Nggak Terasa Sudah Mau Due Date Aja

38 weeks, gaes! Sedikit demi sedikit dan ternyata waktu berlalu begitu cepat seperti ketika ngegas Ninja Hattori. Tiba-tiba saja sudah hitungan minggu dengan kepala tigapuluhan. Rasanya baru kemarin lihat strip dua, jatuh bangun kena serangan lambung, dan #BabyHattori yang baru mulai terasa menendang-nendang. Sekarang sudah masuk minggu-minggu waspada sambil persiapan kehadirannya. Selain kamar bayi, memilih popok untuk bayi, saya juga mulai menimbang-nimbang lagi cara memilih asuransi jiwa untuk melindungi bapaknya #BabyHattori.

Selama ini baru saya yang memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa selain BPJS di keluarga kecil Mimi dan Pipi. Suami karena risiko tugas tidak bisa memiliki asuransi di luar BPJS. Saya menyadari benar pentingnya memiliki asuransi bagi orang yang banyak berkeliaran di jalan, juga saat kondisi kesehatan perlu dapat banyak perhatian belakangan. Ini tugas istri untuk menyadarkan pasangannya tentang butuhnya perlindungan pada keluarga.

Masih ingat pesan dari film Sabtu Bersama Bapak? Kalau belum, segeralah baca buku dan nonton filmnya.

Adalah sesuatu yang sebenernya menjadi perhatian kepala keluarga untuk melindungi dirinya dan keluarga dengan cara memilih asuransi jiwa yang tepat. Camkan itu sebelum kamu menikah nanti, boys. Menikah itu gampang, belajar memasak itu gampang, mencari uang untuk menghidupi keluarga itu juga bisa jadi gampang kalau dilakukan dengan tulus dan atas ridho pasangan.

Namun hidup bukan hanya sekarang, bukan cuma untuk bersenang-senang. Mulailah dengan memastikan keluargamu terjamin masa depannya ketika kamu tidak lagi sanggup hadir secara fisik untuk mereka dengan cara memilih asuransi jiwa yang tepat.

Sedikit berbagi, begini cara saya memilih asuransi jiwa kemarin:

Yakinkan Diri Sendiri Dulu

Sama seperti memasuki jenjang pernikahan, ada komitmen yang harus dijaga secara jangka panjang untuk memulai asuransi. Saya menyadari nggak bisa teratur nabung baik sebagai cadangan ataupun investasi di kemudian hari. Dengan asuransi, saya bisa memaksa diri untuk berkomitmen menabung secara teratur dan mulai membuka diri dengan beragam instrumen investasi untuk masa depan nanti.

Memilih Sales Asuransi itu Nggak yang Banyak Omong

Karena sales asuransi terbaik adalah mereka yang pernah merasakan manfaat produk yang dijualnya. Saya punya 2 teman yang sidejobnya sales asuransi di lingkaran terdekat. Keduanya melindungi keluarga dengan asuransi dan sudah pernah memanfaatkan produknya untuk berbagai kondisi darurat.

Mulai dari kecelakaan kecil hingga perawatan kesehatan yang membutuhkan biaya besar. Dengan pengalaman mereka mendapat perlindungan, saya dengan sukarela mengajukan diri menjadi nasabah. Memilih sales asuransi di lingkaran terdekat, saya juga bisa bertanya, komplain, atau menambah produk asuransi dengan lebih mudah. Iya, karena mereka gampang dihubungi.

Merasakan Sendiri Manfaat Asuransi

Polis yang saya ambil masih minimal, masih belum siap berkomitmen lebih besar. Namun belum genap setahun menjadi nasabah, eh ternyata sudah bisa mendapatkan perlindungan berlipat ketika harus tepar di rumah sakit. Saya tidak pernah menyangka kondisi kesehatan bisa memburuk dalam hitungan jam, dengan asuransi saya nggak lagi-lagi harus terdampar di UGD rumah sakit sana itu yang bikin saya tambah sakit.

Selain perlindungan kesehatan, saya juga memastikan #BabyHattori mendapat kemudahan ketika saya tidak lagi bisa mendampinginya dengan asuransi. Tabungan tidak seberapa, tapi ada yang bisa melindungi kebutuhan hidupnya nanti.

Jadi jangan pernah berpikir cara memilih asuransi jiwa itu artinya menjual diri. Ubah saja pandangan itu dengan mempersiapkan masa depan yang lebih terjamin untuk anggota keluargamu nanti. Berani? Belum terlambat memulainya, tapi semakin muda semakin banyak manfaat yang bakal diterima saat memiliki asuransi jiwa.

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *