Let’s Read Aloud, Bund, Banyak Manfaatnya Membaca Nyaring

Kamu tahu gimana rasanya hati jadi cerah ceria membuncah bergemuruh di dalam dada saat melihat anak bersemangat membaca bukunya? Kamu tahu gimana leganya tidak perlu memaksa anak menghabiskan setumpuk buku-buku dan melihatnya membaca nyaring tanpa henti dengan senyum tersungging di sudut bibir?

Saya seneng banget yang pasti!

Apalagi ketika ia sudah jadi kutu buku mulai dari kecil tanpa perlu ngotot membuatnya duduk untuk membuka buku dan mengajarkannya untuk mengeja dengan susah payah.

Kenapa?

Apa hebatnya mulai dari kecil sudah suka sekali membaca? Apa bedanya dengan mulai kecil sudah bisa oprek-oprek smartphone mamanya gitu misalnya? Atau mulai kecil sudah lihai menggocek bola sampai masuk ke gawangnya?

Ya itu juga hebat sih, Bund!

Siapa juga yang bilang nggak hebat. Semua anak hebat dengan kebisaannya sendiri-sendiri. Tapi memang preferensi saya dan keluarga adalah mengajak anak-anak dan orangtua untuk ayo membaca, buku apa saja bisa.

Membaca dan Manfaatnya Untuk Saya

Membaca buat kami (dan mungkin buat orang-orang lain) adalah salah satu sarana utama mendapatkan informasi. Bahkan untuk mengetahui nilai suatu uang, kita perlu membaca angkanya, iya nggak?

Membaca berjalan beriringan dengan belajar. Semakin banyak membaca, semakin banyak yang dapat dipelajari. Dan semakin banyak yang dipelajari, semakin cerdas kita bertumbuh dalam menjalani hari demi hari.

Iya itu elu sih gampang bilang ayo membaca! Anak kamu nggak ngalamin susahnya belajar ngeja kayak anakku.” Kata teman yang itu.

“Anakku kalau diminta baca buku bilangnya ngantuk, bosen, aduh sebel, deh!” Kata teman yang satu lagi.

“Jangankan mau baca, dia bisa duduk diem tuh kalo lagi mainan hape. Buku mah nggak dilirik!” Kata teman yang tiba-tiba ikutan nimbrung.

Ya iya sih ya.. nggak semua anak bisa “tiba-tiba” cinta buku dan berminat membaca “dengan mudah”. Tapi mungkin pengalaman saya bisa jadi sebuah insight yang bisa menginspirasi atau pun cukup jadi informasi untuk semuanya.

Begini perjalanan saya membuat anak menjadi pecinta buku.

Mulai Dari Ayo Membaca Sebelum Tidur

Tanpa saya sadari anak pertama saya bisa membaca seolah “dengan sendirinya” tanpa perlu mengeja. Saya juga baru mengetahui hal itu saat sesi obrolan bersama wali murid si bocah di TK dulu.

Iya, alhamdulillah anak saya sudah bisa membaca sendiri sejak dia TK.

Resepnya sederhana, sejak dia usia 3 tahun saya membiasakan diri setiap malam membacakan buku untuknya sebelum tidur. Ya, sesederhana hanya membacakan buku kok. Bukan dengan embel-embel lainnya. Itupun dia cuma bisa melirik isi buku yang saya bacakan dari samping saja. Setiap malam.

Semuanya dimulai dari rasa kecewa pada diri saya sendiri.

Niatnya Bonding Mulai Dari Reading

Dorongan utama sebenarnya adalah untuk meningkatkan bonding. Seperti kebanyakan ibu-ibu bekerja, waktu saya bersamanya sangat singkat. Berangkat pagi pulang malam, seharian dia bersama neneknya. Frekuensi ketemu saya dengan dia cuma beberapa jam saja seharinya.

Alhamdulillah neneknya benar-benar menjaga anak saya dengan baik. Tidak cukup terima kasih sedunia saya ucapkan untuk beliau rasanya.

Tetapi, ada yang kosong di dalam hati.

Saya merasa lama-lama jarak antara saya dan anak begitu lebar hingga sampai di titik dia tidak mau tidur malam sama saya. Maunya sama neneknya. Ibu mana yang tidak sedih ditinggalkan seperti itu setiap malam tiba?

Saya meskipun capek bekerja, ingin juga ndusel tidur bersama dan menciumi bau acemnya setiap bangun pagi sebelum memulai hari.

Sampai suatu hari saya membaca trik dari psikolog bagaimana meningkatkan bonding dengan anak. Dari menambah waktu bermain, memasak bersama, berjalan-jalan, serta melakukan semua kegiatan bersama-sama.

Saya memilih reading. Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan saya dan suami melahap buku setiap sempat. Karena hanya sempat bertemu di malam hari, membaca buku sebelum tidur adalah ikhtiar untuk membuatnya tertarik tidur dengan saya lagi.

Dari membaca buku dongeng sebelum tidur, meningkat menjadi membaca bareng dengan suara nyaring.

We Read Aloud Together, Manfaatnya?

Tidak hanya berhasil untuk mendekatkan lagi saya dan anak, metode membacakan buku dengan nyaring yang baru-baru ini saya temukan ternyata disebut “read aloud” alias “membaca nyaring” atau “membacakan nyaring” ini juga memberikan banyak manfaat lain yang mengagumkan.

Sebagian dari manfaat metode read aloud yang saya pelajari adalah bisa melatih rentang fokus anak, melatih sinkronisasi asosiasi anak terhadap simbol dan bunyi, meningkatkan daya kreativitas dan imajinasi, juga mengasah critical thinking-nya.

Dalam perkembangannya read aloud membuat mereka mengasosiasikan kegiatan membaca dengan aktivitas yang menyenangkan, mengembangkan skill literasi, dan bonusnya bisa membaca tanpa mengeja.

Gimana nggak bikin hati saya jadi senang untuk terus semangat mengajak ayo membaca? Sampai-sampai membuat akun Instagram khusus untuk sharing tentangnya.

Punya Bayi Baru, Namanya Batu Read Aloud

Saking terpananya sama metode read aloud untuk membaca nyaring ini, saya pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti pelatihannya bersama pakarnya di Indonesia. Seiring pelatihan yang saya ikuti, saya juga membuat akun Instagram @batureadaloud sebagai wadah sharing, connnecting, serta continue learning tentang membaca nyaring dan hal-hal terkait membaca dan literasi usia dini lainnya.

Terkadang saya mengundang teman untuk bertukar pengalaman dan berbagi soal cara mereka mengajarkan membaca nyaring. Tidak jarang saya juga memakai fitur IG Live untuk membaca sekaligus belajar public speaking yang bisa buru-buru dihapus kalau kumat nggak percaya dirinya.

Dalam proses pertumbuhan bayi baru ini, saya mengenal banyak aktivitas literasi usia dini, metode pembelajaran usia dini yang bermacam-macam, berbagai referensi buku bacaan, dan juga digital library.

Di Digital Library, Baca Buku Cuma-cuma Sampai Cetak Sendiri Juga Bisa

Saya pikir Digital Library ini adalah bentuk sumber daya informasi yang amat membantu terutama di era pandemi dengan penerapan physical distancing dan #stayathome ini. Kita bisa dengan nyaman dan aman memilih-milih buku yang ingin ‘dipinjam’ dengan mudah di ujung jari. Bahkan saat leyeh-leyeh di atas kasur atau sambil ngelonin adek bayi yang lagi siesta.

Coba sekarang bayangkan dulu caranya. Kamu duduk manis di atas sofa, ambil hape kesayangan dan mencoba browsing Let’s Read Asia.

Dari deretan digital library yang banyak disarankan di dunia maya, Let’s Read merupakan salah satu rujukan saya saat mencari bacaan baru untuk dipakai membaca nyaring bersama anak. Fiturnya gampang dijelajahi, textnya gampang dibaca, tapi cerita bergambarnya itu lho yang bikin jatuh cinta.

Jadi, di platform Let’s Read Asia ini, kita bisa memilih banyaaaaakkk banget cerita bergambar yang ditujukan untuk anak-anak. Nggak cuma dalam bahasa Indonesia, di sini juga ada buku dalam bahasa Inggris, Hindi, dan Thai. Beberapa buku di library ini juga punya pilihan terjemah, jadi buku yang aslinya dalam bahasa Inggris bisa banget dibaca dalam bahasa Indonesia kalau terjemahannya sudah tersedia.

Sesuai dengan tagline-nya, “Asia’s free digital library for children”, di Let’s Read kamu bisa membaca buku-bukunya secara cuma-cuma di sini. Bahkan download bukunya untuk kemudian dicetak sendiri untuk penggunaan pribadi juga bisa. Cukup dipahami ya karena beberapa orangtua membatasi penggunaan perangkat digital dan memilih untuk memberikan bacaan fisik cerita bergambar saja untuk anaknya.

Asyiknya lagi, selain bisa dipilih bahasanya, tingkat kesulitan membacanya juga bisa disesuaikan. Ada enam level yang tersedia di sini. Mulai dari My First Book, Level 1, Level 2, sampai Level 5. Jadi, kalau menurutku pribadi sih, Let’s Read ini udah one stop solution buat berbagai kebutuhan bacaan buat anak.

Dari sekian banyak buku bacaan yang disediakan Let’s Read, HARI APAKAH INI? karya Kak Vania adalah cerita bergambar terfavorit dari semuanya. Ilustrasi Bea dan keluarganya dicoretkan begitu cantik karena banyak foreshadow di gambarnya yang bisa dieksplor lebih dalam saat membaca dengan suara nyaring bersama anak-anak.

Cara Download Let’s Read

Kalau ingin membacanya juga, sekali lagi saya sarankan untuk mendownload dulu aplikasi Let’s Read di PlayStore pengguna Android. Yang pakai iPhone dan sebangsanya bukan Android tetap bisa mengaksesnya langsung di reader.letsreadasia.org melalui browser.

Setelah lamannya kamu buka, baik di aplikasi ataupun browser dan ingin mencoba mendownload untuk dibaca nanti? Cara mendownload buku dari Let’s Read gampang banget kok. Percaya deh! Tinggal ketuk tombol download atau tombol unduh dan simpan filenya di hape. Kamu bisa mengaksesnya dari file manager.

Sudah coba sendiri? Sekarang coba jawab, hari apakah ini? Apakah harinya membaca buku baru di Let’s Read?

Memadukan Read Aloud feat Let’s Read

Kembali lagi ke metode Read Aloud tadi. Hal yang cukup penting untuk diperhatikan saat orangtua membacakan buku secara nyaring kepada anak adalah pilihan buku yang tepat. Read Aloud menekankan the nature of fun dalam aktivitasnya. Artinya, membacakan nyaring HARUS menyenangkan bukan dipaksakan.

Oleh karena itu yang dibacakan pun HARUS menyenangkan. Di usia anak saya sekarang ia menyukai buku-buku yang banyak gambarnya. Secara visual buku dengan banyak gambar dan kisah yang seru namun dekat dengan kesehariannya memang mudah banget dipahami anak-anak.

Begitu juga buku yang ceritanya tidak menggurui adalah buku-buku yang cocok untuk dijadikan media membacakan nyaring. Dan nggak usah terkejut, buku semacam ini banyaaaaaak tersedia di Let’s Read, wohooo!

Getok Tular Hobi Membaca ke Adiknya

Anak pertama saya sekarang sudah kelas 2 SD dan koleksi buku-bukunya sudah cukup banyak. Tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah dan bertambah dan bervariasi tidak hanya dalam bentuk fisik namun digital juga. Perlahan tapi pasti koleksi buku di Digital Library Let’s Read terus dilahapnya setiap hari.

Saking senangnya membaca, dia sepertinya sudah berhasil juga menularkan kesukaannya akan membaca ke adiknya yang baru satu tahun. Mereka bisa asyik mojok berdua membaca buku di tangan masing-masing.

Jadi, orangtua mana yang hatinya tidak senang melihat anaknya hobi membaca buku?

Saya sih senang. Dan melihat kesukaan mereka membaca buku cerita bergambar ini saya akan tetap berusaha untuk sharing tentang read aloud yang memiliki manfaat menakjubkan. Tidak hanya bermodal buku-buku koleksi di rumah, memanfaatkan buku koleksi Let’s Read membuat saya lebih mudah untuk membumikannya agar semakin banyak yang menerapkan metode Read Aloud.

Tidak muluk-muluk, tujuan saya sederhana kok. Saya mau anak-anak di lingkungan saya tumbuh dengan minat membaca dan kesenangan untuk belajar sepanjang masa. Membaca adalah jendela informasi menjelajah dunia yang lebih luas lagi.

~ seperti diceritakan Noviana Indah yang sekarang dipanggil Kak Novi Read Aloud. Teman sepersyalala-an yang menjadi panvtan saya dalam mengajak anak untuk membaca, membaca, dan membaca lagi.

~ semua materi image yang tercantum adalah hak milik Kak Novi.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.