The Sky’s The Limit

Kamu pernah ngasi saran ke temen dengan kata ‘Sabar ya‘?

Saya sering. Hampir selalu setiap saat kalo ada temen yang dalam kesusahan saya selalu bilang, sabar ya.. Seakan kata sabar adalah jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi teman-teman saya. Dan mungkin mereka pun sudah bosan dikasih saran dengan kata yang sama, yang juga didapet dari teman-teman lainnya.

Habis… gimana ya, kan kalau kita punya masalah lebih baik bersabar. Menahan diri untuk melakukan hal-hal di luar nalar ketika emosi sudah sampai ke puncak ubun-ubun. Easy word. Hard to do.

Sabar memang lebih mudah diucapkan di mulut sendiri saat bukan kita yang kena musibah. Susah sekali dilakukan saat kita sendiri yang sedang mengalaminya. Dan saya selalu bertepuktangan untuk diri sendiri ketika saya bisa melakukannya.

Itu adalah hal yang sangat susah dilakukan ketika harga diri terinjak-injak, kepercayaan terhadap orang lain tergores, dan keinginan untuk ngeplak begitu tinggi. Saya memang orang yang ringan tangan. Tapi saya tidak menyakiti fisik. Saya harus tau orang itu mengalami luka yang sama dengan yang saya rasakan. Saya ngga bangga dengan sifat saya. Saya hanya ingin kamu tau.

Dan saat saya bisa menahan diri, sabar untuk tidak melakukannya, tepuk tangan itu menjadi semangat saya untuk lebih sabar lagi.

 

Sharing after reading, yes?

1 Comment

  • saya lebih sering kasih saran ke temen untuk makan enak saja kalo ada masalah, apalagi bisa makan bakso gratisan *summonpemilikblog*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *