Esensi Berangkat Lebih Pagi

Saya tipe orang yang tidak suka terburu-buru di jalan. Lebih suka diburu waktu saat siap-siap di rumah daripada byayakan di jalan karena waktu yang sudah mepet jam masuk kerja. Kalau kamu?

Perfeksionis memang untuk soal waktu. Karena dengan berangkat pagi saya bisa menikmati suasana pagi, naik motor lebih hati-hati, juga bisa berbagi jalan dengan yang lebih membutuhkan. Membutuhkan gimana Neng? Coba lah berangkat lebih siang besok, mepet dengan jam masuk kantor. Kamu sangat butuh jalan daripada yang lain kan? Brusuk sana sini, potong sana sini biar ngga telat masuk kantor. Terus, cobalah berangkat lebih pagi besok lusa. Betapa berbeda rasanya bisa menikmati jalanan dengan kecepatan sedang. Memberi jalan di perempatan bagi yang membutuhkan untuk lebih cepat sampai di tujuan.

Rasanya, beda 🙂

Rumah saya dulu ke kantor jaraknya yaaa sekitaran 10 menit naik motor. Tapi saya suka berangkat 30 menit sebelum jam 8. Bahkan pernah suka 1 jam sebelum jam 8. Rumah saya sekarang, jaraknya hanya 5 menitan mungkin dari kantor. Tetep saya berangkat 30 menit sebelum jam 8. Santai di jalan sebelum serius di kantor, bagi saya itu perlu. Daripada berangkat buru-buru, sampe kantor grasa grusu, kerjaan ngga ada yang bisa diselesaikan dengan tenang.

Tapi, sepertinya lebih banyak yang berangkat keburu-buru ya daripada yang lebih dulu. Sepanjang jalan diklaksoni orang. Sepanjang jalan dipotongi orang. Haduh..padahal saya sudah seminggir mungkin T_T.

Ngga papalah, masih sempat ngeblog sambil ngemil bakpao gini.

SELAMAT PAGI!

 

Sharing after reading, yes?

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *