Bukan Cara Menikung Teman, Ini Trik Aman Menyalip Kendaraan Dari Kiri dan Kanan

Nggak bisa dipungkiri kondisi jalan sudah berbeda dari 10 tahun yang lalu. Bahkan 5 tahun dan setahun belakangan, sudah tambah ramai sampai kalau bukan waktu tertentu mencari celah di antara kendaraan adalah suatu skill yang dianggap mumpuni. Selain njelehi sih. Bukan yang roda dua saja, yang roda empat pun demikian. Ditambah lagi penambahan kendaraan roda tiga untuk angkutan seperti becak modifikasi dan motor dengan bak. Pertarungan di jalan pun kian keras, siapa nggak hati-hati bakal cepat tewas. Benar?

Maka dari itu, saya menghimbau teman-teman pengguna jalan untuk semakin berhati-hati dalam membawa kendaraan masing-masing. Saya perhatikan masih ada saja pemotor yang slebor sliut kanan sliut kiri di antara kendaraan yang lebih besar. Saat sedang naik mobil, sungguh jantung ikut berdebar melihatnya. Apalagi kalau spion kesenggol, sungguh ingin ikut turun dan bonceng motor yang lewat buat ngejar. Saat sedang naik motor dan melihat kendaraan yang lebih besar sliut kanan sliut kiri, saya cuma bisa istighfar dan melipir mencari aman.

Tapi karena blog ini catatan seorang pemotor, mari kita susun tips menikung dan menyalip kendaraan dari kiri dan kanan, biar aman di jalan dan nggak kesenggol bikin kecelakaan.

Cek Selalu Kondisi Kendaraan

Di jalan, kendaraan kita menentukan akan dibawa ke mana nyawa ini nantinya. Beri cukup waktu untuk mengenal kendaraan yang kamu pakai. Cek seberapa dalam saat menginjak rem kaki atau menarik tuas rem tangan. Boleh sekali waktu mengetes berapa meter dibutuhkan untuk motormu berhenti sampai pol. Cek juga kondisi kabel gas dan kondisi mesin. Jangan sampai saat sedang menarik gas tiba-tiba mbandang karena serabut kabelnya sudah aus.

Kondisi mesin itu juga berpengaruh. Jangan sampai kamu dibilang besar pasak daripada tiang. Besar keinginan menyalip tapi mesin kempos tiada tenaga untuk sekadar melewati satu kendaraan. Kelalaian ini bodoh sekali buat saya, di jalan yang penuh kendaraan besarnya kecepatan itu satu faktor yang dapat menyelamatkanmu ketika bermanuver di antara mobil dan motor lainnya. Kalau misalnya memang kendaraanmu tidak bertenaga, jangan paksakan diri ya. Cari aman saja nggak usa nyalip-nyalip.

Kenali Jalanan yang Biasa Kamu Lewati

Rute rumah ke kampus atau ke tempat kerja membosankan kalau ditempuh yang sama setiap hari? Sesekali memutar dikit melewati jalan yang berbeda tentu dapat menyegarkan pemandangan mata. Asal, tetap perhatikan dan berusaha mengenali ada apa di jalanan yang baru kamu lewati. Kamu mungkin sudah hafal setiap belokan, persimpangan, jumlah gang, dan setiap jeglongan di jalur yang biasa. Tapi di jalan yang baru, tentu tidak.

Jadi jangan keburu nafsu mbajek kabel gas sedalam-dalamnya biar bisa lebih kenceng jalannya. Tetap waspadai kemungkinan ada kendaraan keluar dari gang di pinggir jalan, ada toko yang ramai dan banyak yang parkir keluar masuk, atau waspadai juga lubang-lubang di jalan yang memberi predikat kota seribu lubang karena saking banyaknya. Kenali, perhatikan, dan jangan berlebihan.

Perhatikan Gestur Kendaraan di Depan dan Belakang

Naik motor mau menyalip dari kiri, perhatikan kira-kira kendaraan di depanmu mau ke arah mana posisi hidungnya. Apalagi kalau di depan mungkin ada persimpangan. Kadang-kadang mereka juga lupa menyalakan lampu sign untuk belok ke kiri, sehingga hanya posisi hidung kendaraan yang menandakan ia mau berubah arah.

Perhatikan juga saat kamu sudah di kiri jajaran kendaraan besar, tapi tiba-tiba mereka melambatkan jalan. Biasanya ada yang akan memotong atau menyeberang dari arah berlawanan. INI TANDANYA KAMU JUGA HARUS NGEREM, BUKAN MALAH NARIK GAS! Kemarin sore ada motor yang menghantam hidung sedan yang menyeberang karena sepertinya dia merasa ada jalan dan narik gas motornya.

Saat mau menyalip dari kanan, perhatikan pergerakan kendaraan dari belakang! Jangan lempeng aja kamu masuk dari kiri langsung mengambil ke kanan karena di depan yang berlawanan arah kosong. Yang berpikir seperti kamu mungkin ratusan, jadi JANGAN LIPAT SPION! Spion ini penting kalau kamu nggak punya feeling sama pergerakan kendaraan.

Inilah kenapa saya nggak suka pakai helm full face dan mendengarkan musik selama menyetir motor, juga selalu menyimpan ponsel di tas daripada mengganggu konsentrasi. Saya sangat memperhatikan gestur kendaraan dari depan, dari belakang, dari samping. Setiap perubahan arah hidung mobil, deru tarikan gas motor dari belakang, atau decit rem orang yang memotong di antara jajaran kendaraan, itu tidak lolos dari setiap pengamatan. Saya pribadi selalu konsentrasi tinggi ketika sedang bermotor.

Bukan pamer, bukan pula menyombongkan diri. Hanya sekadar refleksi pengalaman pernah begini begitu. Ndlosor karena menghindari mobil yang belok ke kiri saat berada di jalur kiri, terpelanting karena mengerem ndadak saat ada motor yang memotong jalan, juga perasaan tidak nyaman saat menyalip dari kanan dan ada truk besar dari arah berlawanan. Saya tidak ingin mati konyol karena kebodohan yang terus diulang.

Mengasah perasaan, meningkatkan skill, dan berusaha melebarkan rasa pengertian antara sesama pengguna jalan. Itu saja yang bisa saya lakukan agar tidak mudah terpancing emosi ketika sedang di atas roda dua yang ringkih sekali di hadapan sesama dan kendaraan yang lebih besar. Betapa kemungkinan nyawa kita akan melayang begitu saja di jalan itu perlu dipahami biar nggak ngawur dan membahayakan diri sendiri.

At least kalo kamu pengen mati di jalan, jangan ajak-ajak pengguna jalan lainnya. Gitu lho!

Oke ini saya gemes… Gemes ketika ada yang menyetirkan saya dan membawa kendaraan dengan ngawur. Lebih baik berangkat sendiri daripada menggantungkan nyawa pada orang yang tidak peduli pada saya.

 

Sharing after reading, yes?

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *