di rumah aja

Ibu, Harus Bagaimana Hadapi Virus Corona Covid-19 Itu Ya?

Cemas, bingung dan mulai panik, mungkin dirasakan sebagian dari kita menghadapi perkembangan virus corona di Indonesia. Di Malang sendiri sudah beberapa yang terindikasi positif dan datanya masih bisa bertambah karena simpang siurnya kondisi di lapangan. Antara takut tertular dan masih harus memastikan kesiapan anggota keluarga, apa yang harus dilakukan ibu dalam menghadapi perkembangan virus corona ini ya?

#Dirumahaja?

Ada banyak cara biar di rumah aja jadi menyenangkan. Yang pertama tentu jaga kesehatan seluruh anggota keluarga agar siap menghadapi virus di luar sana. Cuci tangan selalu dan ganti baju serta mandi setelah dari luar rumah.

Pasang tv kabel dan wifi kenceng buat yang nggak bisa lepas dari internet, atau stok permainan anak-anak yang banyak. Saya follow beberapa akun teman yang bikin keterampilan untuk anak-anak menghabiskan waktu berjam-jam tanpa terasa.

Tapi gimana juga ya, wong saya juga masih bekerja. Pada embahnya anak-anak saya menitipkan set keterampilan itu untuk dipakai anak dua. Hingga saat ini, tv tidak pernah menyala lebih dari 2 jam setiap hari. Anak-anak dan eyang sibuk sendiri.

Sementara bagi pasangan muda, hati-hati yang menerapkan #DiRumahAja berdua. Kelan-kelon bisa sewaktu-waktu kalau begini caranya. Pakai pengaman bagi yang mengatur jarak kelahiran, biar nggak nyesal kemudian sambil jejeritan: Makanya Pakai Kondom!

#WorkFromHome

Jika ada keistimewaan bisa bekerja dari rumah, manfaatkan. Atur ruang kerja sebaik mungkin biar bisa semaksimal mungkin mengerjakan task dari kantor tanpa kehilangan konsentrasi karena gangguan anak-anak.

Untuk ibu yang dari dulu sudah bekerja dari rumah, saya rasa penyesuaian diri dengan perkembangan virus corona di Indonesia ini bisa lebih mudah daripada ibu yang sebelumnya bekerja di luar rumah. Sungguh tepat untuk menelusuri timeline mereka ketika memulainya dulu.

Para mak-mak rocker sahabat saya mengakui, mendampingi anak belajar dari rumah sembari bekerja itu menguras kesabaran sampai tinggal titik-titik ampasnya. Kita semua belajar bersama menghadapi periode ini ya.

#StudyFromHome dan #OnlineLearning

Melanjutkan curhatan mak-mak rocker, anak-anak mereka yang rata-rata sudah TK dan SD biasanya mendapat tugas dari sekolah yang harus dilaporkan online lewat google classroom atau grup wasap. Main guru-guruan kata seorang teman lainnya. Ternyata tidak mudah. Kami sungguh salut sama guru-guru yang sabar sekali selama ini menemani anak-anak di sekolah.

Belajar di rumah kebanyakan ceritanya jadi World War 2020. Di foto tampak cakep karena duduk rapi mengerjakan tugasnya. Behind the scene, harus melalui peperangan minta main game lah, lapar lah, pengen tidur aja lah, bosan lah. Mungkin karena suasana rumah yang berbeda dengan sekolah juga sih, jadi anak-anak menyeting dirinya untuk santai.

Ada yang menyarankan agar suasana belajar di rumah dibuat seperti di sekolah. Dengan mandi rapi dan berseragam seperti sehari-hari. Tapi tidak mudah untuk anak-anak di usia TK dan SD kelas 1-2 ternyata. Karena kenyataannya 10 menit sebelum google classroom dimulai pun, masih nyenyak tidur semuanya.

#BelanjaDariRumah atau Belanja #DariRumahAja

Untungnya saat diimbau untuk membatasi aktivitas diri, banyak e-commerce yang membantu emak-emak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, cukup dari rumah. Belanja sayur ada, belanja alat rumah tangga ada, belanja mainan anak ada. Sampai yang memberi diskon alat-alat kebersihan biar semua tetap ingat kalau virus covid-19 ini wajib dihalau dimulai dari diri sendiri.

Ibu, Jangan Lupa Siapkan Dana Darurat Hadapi Covid-19

Sedikit tambahan dari diskusi para leaders di WAG tadi pagi. Kami cemas dengan nilai tukar rupiah yang anjlok, IHSG dan saham yang rontok, harga emas yang melambung tinggi, sampai berapa jumlah nilai tabungan kami. Beruntung kami masih bisa bekerja dari rumah dan mengandalkan gaji. Bagaimana dengan yang hari ini kerja untuk makan hari ini?

Jika kamu baca membaca sampai bagian bawah sini, siapkan dana darurat segera. Kita harus bisa menyiapkan keluarga kita menghadapi masa-masa berat ini. Kencangkan lagi semangat menanam sayur di rumah supaya bisa mencukupi kebutuhan gizi keluarga jika kebutuhan itu tidak terbeli. Tahan investasi, taruh uang di bank secukupnya dan miliki uang cash 1x pengeluaran bulanan agar kamu bisa mendapatkan dana cair sewaktu-waktu inflasi terjadi.

Satu yang pasti. Jangan panik membeli kebutuhan rumah tangga. Beli secukupnya saja kebutuhan yang lebih urgent seperti susu dan popok anak yang belum bisa potty training. Kalau masih ada sisa dana, yang berpengalaman di bidang ekonomi menyarankan untuk diinvestasikan dalam bentuk emas yang nilai tukarnya lebih bisa diandalkan. Emas batangan kalau bisa.

Saya punyanya batang emas-emas. Eh.

Semoga Indonesia bisa bertahan menghadapi badai virus Covid-19. Semoga kita semua bisa bekerjasama melaluinya.

Catatan ini akan menjadi pengingat bagi saya sendiri suatu saat nanti jika berhasil melewati badai Covid-19 dengan sehat dan selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *