kenapa waktu begitu cepat berlalu

Kenapa Waktu Begitu Cepat Berlalu, Mau Tahu Jawabannya?

Kayaknya baru bangun, tapi sudah dikejar-kejar tugas. Meeting sudah menanti. Anak-anak nggak bisa diatur, mandi makan keburu-buru, minum susu, belum-belum sudah waktunya makan siang juga. Gimana bisa bekerja dari rumah kalau begini caranya? Kenapa waktu cepatnya berlalu, kenapa jadi nggak sempat ini itu?

Jawabannya ternyata cuma satu. Saya bangun terlalu siang.

Setelah salat subuh memang enak tidur lagi, merem dan menyiapkan mental apa yang akan terjadi hari ini. Lalu tiba-tiba sudah jam 7. Suami sudah berangkat ke kantor 30 menit lalu. Anak-anak belum mandi. Belum sarapan juga.

Menyiapkan mental katamu, Neng?

Iya bekerja dari rumah tidak mudah. Karena saya harus bertemu anak-anak 24/7. Kapan waktu me time? Kapan waktu bisa berbicara pada diri sendiri seperti sebelumnya? Tidak ada.

Tidak ada me time seperti di kantor yang bisa membuat dirimu jadi dirimu sendiri. Tidak ada ngobrol sama teman-teman, sharing ide berbantahan, tidak ada sindir-sindiran soal pekerjaan lewat pembicaraan. Tidak ada.

Sehingga saya harus menyiapkan dengan baik hari demi hari biar nggak mendadak bego mengalami writers block. Because it is how I earn money for live. Agar mood terjaga. Dengan bangun lebih siang?

Ternyata nggak gitu juga.

Anak-anak senang bangun pagi. Menyiram tanaman sama Atun dan Ati. Kadang-kadang jalan-jalan keliling gang melihat embun yang menempel di dedaunan. Sayanya masih di balik selimut. Lalu teriak-teriak menyuruh mandi karena jam sudah menunjuk angka 8.

Satu hari, saya ikut bangun pagi. Tidak lagi tidur setelah subuh. Menyapu dan mengelap perabotan dengan tenang. Menyiapkan sarapan bahkan bisa sampai tiga macam. Menunggu pakaian selesai dicuci mesin dan menurunkan gantungan jemuran. Memanaskan air untuk anak-anak mandi. Bahkan sempat mengepel lantai rumah.

Ketika anak-anak sudah duduk rapi, mandi dengan seru, tinggal menyisir rambut saja. Jam masih menunjukkan jam 6.30 pagi. Saya mandi dan duduk di meja kerja jam 7 pagi. Ide-ide mengalir begitu saja. Tulisan lancar dibuat dari opening sampai closing.

And then waktu berlalu begitu tenang dengan pekerjaan yang sudah terselesaikan. Malam datang, dan anak-anak tidur di samping sementara saya menyelesaikan level demi level game Gardenscapes di smartphone.

Kemudian besoknya bangun kesiangan. Dan level mood saya turun drastis. Sambil muring-muring kenapa waktu berlalu begitu cepat, tahu-tahu sudah sore. Berantakan sekali hari ini, begitu keluh saya.

Tapi saya selalu mengingat hari ketika damai itu terjadi karena bangun pagi.

Mungkin kamu juga ingin mengulang hal yang sama saat bertanya, Kenapa Waktu Berlalu Begitu Cepat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *