pochajjang malang all you can eat

Pochajjang, All You Can Eat di Malang Mulai 99 Ribuan

Pochajjang masih kinyis-kinyis buka gerainya di Malang. Belum lama tapi jadi bahan perbincangan juga perbandingan sama restoran all you can eat lain yang jumlahnya bisa dihitung jari di kota ini. Model grill-grillan alias bakar-bakar daging sendiri gini sepertinya memang lagi menjamur di berbagai kota. Ada yang mulai 80 ribuan per pax, sementara harga all you can eat di Pochajjang Malang mulai dari 99 ribuan.

Meramaikan kawasan jalan Suhat yang sudah disesaki ratusan tempat makan, Pochajjang hadir di spot yang pas sekali. Banyak tempat parkirnya, tepat di pusat kerumunan resto baru yang datang ke Malang yaitu satu tempat sama gerai Yoshinoya, dekat resto Ayam Jogjakarta, di seberangnya Geprek Bensu. Kalau habis ngegym dan massage yang satu lokasi ruko, makan di Pochajjang pasti wenak kenyang tenan.

pochajjang malang all you can eat

Menerapkan model all you can eat and grill, memang pengalaman ini boleh lah dicoba. Menunya tidak banyak, hanya daging, mie goreng seperti bihun, katsu dan nasi. Ada pilihan daging sapi dan ayam yang sudah dimarinade dengan saus bulgogi, dan beberapa pilihan lainnya yang saya agak lupa.

Harga paket makan di Pochajjang sebenarnya cukup merogoh kocek, mulai dari Rp99.000 untuk paket premium beef dan Rp129.000 untuk paket wagyu. Dengan harga itu kamu BEBAS mengambil daging untuk dimasak berkali kali kali sampai kenyang. Tapi ingat ada batasan waktunya hanya 90 menit saja. Jika ada daging yang tersisa dan tidak dihabiskan, kamu akan dikenakan denda Rp50.000 per 100 gramnya. Pantas kalau nggak ada babang ojol yang antri membelikan makanan di Pochajjang.

Ya abis kan ambil ambil masak sendiri ^^.

Sedikit tips untuk yang mau makan di Pochajjang Malang:

  1. Datanglah dengan kondisi perut lagi lapar-laparnya dan dompet sedang tebal-tebalnya.
  2. Kalau bisa datanglah beramai-ramai jangan berdua saja apalagi bawa anak. Mengurangi konsentrasi makan banyak dan agak mengkhawatirkan kalau nyaut kompor dan grill pannya.
  3. Cara memesan: duduk dan bilang mau paket all you can eat yang mana. Satu meja nggak boleh campur paket dan nggak boleh nambah orang lagi. Jumlahnya kudu fix, kalau mau nambah orang di meja yang lain kayaknya.
  4. Kalau membeli paket Wagyu, pastiin aja kamu minta yang wagyu terus. Daripada rugi. Ga masalah kok kamu mau ambil 10 kotak sekalian. Toh belinya paket wagyu.
  5. Kalau membeli paket premium beef, yang direndam spicy bulgogi itu enak. Side dish seperti mie katsu dan nasi, skip aja. Full kan perut dengan daging.
  6. Jelang waktu habis, waiter akan menanyakan dan memastikan berulang-ulang bahwa waktu tinggal sedikit dan harus menghabiskan makanan yang tersisa.
  7. Minum juga ambil sendiri.

Berdasarkan pengalaman pertama makan di Pochajjang, rasanya kayak lagi lomba makan banyak-banyakan cepet-cepetan. Ahahahah. Apalagi saya bawa Sasi di gendongan yang resah karena sudah jam tidurnya. Akhirnya kakak dan keluarga makan duluan sementara saya sambil-sambilan. Waktu masih kurang 30 menit, kakak membantu menggendong Sasi dan saya menambah 2 kotak Wagyu. Waiternya berkali-kali menegaskan waktunya kurang sedikit lagi habis.

Dalam hati saya pengeeen banget bilang, ‘Mbak mungkin belum punya anak ya, jadi belum tahu bagaimana seorang ibu bisa makan secepat Gundala mengambil jemuran yang kehujanan dalam waktu singkat di antara waktu memegang anak? Apalagi anak dua, mbak..!’. Tuh kan saya jadi rasis ah. Hanya kegemasan tingkat akut, kalau ngga habis nanti saya bayar denda mbaaaak. Akhirnya saya bilang gitu aja.

Tapi saya nggak kapok. Pengen balik lagi makan daging sepuas-puasnya. Padahal di rumah juga bisa ya bikin sendiri? Malas aja ngiris-iris dagingnya. Hahaha. Punya kapasitas perut yang luar biasa dan tahan malu? Yuk ke Pochajjang yuk!

8 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.