Satu Pengalaman dari Kunjungan ke Lenong Rumpi

Ada yang unik di Lenong Rumpi. Tempat yang cantik dengan suasana yang asyik akan kamu dapatkan ketika memasuki pintu depannya. Setelah beberapa waktu menanti kapan dibuka, akhirnya saya berhasil menemukan tempatnya beberapa hari setelah grand opening.

Nama baru Lenong Rumpi saya dapatkan di grup Komunitas Boga Malang. Strike to the point, Lenong Rumpi sudah menempatkan diri di tengah pasar social media yang beraktivitas tinggi. Satu cara promosi yang bagus menurut saya, karena dengan social media kans lebih dikenal akan memudahkannya dicari oleh ratusan ribu penggunanya di Malang.

Namun sayang, saya tidak boleh memotret buku menunya. Dengan telenan yang biasa ada di dapur, Lenong Rumpi menempatkan menu-menunya. Ada apa? Saya tidak tau, tapi setidaknya buku menu memang memberi image lebih bagi sebuah tempat makan. Masih ingat postingan buku menu Hachi-hachi kan, coba baca ini. Sedangkan untuk mendokumentasikan menunya, kamera saya kurang mumpuni untuk malam hari. Jadi, intip meja pojoknya aja yuk. Cakep  nih buat mojok malem mingguan.

Seperti biasa cinta memesan hot chocolate dan saya makan tanpa nasi. Semata karena ingin merasakan suasananya dulu. Karena cuaca sedang sejuk saya memang memilih duduk di taman belakang yang reman-remang. Suara gending jawa terdengar sayup-sayup. Sungguh sangat cocok untuk nongkrong cantik sama teman-teman.

Dan dua hari kemudian saya baru menyadari ada yang DIPASANG OKNUM LENONG RUMPI DI MOTOR SAYA! TANPA PERMISI, TANPA IJIN, TANPA BILANG SUATU APA.

Alasannya? Tidak ada.

Tidak saya tidak ingin kembali ke tempatmu hanya demi free beverages dan motor dibersihkan. Yang saya tuntut adalah niat baik manajemen Lenong Rumpi untuk ke kantor saya dan membersihkan stiker yang dia tempelkan di motor. NIHIL. Tidak ada respon.

So, putuskan sendiri. Kamu mau berkunjung ke Lenong Rumpi? Jika iya, perhatikan kendaraanmu, jangan lupa cek ulang sebelum pulang. Karena kamu ke sana untuk makan bukan untuk dipasangi stiker pajangan.

Sharing after reading, yes?

14 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *