Nona Java dan 6 Tempat Makan Siang Pilihan di Plaza Araya

Setelah edisi renovasi karena kedatangan gerai Burger King dan cabutnya gerai KL Suki dari Plaza Araya, tim makan siang hore kelimpungan mencari tempat untuk istirahat. Sudah dari tahun lalu sih sejak saya baru masuk kembali usai cuti melahirkan. Yang kemudian hamil lagi. Lalu ngidam parah untuk selalu minum kopi sehingga ngempernya di Excelso terus karena tidak ada lagi Kedai Oppa, Sate Ponorogo Nologaten, dan nasi lalapan ayam.

Area teras Plaza Araya dulu memang sangat nyaman untuk makan siang. Pilihannya banyak dan cukup terjangkau. Kalau dompet lagi kosong, tinggal masuk ke ATM di lokasi yang sama pasti akan dapat lembaran rupiah yang bisa dipakai untuk dibelikan makanan lagi. Andalan saya adalah kedai Gudeg dan Nasi Liwet yang lalapan ayamnya enak. Sate Ponorogo juga demikian, kadang bawa nasi dari kantor kalau mau tambah hemat. Tidak jarang di teras foodcourt itu kami buka bekal dan beli teh Tongji dari gerainya di dalam. Bebas saja.

Kalau lagi pengen kopi parah, saya ngadem di Excelso dan buka bekal di sana. Kedai kopi yang pengunjungnya lebih mature daripada Starbucks ini membebaskan mau beli makan di tempat atau bawa dari luar. Sungguh sangat pengertian biarpun yang beli juga kadang mengandalkan promo LINE dan Telkomsel Buy1 Get1 Free. Tim makan siang hore sampai hapal dengan mbak-mbak dan mas-mas pelayannya di sana. Ada yang sukanya ngudud bareng juga pas masnya istirahat di teras depan.

Dan sesuatu yang nyaman itu memang harus diubah agar kita selalu adaptif pada berbagai kondisi. Ini soal makan siang di Araya ya.

Kehilangan Pertama, KL Suki Tidak Lagi Beroperasi

Kala itu tim makan siang hore sedang suka-sukanya mengoplos es leci KL Suki dengan Teh Tongji. 40ribu + 8ribu bisa diminum untuk 10 orang dan segarnya nggak kaleng-kaleng. Saat hujan deras dan masuk angin, Suki Tomyam KL Suki juga jadi andalan. Tiba-tiba saja berhembus kabar KL Suki tidak melanjutkan kontrak pemakaian ruangannya di Plaza Araya. Lalu barang-barangnya mulai diringkesi dan itulah kali pertama kami kehilangan kursi-kursi putih KL Suki.

Sate Ponorogo Nologaten Cabut, Kedai OPPA Pindah ke Lantai 2

Mengapa tim makan siang hore lebih memilih makan di teras foodcourt ya karena outdoor. Ada yang mau merokok tidak perlu takut ditegur pak security. Mau makan apa bisa ganti-ganti menu setiap hari. Bawa bekal juga nggak perlu sungkan dimakan sambil nebeng di foodcourt. Lalu kedai Sate Ponorogo menutup pintunya. Kedai Oppa pindah ke lantai 2 yang jadi tempat foodcourt baru bersebelahan dengan Loket SIM Corner Plaza Araya.

Di tempat yang baru tim makan siang hore nggak bisa bebas merokok lagi karena di dalam ruangan. Satu per satu tim makan siang hore mrotoli ada yang makan di sana dan makan di sini dengan kebutuhan masing-masing. Kini tinggal tersisa segelintir saja, tidak lagi beramai-ramai kecuali ada waktu khusus merayakan sesuatu.

View this post on Instagram

Simple. #Soto. . #lunchtime

A post shared by NengBiker (@nengbiker) on

Beruntung setelah teras foodcourt dirombak, satu persatu gerai makanan kembali datang ke Plaza Araya. Faktor penariknya tentu kehadiran bioskop XXI di lantai dua.

Saat jam makan siang datang dan nggak bawa bekal, atau sekadar ingin makan saja di Plaza Araya, berikut pilihan restoran yang menarik. Ada fast food, kedai kopi, juga masakan cina hingga jawa.

Nona Java

Kalau lagi inget pengen makan nasi jagung, nasi madura, atau asem-asem pas makan siang di Araya, di sini tempat tujuan saya. Nona Java menempati ruang bekas KL Suki berada, di pojokan kalau dari luar sebelahnya bilik ATM. Citarasa masakan jawanya menyenangkan lidah tapi cukup menggoyang dompet. Mungkin saya cuma sekali sebulan ke sininya. Cobain aja Nasi Madura-nya, Nasi Krawu, atau Sego Jangan Lombok. Cocok untuk yang pengen ngajak orangtua makan di Plaza Araya.

Wok

Waktu pertama kali hadir di Plaza Araya, tim makan siang hore sempat beberapa kali makan bareng di sini. The perks of porsinya gede-gede bisa dibagi bertiga untuk yang ciwi-ciwi. Nasi Goreng Daging Sapi, Dory Telur Asin dan Ayam Goreng Renyah adalah andalan kami bersama sepitcher es teh manis. Dulu bisa membawa minuman dari luar seperti Tongji pas makan di Wok.

Fyi. Begitu saya melahirkan anak pertama, seporsi menu di Wok hanya bisa dibagi berdua. Setelah anak kedua, saya sanggup menghabiskan seporsi sendiri. Setengahnya doyan, setengahnya lagi ya emang laper banget Ya Allah..

Excelso Coffee

Seminggu sekali ke Nona Java, seminggu sekali ke Excelso saat promo LINE atau sms Telkomsel. Kadang-kadang ada Buy1 Dory Free1 Frappio. Kadang-kadang promonya Food to Share free Drink. Yang kami tunggu selalu adalah promo Dory.

Mau Dory Sambal Matah favorit Mae, atau Dory dan Pasta favorit saya? Salad extra besar dan aneka pasta terkadang jadi pilihan juga. Overall semua makanan beratnya enak, tapi snacknya ada yang fail.

Pelayanannya sigap meski menu Dory di Excelso Coffee seringnya lama banget keluarnya. Mbak-mbak dan masnya ramah-ramah, bisa merokok, dan kalau mau mojok di sini sama kamu bisa ngomongnya lagi meeting project barengan. Padahal yang dibahas pekerjaan lainnya. Auranya bau-bau pekerjaan sih kalau masuk kedai kopi yang ini.

Daun Lada

Sebagai new comer gerai makanan berat di Plaza Araya, Daun Lada ini lucu juga tempatnya. Dengan nuansa biru dan aquarium air laut yang ada ikan dan kerang hidup calon menu makanan di piringmu. Baru beberapa kali makan di sini dan selalu memakai kupon LINE. Lumayan lho dari 40-50 ribu bayar 12ribu aja untuk menu tertentu. Di sini makanannya utamanya seafood ya. Agak pricey tapi beberapa menu yang dicoba memang enak.

Foodcourt Lantai 2 Plaza Araya

Ada beberapa gerai yang sekarang sudah kukutan padahal saya suka beli makan siang di sana. Dulu ada gerainya Lalapan Bismillah yang lalapan telor dadarnya enaks, juga Bakso Cak Aan yang membuat saya merasa sangat kehilangan karena dia bukanya tidak terlalu lama. Yang sering dibeli di foodcourt sekarang justru gorengan Purnama-nya. Itu makan pisang goreng anget-anget dari wajan disanding sama Kopi Kulo nikmatttt banget.

Di foodcourt juga ada gerai macam-macam kreasi Indomie, ricebowl, chinese food, dan cabangnya kedai Oppa.

Starbucks Coffee

It is a society not just a coffee shop. Begitulah setiap masuk gerai kopi yang gede megreng-megreng dan kehadirannya tiba-tiba banget di dekat pintu masuk parkiran Plaza Araya. Tapi saya kurang cocok sama kopinya sini. Hanya suka ngemil-ngemil cantik makan kue-kuenya Starbucks yang enak-enak itu. Juga kalau pas lagi mojok sama kamu, pilih duduk di teras luar dekat pintu samping ngomongin project kehidupan yang tiada akhir. Pokoknya saya tidak memesan kopi atau masuk angin nanti.

Burger King Plaza Araya

Daaaan inilah gerai fast food yang secara ajaib sudah punya banyak cabang di kota Malang. Tau-tau di Ijen, tau-tau di Transmart, tau-tau muncul juga di Araya. Hebatnya lagi, Burger King menggusur kafe D’Flavor di bagian depan, juga memiliki jalur drive thru. Big applause here.

Kalau rasanya Burger King ya begitu lah ya, dengan french fries gendut-gendutnya yang jadi favorit saya. Tips hemat makan Burger King tentu dengan follow akun LINE atau selalu update promo diskon hariannya. Bisa sampai 50% potongannya.

Selain gerai makanan berat di Plaza Araya, jangan lupa ada camilannya juga. Dunkin Donuts dan Puffs seperti Beard’s Papa itu. Kalau sedang bosan dengan menu-menu restoran (baca: makanan mahal) saya biasanya mlipir ke Kantin karyawan di bagian belakang dekat parkiran motor. Di situ bisa makan Bakso bala-bala enak dan murah. Kadang juga lalapan serta indomie dobel pakai irisan cabe dan telor setengah mateng dobel.

Gimana, sudah cocok jadi Brand Ambassador Plaza Araya bagian kulinernya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.