya. Ikannya jual mahal banget. Kalau suntuk bener nggak dapet-dapet, saya minta diserokin saja sama masnya. Serokin ikan patin yang naudzubillah ga nyamber-nyamber umpannya.

Pada jaman itu saya lagi seneng-senengnya ikan patin. Bertahun kemudian alias baru dua minggu lalu kembali ke kolam pemancingan keluarga di Malang sini. Dan ya gitu, nggak dapet-dapet lagi ikannya. Masih jual mahal aja dia.

Kolam Pemancingan Keluarga Mabuk Mancing – Malang

Di penghujung bulan puasa kemarin, saya ditugaskan untuk membagi baksos ke daerah Ken Arok. Kebetulan lah karena mau jalan-jalan ke Mabuk Mancing yang ada di arah yang sama. Sekali pernah ke Mabuk Mancing bareng teman-teman untuk makan malam, tempat ini asyik sekali bagi yang suka melihat pemandangan kelap-kelip lampu kota. Posisinya di lereng bukit, jalan menuju ke sananya agak PR karena masuk-masuk jalan kampung yang sempit.

Ndilalah waktu ke sana lagi kok ya ada truk yang berhenti tepat di pertigaan sempit yang menanjak menuju Mabuk Mancing. Mau putar balik pulang aja tapi kok sudah dekat, mau maksa kok agak takut juga sama warloknya. Beruntung karena posisi mobil sudah stuck, truknya dipindahkan, jadi bisa melanjutkan melaju di tanjakan Mabuk Mancing yang berada di ujung jalan.

Tempat parkirnya luas, muat 20 mobil kira-kira. Motor lebih banyak lagi. Kolam pemancingan keluarga di Malang ini punya 2 area. Kolam untuk perlombaan dan kolam untuk mancing hore-hore. Isinya sama aja sih, mungkin ada hidden gem di dalam yang perlombaan tapi cukup happy untuk mancing di Mabuk Mancing. Meski ikannya nggak ada yang nyamber sama sekali, gapapa, karena yang dapat di samping kanan kiri itu ga gitu-gitu besar juga ikannya.

Untuk harga ikannya masih relatif rata-rata dengan pemancingan lainnya. Yang membedakan harga makanan dan minuman di restonya. Agak pricey dibandingkan rasanya, jadi siap-siap merogoh kocek ya kalau sambil mancing sambil ngemil ini itu.

FYI, sekitar 100 meter dari Mabuk Mancing ada Kolam Pancing De-Ragil yang baru beberapa bulan dibuka. Tempatnya besarr sepertinya. Will be back soon to try.

Kolam Pemancingan Keluarga Pak Sukardi – Tumpang

Pencarian kolam pemancingan keluarga yang gampang akses mobilnya mulai berubah arah. Apalagi musim-musimnya penyekatan mendekati lebaran kemarin, mau keluar ke arah Kota Batu kok malas kalau disuruh putar balik. Akhirnya saya berputar-putar di daerah Tumpang.

Dari arah Sawojajar, Madyopuro, Pasar Sayur, dan lurus terus menyusuri jalan pintas ke Tumpang. Ada banyak sekali kolam pemancingan keluarga yang sekaligus sama tempat makan di ruas jalan ini. Ada juga yang dilengkapi fasilitas kolam renang, outbound, lapangan futsal, dan macam-macam lagi. Yang dilengkapi dengan kolam renang anak adalah Kolam Pemancingan Keluarga Pak Sukardi.

Setelah Kolam Pak Moel, ada kolam 1 lagi, kemudian Kolam Pak Sukardi tepat di seberang SPBU di jalan ini. Tempat parkirnya luas, kolam pemancingannya ada 2. Bagi yang menyukai tantangan, kolam Catch and Release paling tepat dikunjungi. Setiap pemancing harus membayar 50.000, sedangkan pengantarnya atau yang menemani bayar juga 15.000. Hawa-hawa kompetisi kental sekali di sini. Joran-joran mahal menjuntai, saling mengintimidasi antar pemancing. Kalau ada yang teriak, horeee, yang lain rasanya kayak terpancing.

Kolam sebelahnya jauh lebih santai karena khusus untuk pemancing ikan kiloan saja. Jauuuh lebih santai meski masih kedengeran suara-suara kompetisi dari sebelah. Saking santainya, umpan saya disamber pun engga. 1,5 jam berdiri mencoba berbagai sudut dan kedalaman serta umpan yang berbeda, joran pun diberesi juga karena Pipi harus segera berangkat kerja.

Tapi, kolam Pak Sukardi ini sangat ramah pengunjung lho. Tempat menunggunya banyak kalau nggak mau mancing. Makanan dan minuman juga kayak enak-enak. Menurut warlok setempat, gurami bakar bikinan Pak Sukardi juara. Wah kayaknya harus balik ke sini lagi memang.

Kolam Pemancingan So’Laris yang Ada ‘Pocong’nya di Tumpang

So’laris dekat sekali dengan Museum Panji – Rumah Makan Inggil yang baru. Selepas dari gang menuju Lembah Tumpang langsung lihat ke arah kanan, karena posisinya harus belok ke gang di kanan. Turun sedikit sekitar 50 meter kalau bawa mobil langsung aja parkir di kiri. So’laris ada di sebelah kanan, turun lagi menuju kolam. Nah di gerbang masuknya ada kejutan, sesosok ‘pocong’ terpasang seperti orang-orangan sawah di balik sesemakan.

Hati saya sempat berdesir kaget. Mungkin kamu juga. Apalagi si ‘pocong’ ini bisa pindah tempat. Kali kedua kunjungan ke sana, dia nangkring di atas pohon. Panik nggak panik ngga? Kesel iya.

So far ini kolam pemancingan keluarga terdebes yang saya unggulkan untuk direkomendasikan. Ada 3 kolam ikan di sini. 2 kolamnya dibagi lagi dengan jaring pemisah untuk isi ikan yang berbeda. Ada ikan nila, ikan patin, ikan gurame, dan ikan bawal. Tempat duduk untuk memancing tersebar di seluruh penjuru, nyaman dan aman karena pembatasnya cukupan lah jadi anak-anak nggak mudah njlungup ke kolam.

Nggak bawa alat pancing sama sekali, bisa meminjam di sini. Umpan dan jaring ikannya juga tersedia. Ikannya cukup mudah dipancing. Apalagi pas kebetulan yang bagian gurami barusan diisi. Bagooos bisa sat set wat wet tanpa fafifu wasweswos langsung strike 3 ikan. Habis itu berhenti dulu, daripada kena pancing semua terus bayarnya mahal. Hahahaha.

Kolam Pemancingan So’Laris juga menyediakan area dining yang cukup banyak. Sepertinya bahkan sempat jadi tempat nongkrong-nongkrong menuju senja karena ada area yang modelnya meja bar. Yang menarik ada mini playgroundnya! Dengan area mandi bola dan ayunan serta seluncuran. Kamar mandinya bersih, mushollanya mungil tapi rapi. Tempat sampah ada di mana-mana.

So, saya rasa kalau mau mancing hore-hore lagi, So’Laris pilihan utama. Bapak senang, anak tenang, mama bisa sambil bekerja dan semua bahagia.

Incase kamu tertarik untuk melihat video tempat pemancingan keluarga di Malang rekomendasi saya ini, bisa intip langsung instagram.com/nengbiker atau tiktok Neng_Biker.

1 Comment

  • benar juga ya, salah satu cara mencari hiburan di masa pandemi gini memang paling bener yang outdoor.. di Jerman, memancing butuh izin khusus. tidak semua orang bisa dan diperbolehkan memancing.. makanya model usaha pemancingan gini kalo di Jerman mungkin ngga laku.. ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *