Panduan Mengurus Perpanjangan SIM di SIM Corner Plaza Araya Malang

Selain disibukkan memikir akan tahun baruan di mana, saya juga sibuk mikir akan mengurus perpanjangan SIM di mana tahun ini. Satu hal yang harus dilakukan karena siklus lima tahunan itu datang lagi memang. Tapi terus terang hal ini membuat galau, apalagi kalau bukan antriannya yang mengular. Gosip di timeline berhembus kencang, akhir tahun ini yang mengurus perpanjangn SIM di Malang jumlahnya meningkat signifikan.

Ada beberapa tempat mengurus SIM di Malang, seperti di Satpas Malang, SIM Corner Plaza Araya, atau di Mobil SIM Keliling. Kabar terbaru, mobil SIM Keliling sedang dikandangkan, sehingga konsentrasi massa akan memusat di dua tempat lainnya.

Benar saja, pertengahanย bulan Desember kemarin di timeline heboh dengan antrian mengular line perpanjangan SIM dan pengurusan SIM baru. Konon, bagi yang ingin membuat SIM baru di Malang antrinya dimulai dari selepas subuh.

Apa-apaan! Saya sebagai warga negara dan pemakai jalan yang taat aturan di bawah bendera NENGBIKER jadinya harus berpikir ulang. Tadinya mau mencoba perpanjangan SIM di Satpas tapi bangunnya selalu kesiangan, akhirnya jadilah mengurus di SIM Corner Plaza Araya karena bukanya memang siang. Apalagi dekat kantor, dipikir-pikir mungkin hanya akan habis waktu 1 jam lah terhitung seperti jam makan siang.

Persyaratan Umum dan Persyaratan Dokumen Perpanjangan SIM
Hampir sama seperti pengurusan perpanjangan SIM di Satpas Polres Malang untuk wilayah kabupaten, pemilik KTP Kota juga harus memiliki SIM yang akan diperpanjang. Bukan membuat SIM baru ya. #IYAINAJA.

BACA: CARA PERPANJANGAN SIM TERBARU 2016 DI SATPAS POLRES MALANG

Berdasarkan informasi yang didapat di depan konter SIM Corner, setiap pemohon perpanjangan di SIM Corner harus membawa dokumen:
– Fotokopi KTP dan SIM yang masih berlaku
– Surat Kesehatan dari Klinik Kesehatan, Puskesmas, Dokter Pribadi, atau Rumah Sakit

Dokumen ini akan dipakai untuk melengkapi formulir yang didapatkan di SIM Corner.

Panduan Pengisian Formulir Aplikasi Perpanjangan SIM
Secara garis besar pengisiannya cukup gampang. Mungkin kamu hanya akan dikagetkan kenapa formulir perpanjangan SIM formatnya seperti pengurusan SIM baru. Saya juga nggak paham. Tapi cukup isi saja data-data penting seperti Nama, Alamat, No dan Jenis SIM yang akan diperpanjang, juga pembaruan data apabila kamu pindah alamat di kota yang sama.

Bagi yang alamatnya pindah kota, ikuti cara berikut.
BACA: CARA PERPANJANGAN SIM YANG BEDA ALAMAT DOMISILI

Tampaknya semua berjalan dengan lancar ya? Tapi ingat, pengisian dokumen perpanjangan SIM ini jadi lancar setelah kamu melewati tahap nerakanya. Yup, ANTRI!

Tips Mengurus Perpanjangan SIM di SIM Corner Plaza Araya
Konon di tempat ini kuota pemohon SIM dibatasi sampai 50 formulir saja. Tapi tadi saya sempat bertanya, kata pak polisi yang berjaga tidak ada pembatasan kuota kok. Entah mana yang benar. Biar amannya, datanglah 1 jam sebelum SIM Corner buka dan hitung jika pemohon sudah lebih dari 50 orang, berarti lakukan prosesnya besok lagi saja.

Saya datang jam 12.45 tadi. Jumlahnya masih sekitar 6 orang saja. Lalu saya baru membaca persyaratan kelengkapan dokumen perpanjangan SIM. Untung datangnya sama suami, dia menjagakan posisi antrian, dan saya berlari ke Rumah Sakit Persada untuk membuat surat kesehatan. Karena setelah ditanyakan ternyata konter pembuatan surat kesehatan di SIM Corner ditiadakan sejak beberapa bulan yang lalu. Biayanya 85ribu rupiah T_T. Kamu bikin di Puskesmas aja deh ya.

Pukul 14.05, petugas SIM Corner datang dan meminta membentuk antrian. Pahami aja siapa orang yang duluan berada di lokasi, etika aja sih karena seharusnya ya antri dengan rapi. Tapi seperti biasa, ada orang goblok yang menyela antrian.

Pukul 14.07, petugas memeriksa persyaratan dokumen dan memberikan map berisi formulir perpanjangan SIM untuk diisi. Jadi bawalah bolpoin sendiri biar nggak rebutan sehingga proses pengisian lebih cepat.

Setelah semua dokumen perpanjangan SIM telah dilengkapi, segera kembali mengantri penyerahan dokumen. Petugas akan memeriksa kembali kelengkapan dokumen dan mengembalikan KTP asli ke pemohon. Simpan baik-baik. Tunggu di dekat SIM Corner karena namamu akan dipanggil untuk melakukan pembayaran SIM. Terhitung akhir 2016, biaya perpanjangan SIM A 80 ribu dan perpanjangan SIM C cukup 75ribu. Lalu tunggu lagi untuk menuju antrian proses tanda tangan digital dan pengambilan sidik jari serta foto diri.

TIPS PENTING BIAR FOTO SIM CAKEP dan GANTENG:
Untuk pria, sepertinya disyaratkan untuk memakai kemeja atau kaus berkerah. Perempuan bebas, saya pakai kaus biasa.
Untuk yang berkulit gelap, pakailah atasan berwarna cerah. Jangan hitam atau putih.
Sisir sedikit bagian rambut yang menutupi wajah, rapikan dulu sebelum duduk di kursi foto.
Petugas akan menghitung 1,2,3, jadi kamu akan sempat menyiapkan pose andalan pas foto yang terbaik.

Setelah foto, tunggu lagi proses pencetakan SIM. Biasanya memakan waktu 10-15 menit karena masih banyak antrian. Sempat kok untuk ke toilet melepaskan tanggungan. Petugas akan memanggil sesuai urutan nama pencetakan. Periksa kembali nama dan alamat SIM yang tertera setelah diserahkan.

Senang, karena proses perpanjangan SIM-nya tidak seribet yang dibayangkan. Apalagi KTP saya masih sementara karena e-KTP belum juga berhasil dilalui secara blankonya masih saja kosong di Dispendukcapil. Yang pasti, harus sabar mengantri ya.

Jadi, ada yang mau ditanyakan?

35 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *