Festival Jajanan Bango 2013

Festival Jajanan Bango 2013 kembali sambangi kota-kota besar di Indonesia. Kali ini di Malang, Bango menggandeng 10 Legenda Kuliner Nusantara, dan 44 kuliner khas Malang. Dibuka tepat pukul 10, pengunjung sudah bisa menikmati sajian dari pagi, hehehe.

Lokasi yang ada di Lapangan Rampal menyebabkan penyerbuan wisata kuliner sudah dimulai sejak pagi setelah senam pagi rampal berakhir. Antrian di masing-masing booth sudah mengular saat saya sampai sekitar pukul 9. Berputar dua kali seluruh lokasi untuk menentukan incaran, baru di putaran ketiga saya dan suami memilih menu sarapan.

Lontong balap Surabaya dan Tahu Tek Cak Kahar jadi pilihan. Seporsi nasi goreng kambing untuk papa. Tengkleng Solo titipan kakak. Dan Puthu Lanang untuk eyang-eyang. Kenyang! Ditemani Teh sereh madu Sari Melati dan stok free flow air putih dari Pure-it yang sehat, jadi ngga kepengen nyoba es krim Walls x). Usai mencicipi dan bungkus sana sini, saya mendapat 5 pouch Kecap Bango Manis dan Pedas di pintu keluar.

image

Masih banyak lagi menu yang tidak saya coba. Sate Klatak, Mie Aceh Sabang, sate jamur, sate haji paino, semur, ayam bakar, ayam panggang, gado-gado, bakso, dan banyak lagi namanya. Rugi memang kalo ngga nyobain. Tapi perut juga ga muat, dompet tetiba mengempis. Lumayan juga sih, mule 10ribu – 15ribu per porsi. Ngga kerasa kalo sudah habis banyak. Semoga tahun depan bisa coba menu lainnya lagi ya.

Tahun ini saya sangat puas menikmati Festival Jajanan Bango dibanding gelaran sebelumnya yang berlokasi di UM. Jam kedatangan menentukan prestasi rupanya. Jadi saya bisa enjoy pilih-pilih menu yang menarik hati. Tahun ini terasa lebih meriah dan megah karena booth masing-masing ditata rapi di pinggir venue, sehingga pengunjung tak perlu berdesakan sampai masuk meja pelayanan. Tahun sebelumnya saya datang setelah jam kantor, banyak booth sudah kehabisan stok. Jadi kuwatir gimana yang datang malam nanti..

Panitia dan Bango sudah berusaha begitu rapi mempersiapkan gelaran ini. Banyak usher yang berkeliaran dengan cepat membersihkan meja dan lokasi jika ada pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Yang kurang adalah kesadaran pengunjung untuk turut menjaga kebersihan. Termasuk saya, lupa membawa piring bekas makan ke tempat pengumpulannya. Baru ingat waktu sudah sampai rumah T_T. Ditambah kurangnya kesabaran pengunjung untuk mengantri, ngomel-ngomel padahal baru datang bikin panas antrian.

Perlu digarisbawahi juga untuk pengaturan arus kendaraan keluar masuk parkir yang rupanya tidak diperhitungkan. Arus kendaraan masuk yang jauh lebih banyak daripada yang keluar, jadinya ribut di pintu masuk keluar yang jadi satu. Kaki suami kelindes motor orang, kaki saya disaut jeruji motor di samping T_T. Untunglah saya dateng lebih pagi dari kalian.. *kipas2 di rumah*

Sharing after reading, yes?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *