Klarifikasi Ratri Putri, Korban Penyalahgunaan Foto e-KTP yang Dilampirkan Untuk Penipuan

Sore kemarin suami heboh menunjukkan postingan di Komunitas Peduli (Asli) Malang, sebuah grup Facebook paling hits di kota Arema ini. Ada fotonya Ratri Putri, yang biasa saya panggil Ciputz – teman sejak jaman Plurk masih sering kopdaran. Disebutkan salah satu akun bahwa mbaknya jualan sepatu ke teman, sudah ditransfer tapi nomer WA dan HPnya malah diblokir. Dicantumkan juga foto KTP Ratri Putri di postingan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban.

Sewaktu saya menyapa Put, dia langsung menjawab: Postingan FB ya mbak? Huhuhu, jadi saya adalah orang ke sekian yang memastikan benarkah e-KTP yang dicantumkan itu milik Ciputz. Usut punya usut, ternyata ini sudah KEJADIAN KE ENAM foto e-KTPnya digunakan untuk berbuat kejahatan oleh orang lain.

Melalui postingan blog ini saya membantu Ciputz mengklarifikasi sekaligus menjelaskan duduk perkara mengapa e-KTPnya bisa disalah gunakan. I think, ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua agar berhati-hati dan mengingat-ingat foto e-KTP pernah digunakan untuk apa saja.

Ciputz mengklarifikasi bahwa e-KTP miliknya tidak pernah hilang. Sekali lagi, tidak pernah hilang. Yang tersebar dan disalahgunakan saat ini adalah foto e-KTPnya. Ciputz mengakui ia lupa apakah foto e-KTP itu pernah digunakan untuk keperluan apa. E-KTPnya tersimpan aman di dompet, jadi terkonfirmasi ya kalau e-KTP Ratri Putri tidak pernah hilang.

Kemudian bermunculan kasus-kasus penipuan yang menggunakan e-KTP atas nama Ratri Putri. Secara kronologis, ia menyebutkan kasus-kasus yang dialaminya.

Periode Mei 2018, Digunakan Untuk Kredit AEON

Ciput menyadari foto e-KTP atas namanya dipakai untuk pembelian TV dengan leasing kredit AEON. Nominalnya sekitar 3 juta rupiah, term pembayaran setahun, dan diajukan di GIANT Kebonsari. Setelah dilakukan cross check, tidak ada pembelian yang dilakukan Ciput dan keluarganya. Call center AEON tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan saat dikonfirmasi Ciput dan keluhannya diupload di Surat Pembaca mediakonsumen.com di sini.

Ciputz Saat Melapor ke Polres Pada Kasus AEON

Anehnya, ternyata lokasi pembelian yang tercatat adalah di GIANT Sawojajar. Data pendukung yang dimasukkan ke AEON diketahui palsu dan lolos verifikasi. Ciput pun telah melaporkan ke Polres untuk penyalahgunaan e-KTP ini. Namun hasilnya nihil. Tetapi surat tanggapan dari AEON dikirimkan pada 25 Juli 2018. Linknya bisa dibaca di tanggapannya.

Kasus kredit AEON ini pun dianggap selesai tanpa penjelasan mengapa datanya bisa digunakan untuk melakukan pinjaman atas nama orang lain.

e-KTP Dipakai Untuk Pencairan Uang Online di BANK NASARI

Baru pertama kali membaca bank ini? Sama. Ciputz pun demikian. Lokasi bank ini ada di daerah Rampal, Klojen.

Korbannya mengaku dari Bank Nasari, datang ke rumah Ciput untuk menagih pencairan dananya. Sayangnya saat itu yang menerima kedatangan adalah Mertua Ciputz. Ia mengaku berkomunikasi dengan pelaku lewat WA. Seperti yang sudah biasa terjadi, pelaku meminta transfer sejumlah uang untuk alasan administrasi. Foto e-KTP Ratri Putri dikirim lewat WA untuk bukti bahwa pelaku tidak berusaha menipu.

Sayangnya, si korban percaya dan mentransfer sejumlah uang secara bertahap. Sampai akhirnya gaji para tukangnya selama seminggu juga ditransfer ke pelaku penipuan. Kasihan tapi mau gimana, Ciputz pun tidak bisa membantu, hanya bisa menyarankan untuk lapor ke pihak polisi.

Setelah saya telusuri, ternyata kasus penipuan kredit online mengatasnamakan BANK NASARI Malang ini ramai juga. NASARI sendiri merupakan sebuah Koperasi Simpan Pinjam. Tidak pernah membuka layanan kredit online, pengajuan kreditnya hanya dilakukan melalui kantor cabang-cabangnya. Konfirmasi dari KSP NASARI bisa dibaca di sini. (https://metro.sindonews.com/read/1355239/170/layanan-kredit-online-marak-ksp-nasari-itu-penipuan-1542356041)

Foto e-KTP Dipakai Apply Nomer Pascabayar MATRIX INDOSAT OOREDOO

Ciputz adalah pengguna nomer Indosat sejak jaman dahulu kala. Ia tidak ada masalah dengan nomer yang dipakainya, namun ternyata datanya disalahgunakan seseorang untuk membuat nomer Pascabayar tanpa persetujuan Ciputz. Pengajuannya sendiri dibuat di Galeri Teluk Betung, Lampung.

Ciputz mengetahui datanya disalahgunakan saat tagihan telepon pasca bayar beberapa kali dilayangkan ke alamatnya. Ia menulis Surat Pembaca kembali di mediakonsumen dan dapat dibaca di sini.

Dipublish pada April 2019, sampai klarifikasi ini ditulis tidak ada tanggapan tertulis atas keluhan Ciputz dari pihak Indosat. Namun Ciputz dihubungi lewat telepon dari pihak Indosat yang mengabarkan kasusnya telah ditangani, tagihan yang telah diterbitkan tidak perlu dibayar. Begitu saja, tanpa memberi tahu siapa yang memakai data dan foto e-KTP-nya.  Saat ditelusuri di internet, sepertinya tidak ada keluhan serupa yang dialami Ciputz.

Dipakai Untuk Pinjaman Online BANK NASARI (…lagi…)

Hampir mirip dengan kasus pertama, korban datang ke rumah Ciputz untuk menagih uangnya. Korban mengaku meminjam 15 juta. Dengan flow yang sama dengan kasus pertama, melalui WA korban digiring untuk mentransfer sejumlah uang. Sayangnya, total uang yang dia transfer sendiri hampir senilai 15 juta. Korban sampai mengancam Ciputz untuk diadukan ke pihak kepolisian. Yaa kebetulan kan sekalian lapor saja.

Kasus ini tidak ada jalan keluar.

e-KTP Ratri Putri Digunakan Untuk Jual Beli HP Online

Inilah kasus yang membuat Ciputz down berat. Korban penipuan pembelian hp ini memosting foto e-KTP Ciputz dengan data yang terpampang jelas tanpa disamarkan.

Ciputz langsung melaporkan kembali kejadian ini ke Polres. Sayangnya aduannya tidak bisa dibuat laporan karena Ciputz tidak mengalami rugi materi. Pihak kepolisian sendiri tidak bisa membantu banyak karena tidak ada pasal yang bisa dikenakan. Pencemaran nama baik itu pasal berapa ya?

Kronologis penipuan jual beli HP online: Korban membeli hp harga 400ribuan dengan merk apalah gitu. Si penipu memberi foto SPG yang jual dengan e-KTP Ciputz, juga memberi tahu nama tokonya. Jelas-jelas foto SPG dan foto di e-KTP berbeda, nama rekening untuk transfer uangnya pun bukan nama yang di e-KTP. Korban tetap mengirim uang sejumlah nominal harga HP yang disepakati.

Saat ditelusuri oleh suami Ratri Putri, pelaku penipuan jual HP beli online ini tetap melampirkan data yang sama seperti yang diberikan kepada korban sebelumnya. Akun jual beli HP ini tercantum di salah satu e-Commerce besar, btw.

Foto e-KTP Ratri Putri Digunakan Untuk Penipuan Jual Beli Sepatu

Inilah kasus yang saya tanyakan ke Ciputz kemarin. Menurut suami Ciputz, nama pemilik rekening bank tempat mentransfer uang sama persis dengan penipuan jual beli HP sebelumnya. Rekening bank Mandiri 1200011149452 atas nama ANDIKA SAPUTRA JAY ini terindikasi melakukan penipuan mengatasnamakan e-KTP Ratri Putri.

Setelah dikonfirmasi, korban menghapus thread keluhannya di grup Facebook Komunitas Peduli (Asli) Malang.

Kalau melihat komen-komen sebelumnya di thread tersebut, sebenarnya warganet ini sudah cukup melek atas kemungkinan foto e-KTP Ratri Putri disalahgunakan. Mengingat jaman serba digital ini semua hal bisa dilakukan, jadi mereka mengingatkan sesama member grup untuk waspada pada modus-modus penipuan dalam bentuk pinjaman online maupun jual beli barang secara online.

Hal yang paling mudah diketahui jika diindikasi terjadinya penipuan adalah data-data yang dikrimkan tidak sama satu sama lain. Data pemilik e-KTP tidak sama dengan nama rekening, misalnya. Cermati juga foto yang digunakan. Jika tidak sama (seperti kasus e-KTP Ciputz dan foto SPGnya) lebih baik diabaikan.

Satu yang terpenting, BE A SMART WARGANET! Gadget boleh smartphone, kapasitas otak juga ditingkatkan dengan selalu waspada pada harga-harga miring dari barang yang ditawarkan. Begitu juga pada tawaran pinjaman online yang konon katanya dapat dicairkan dengan proses yang mudah. Apalagi jika difollowup melalui nomer terpisah yang sedikit memaksa melakukan pembayaran biaya administrasi atau apalah.

Terakhir, kamu juga bisa mengecek ulang lebih dulu nama-nama yang tertera di penawaran jual beli atau pinjaman online tersebut lewat mesin pelacak. Tidak sedikit yang sudah melakukan complain tertulis di dunia maya. Nama-nama pemilik rekening agak susah untuk diganti-ganti, meski nomer teleponnya mungkin sudah memakai operator yang lain. Janganlah menjadi korban penipuan yang sama.

Kasus penyalahgunaan foto e-KTP ini masih belum bisa difollow up kembali oleh Ratri Putri karena tidak ada laporan tertulis ke pihak kepolisian. Jika ada laporan dari korban, menurut pihak kepolisisan Ciputz baru menjadikan laporan tersebut sebagai dasar melaporkan keluhan yang dialaminya.

Ratri Putri menutup klarifikasi penipuan yang memakai foto e-KTPnya ini dengan pesan agar berhati-hati jika mengajukan kredit dengan melampirkan data diri. Kemungkinan datanya diperjualbelikan setelah ia mengajukan kredit pembelian barang yang ia lakukan sebelumnya dengan sebuah leasing kredit. Please take a note with your ID Card.

Jika ada yang menemukan atau mengalami kasus sejenis, atau juga menemukan foto e-KTP Ratri Putri di postingan lain, maukah kamu berbagi infonya di sini?

8 Comments

  • Ngeri amat euy. Trus gmana kalo transaksi yg emang kudu pake kopi KTP ya?

    Dr kejadian ini saya malah bersyukur foto di eKTP saya ga jelas karena cetakannya jelek. Ga jd minta ganti baru ah #lah :))

  • so sad, aku liat pertama kali di ig story, gak nyangka kalo separah ini ceritanya

    susah juga ya kalo ada oknum2 perusahaan yg bocorin (jual data) konsumen,

    aku sering transaksi urusan kantor dgn perusahaan2 telko (ISP), selalu pake e-ktp sama npwp, moga mereka bisa amanah

    • begitu pula kalo dapat hadiah. kan datanya juga dikumpulin dari ektp sampe npwp juga. hahaha aduh aku hanya bisa berdoa juga semoga ga disalahgunakan

  • Wah harus berhati-hati ya,
    Btw itu Bank namanya juga baru dengar,
    Dan dari aktivitas itu kok sepertinya Bank yang penting dapat Transaksi untuk kejar target aja ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *