Kapan Harus Pindah Atau Sebaiknya Renovasi Saja Saat Sudah Jenuh di Rumah?

Selalu ada cerita saat-saat menghuni sebuah rumah. Mulai dari pertama masuk dan keriwehan mengisi furniturenya, sampai cerita sekian lama sejak membeli rumah dijual tersebut. Salah satunya mungkin adalah di saat kamu merasa jenuh terhadap hunian yang sudah lama ditinggali.

Kejenuhan yang melanda pada masa-masa seperti ini tentu menjadi trigger munculnya sebuah ide untuk segera mengambil keputusan agar nggak semakin mati gaya. Biasanya, saat sudah jenuh di tempat yang ditinggali terlalu lama, ada dua opsi yang mungkin muncul di kepala. Pertama, keinginan untuk membeli rumah dijual baru dan pindah. Kedua, merenovasi untuk membuat nuansa yang baru pada hunian lama itu.

Kalau kamu saat ini sedang mengalami kejenuhan pada tempat tinggal dan belum dapat memutuskan opsi apa yang akan diambil, Freshome melansir sejumlah alasan-alasan terbaik untuk menjadi patokan. Kapan kamu harus pindah atau kapan kamu harus merenovasi rumah. Simak baik-baik setiap pilihannya ya.

Pilihan 1: Menjual Rumah

Perhitungkan Dulu Lokasinya

Kondisi hunian yang buruk atau ruangan yang terasa tidak mengenakan pada dasarnya dapat untuk direnovasi atau didekorasi ulang agar sesuai dengan keinginan sekarang. Namun, lokasi yang sangat jauh atau tidak berkembang adalah sebuah hal mutlak yang tidak dapat diperbaiki.

Kalau lokasi rumah kamu terasa sangat jauh dari tempat bekerja, ada baiknya untuk segera mencari rumah dijual yang lain. Tidak mesti berada di area tempat bekerja, rumah-rumah dijual yang terletak tidak lebih jauh dari tempat tinggal sebelumnya yang berlokasi terlalu jauh dirasa lebih masuk akal untuk memotong budget akomodasi ke tempat bekerja sehari-hari.

Lokasi yang tidak berkembang pun dapat menjadi faktor yang seharusnya tidak dipertahankan. Hal tersebut dapat ditinjau dari seberapa banyak ketersediaan fasilitas penunjang kehidupan yang dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir tinggal di wilayah tersebut.

Ingat Lagi Kalau Punya Niat Berinvestasi

Sebelum membeli rumah dijual, kamu tentu punya bayangan apa yang menjadi tujuan dalam membeli hunian tersebut. Jika dari awal tujuan adalah berinvestasi, setidaknya harus komitmen pada tujuan awal tersebut. Sekalipun lokasi tersebut tidak mendukung kepada aktivitas sehari-hari, kamu perlu mengingat bahwa properti adalah sebuah investasi yang harganya tidak mungkin mengalami penurunan nilai.

Kembali kepada salah satu sub-faktor sebelumnya, yakni potensi pengembangan area. Jika kamu menemukan bahwa pengembangan area di sekitar hunian tergolong potensial, dari penjualan hunian tersebut, kamu bisa saja meninggikan nilainya untuk untung yang lebih besar.

Pilihan 2: Renovasi Rumah

Sebenarnya Nggak Jenuh-Jenuh Amat Sama Rumahnya

Jangan bilang kalau kamu jenuh karena rumah tidak ada temannya. Pastikan dulu darimana sumber kejenuhanmu berasal. Kalau rasa jenuh terhadap kondisi rumah sekarang tidak terlalu besar, merenovasi atau mendekorasi ulang rumah merupakan hal yang paling disarankan untuk menghilangkan kejenuhan tersebut.

Apalagi saat ini belum memiliki budget yang besar untuk merenovasi secara total, cobalah untuk melakukan renovasi-renovasi hanya pada ruangan-ruangan tertentu. Misalnya beberapa ruang seperti, kamar mandi, ruang keluarga, ataupun bagian depan hunian.

Faktor tingkat kejenuhan pada dasarnya hanya kamu yang mengetahui. Jika memang kejenuhan telah berada pada titik maksimal, ada baiknya lebih memilih membeli rumah dijual yang berlokasi di tempat lain dibanding merenovasinya.

Anggota Keluarga Bertambah

Salah satu tujuan utama memiliki hunian adalah sebagai tempat tinggal bersama keluarga ya. Sudah pada maklum kok kalau suatu saat anggota keluarga bertambah. Kehadiran buah hati, atau anggota keluarga lain yang membutuhkan tempat tinggal sementara dan menumpang di rumahmu untuk sekolah atau bekerja.

Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi. Kalau ada area yang kosong dan belum dipergunakan, kamu bisa menambah ruangan baru di hunian. Akan memanfaatkan tanah kosong atau menambah lantai pada rumah yang belum dalam kondisi bertingkat, ada baiknya merenovasi area tersebut dulu dibanding sibuk mencari proyek-proyek rumah dijual sekalipun memiliki kapasitas yang memumpuni untuk penambahan anggota keluarga.

Mau menjual atau merenovasi rumah, pikirkan masak-masak sebelum mengambil langkah baru. Apalagi kalau kamu merupakan keluarga pasangan muda yang masih dalam proses pembelajaran untuk merajut  kehidupan berkeluarga. Menjual rumah atau merenovasinya, selalu ada pertimbangan untuk dibicarakan bersama si dia.

*img: pexels and modernismhome.com

2 Comments

    • renovasi rumah sebenernya juga bisa berlipat anggarannya.
      pas lihat uda jadi, keknya bagusan ditambain itu, lalu ditambain ini. gitu terus ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *