The Famous HoutenHand’s Belgian Waffle

HoutenHand sudah cukup lama jadi tempat tongkrongannya anak Malang. Kata orang, suasananya mirip dengan Legipait. Ukuran cafenya mini!

Ngga heran, versi lain berkata pemilik HoutenHand dan Legipait ini orang yang sama. Genrenya yang berbeda. Di Legipait yang pertama beroperasi, menyediakan kopi kopi dan snack. Di HoutenHand diberi tambahan beer. A beer house then? Inilah yang bikin saya mikir 1000 kali untuk ke sana. Bukan apa-apa, saya kan anak baik dirajam.

Tapi saya ngga kuat iman. Bukan sama beernya, tapi sama Belgian Waffle yang sering banget beredar di timeline. Fotonya menggoda iman. Selapis waffle coklat, ditimpuki krim dan berbagai buah. Kelihatan yummmmy banget! Setelah sekian waktu bertahan, kemarin saya menyempatkan diri merasakan ambience nyamannya HoutenHand.

Kabar burung memang ngga bohong. Ukuran cafe yang mini terlihat dari parkiran. Saya, suami, Siwi, dan Wulan dapat duduk di area pintu masuk. Full jeung! Cara milih menunya bukan dengan ngliat buku menu, persis sama di Legipait, menunya tertulis di dinding. Saya pilih minum yang aman dong, Lemon Grass Tea. Karena nyari sereh di rumah susah sekali :).

Dengan cangkir besar segini, tehnya lama sekali dinginnya. Cukup menghangatkan malam yang sejuk dan melegakan tenggorokan sebelum memulai mengganyang Belgian Wafflenya. Nah, dengan penampakannya yang seger kayak di bawah ini, siapa mau nolak?

Wafflenya lembut dan renyah. Sedikit ada rasa coklat yang tersamar, ngga tau lagi sih kalo itu pas dapet yang gosong wakakakakakak. Jangan lupa siram dengan sirup mapplenya. Rasanya jadi jauuuuuh lebih enak. Teh sereh lemon 10 k, dengan waffle 20k, cukup sudah nongkrong malam ini.

Engga nyoba beernya? Hahahah, engga mauuu! Emang rasanya beer kayak apa sih?
Ceritain dong!

PS: fotonya punyaku nebeng di twitnya suami T_T

Sharing after reading, yes?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *