Saat Sasi Mulai MPASI, SehatQ.com Beri Panduan Cegah Munculnya Alergi Pada Bayi

Pernah ada dalam satu masa, saya diet segala makanan enak yang saya suka. Dari cokelat, susu cokelat, wafer cokelat, dan cake cokelat dilarang dikonsumsi karena Gaga alergi. Kali ini memasuki usia 6 bulannya Sasi, saya sudah was-was duluan, apalagi makanan yang mungkin tidak boleh dikonsumsi karena menyebabkan alergi pada bayi. Rekomendasi cara cegah alergi pada bayi dari SehatQ yang saya baca barusan, menenangkan.

Alergi pada bayi tidak semuanya mengganggu. Tapi ada juga yang berpotensi membahayakan jiwanya. Kalau yang dialami Gaga sendiri, alergi makanan mengandung cokelat menyebabkan badannya jadi gatal-gatal. Kulitnya jadi jelek sekali karena gatal-gatalnya terlalu parah sehingga menimbulkan luka.

Dari ulasan SehatQ, cokelat sendiri sebenarnya tidak termasuk makanan yang paling sering menyebabkan alergi pada bayi. Biasanya telur ayam, susu sapi, kacang, dan seafood yang paling dicatat untuk dihindari karena menyebabkan alergi. Tentu cokelat nggak masuk dalam menu MPASI Gaga, tapi alerginya muncul karena ia masih menyusui.

Agar kesehatan (mental) ibunya tidak terganggu karena tidak boleh mengonsumsi makanan kesukaannya, satu cara adalah Tanya Dokter bagaimana mengatasi alergi cokelat pada bayi. Kebetulan dokter anak kepercayaan saya mendalami masalah alergi dan alergennya. Setelah disarankan diet cokelat selama tiga bulan, saya boleh mengonsumsinya kembali untuk melihat bagaimana respon kulit Gaga terhadap cokelat.

Untung ya responnya hanya gatal-gatal. Tidak sampai alerginya menyebabkan sakit perut atau sesak napas. Di kumpulan artikel yang dipublikasi SehatQ.com, kamu bakal menemukan daftar penyebab alergi pada bayi juga orang dewasa, respon terhadap alergi serta cara mengatasinya. Sedang mencari penyebab gatal akibat alergi di kulit bayi seperti Gaga?

Gatal karena alergi yang paling sering terjadi adalah Eczema. Atau mungkin lebih sering mendengar istilah Dermatitis Atopik ya? Gejalanya adalah kulit kemerahan, gatal, pecah-pecah, terasa kasar, muncul luka melepuh akibat digaruk. Jenis alergi ini tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dihindari pemicu alerginya dan dikurangi gatal-gatalnya agar tidak mengganggu.

Ada juga jenis alergi Dermatitis Kontak yang munculnya kalau menyentuh pemicu alerginya. Gejalanya mirip dengan atopik tapi bisa menimbulkan bengkak di area kulitnya. Gatal-gatalnya bisa hilang sendiri, tapi juga bisa kambuh lagi kalau terjadi kontak dengan penyebab alergi.

Lalu, kenal dengan penyakit Biduran? Nah ini juga reaksi tubuh terhadap penyebab alergi ketika terjadi kontak. Biasanya biduran terjadi di kulit saya karena udara dingin atau kontak dengan debu berlebihan di lingkungan yang kotor.

Yang perlu diingat, penyebab dan cara penyembuhan di masing-masing alergi beda-beda. Kamu bisa Tanya Dokter langsung lewat forum kesehatan keluarga di website SehatQ. Jangan tanya google ya! Kamu bisa menanyakan segala kondisi, gejala, dan apa sih yang harus dilakukan ketika mengalami hal yang mengganggu di kesehatan tubuhmu.

FYI, seru sekali baca-baca keluhan kesehatan di SehatQ ini.

Kayak ada yang tidak bisa diungkapkan tapi ditanyakan orang lain di kolom Tanya Dokter. Cuma, jangan menyamaratakan gejala yang dialami dan pengobatan yang disarankan ya. Kondisi tiap orang bisa berbeda-beda hasilnya. Tanya Dokter di SehatQ untuk jawaban tercepat, dan konsultasikan juga pada dokter keluarga agar mendapat resep yang tepat.

Kayak ada yang tidak bisa diungkapkan tapi ditanyakan orang lain di kolom Tanya Dokter. Cuma, jangan menyamaratakan gejala yang dialami dan pengobatan yang disarankan ya. Kondisi tiap orang bisa berbeda-beda hasilnya. Tanya Dokter di SehatQ untuk jawaban tercepat tentang alergi anak atau masalah kesehatan lainnya. Lalu konsultasikan juga pada dokter keluarga agar mendapat resep yang tepat.

Semoga masa MPASI Sasi berlalu dengan tanpa drama alergi bayi ya, terima kasih doanya ^^.

Leave a Reply

Your email address will not be published.