Capek Kerja Pilih Nikah? Beli Es Krim Wall’s Viennetta Aja!

Kalau bisa memilih pekerjaan apa yang paling menyenangkan, saya akan memilih yang jauh-jauh dari pekerjaan rumah setelah menikah. Sudah capek kerja, masih memikirkan cucian piring dan cucian baju pula. But since its coming in one package, sekarang saya jadi berandai-andai kalau capek kerja kok pengen es krim Wall’s Viennetta ya jadinya?

Salahkan para netijen yang mengangkat kedua tema ini berbarengan! Mbokya pilih salah satu ramainya. Jadi saya masih bisa mengatur tulisan untuk nebeng hype-nya. Ketika teman-teman perempuan membicarakan tema capek kerja pilih nikah dipadukan dengan bokek maka nikah aja karena bisa dinafkahin, sebagai perempuan bekerja dan ibu rumah tangga saya cuma bisa tertawa dalam hati.

Menikah itu nggak bikin kaya kalau tujuannya cuma minta dinafkahi kan? Yang artinya justru akan jadi backfire saat mendapat suami yang tidak sesuai ekspektasi untuk bisa menghindarkanmu dari capek kerja dan bokek nggak punya uang.

Saya berdiri di jajaran perempuan yang kalau capek kerja sebaiknya membeli es krim Wall’s Viennetta untuk menyingkirkan penat. Menyuap sendok demi sendok lapisan es krim yang rasa brownies sambil menghela nafas panjang.

Es krim Wall’s Viennetta yang sekarang jadi penghuni museum kenangan itu.

Menelusuri lagi sejarah es krim dengan tampilan super mewah yang pernah dikeluarkan Wall’s (setidaknya menurut saya), ada mimpi-mimpi masa kecil generasi 80an yang kini sudah mampu membeli Viennetta sendiri di saat dia sudah tidak lagi diproduksi.

Ada yang bilang orangtuanya lebih memilih membeli sembako daripada puluhan ribu uangnya cuma sekadar jadi es krim saja. Ada juga yang bilang saat ulang tahun ia dibelikan Viennetta hasil patungan 12 orang temannya. Ada yang keliling kota mencari Viennetta tidak dapat dan justru malah dijual bapak es krim Wall’s keliling komplek perumahannya. Ada yang sekarang ingin membelikan Viennetta untuk kedua orangtuanya yang dulu pernah memeras otak bagaimana si anak bisa mencicipi es krim mahal ini.

Dan seribu satu macam kenangan yang mengharukan. Hampir satu kata, ketika sudah bekerja dan sanggup membeli sendiri, ke mana es krim Wall’s Viennetta ini?

Pernahkah saya mencicipi es krim Wall’s Viennetta ini? Bagaimana ya rasanya? SAYA BENAR-BENAR LUPA! Seingat saya, periode terkenalnya es krim ini adalah saat keluarga saya tinggal di pedalaman yang listrik dari PLN aja belum masuk. Atau sekitaran sudah pindah ke kota tapi masih SD itu ya. Tapi kayaknya emang pernah cobain. Ingat bentuknya, lupa rasanya.

Sejarah Viennetta, Dessert Es Krim Branded Pertama

Jadinya saya perlu mencari-cari kenapa es krim ini menghilang. Menurut sejarahnya, Wall’s Viennetta diproduksi pabrik Wall’s yang di Gloucester yang juga memproduksi Magnum dan Solero. Pada tahun 2013, total penjualan es krim Wall’s Viennetta sepanjang produksinya mencapai £328 juta lho! Berapa rupiah itu?

Es Krim Wall’s Viennetta Dilindungi Hak Paten

Sejauh pengamatan selama ini, tidak ada brand lain yang mencoba meniru Viennetta. Salah satunya karena es krim ini dilindungi hak paten. Dalam sejarahnya produk Viennetta terinspirasi dari cake millefeuille bergaya Prancis. Pemilik Viennetta mengadopsinya dengan memadukan memakai resep Cornetto Belgia. Kemasannya diproduksi oleh perusahaan dari Jerman.

Hanya Saat Natal Ada Es Krim Wall’s Viennetta

Awalnya Viennetta dilaunching pada tahun 1982 di Inggris dan hanya dijual saat natal saja. Sederet hasil penjualan yang fantastis menyebabkan Viennetta dilaunching ulang tahun 1984. Menariknya, saat itu pemilik Wall’s nggak menyuruh supermarket menyetok Viennetta banyak-banyak. Kebalik, karena supermarket yang justru memohon agar Viennetta distok banyak-banyak biar bisa mencukupi permintaan pelanggan.

Menghilangnya Es Krim Wall’s Viennetta di Pasaran

Strategi menahan stok Viennetta di pasaran rupanya berbuntut panjang. Pada akhirnya es krim ini menghilang beneran, iya ini opini saya. Total penjualannya sepanjang tahun 2014 jauh dari yang diharapkan bahkan berada di bawah penjualan tahun 1990nya. Belum lagi inflasi yang terjadi.

Tapi, menurut informasi yang dibaca di brand page pemilik merk Viennetta, pada musim panas 2013 sebenarnya masih ada dua rasa favoritnya yang beredar di pasaran. Yaitu Viennetta rasa Mint dan Vanilla, ditambah dengan Strawberry.

Well, 5 tahun berlalu sejak laman press release itu dibuat, ke mana Viennetta sekarang? Kalau kamu mau mencari, produksi Es Krim Wall’s Viennetta ternyata masih ada lho! Di youtube!

Sharing after reading, yes?

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *