Safety First Stop Tweeting

Pagi tadi gempa 5,9 SR mengguncang kabupaten Malang dan sekitarnya. Terasa keras di kantor berlantai satu, dan tentu bikin shock teman-teman di blok sebelah yang di lantai tiga. Serta merta saya ngtweet karena tab Twitter memang sedang saya ublek-ublek.

Senin belum terlalu siang oleh karena itu isi kantor belum penuh seperti biasa. Saat gempa terjadi saya cuma berpandang-pandangan sama @koko_ipid sambil tanya, gempa ya? Pintu kaca menuju halaman belakang bergoyang-goyang. Monitor komputer saya pun saya pegangin sambil mengukur waktu berapa lama gempa terjadi.

First thing first, sebelum ngetweet saya tau dong posisi kursi dan pintu keluar serta keamanan meja kerja. Tentu saya ngga mengabaikan keselamatan saya sambil ngetweet. Dikira semua yang ngtweet saat gempa terjadi di gedung tinggi ya? Ya ya, ini postingan no mention karena ada aja saja yang mengingatkan untuk mengutamakan keselamatan sebelum ngtweet tentang keadaan.

Second thing to do, saya memastikan kondisi keluarga di rumah dan kondisi rumah pun baik-baik saja. Gempa memang cukup besar tapi alhamdulillah semua di lingkungan aman terkendali. Kami pun melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Berbeda dengan beberapa rumah di lokasi yang lebih dekat dengan pusat gempa. Dilaporkan ada beberapa rumah rusak karena goncangan gempa di desa Sumbermanjing. Semoga segera mendapat bantuan dari pihak berwenang.

Memang kita ngga bisa menyamaratakan semua keadaan. Safety first is more important thing to do before you tweeting. For every conditions!

Sharing after reading, yes?

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *