Ariel NOAH dan Fenomenanya

Peterpan dan lagu-lagunya yang sederhana, pernah menemani hari-hari saya berkendara. Putar ulang ganti album lain putar ulang. Sampai saya tak lagi memakai mobil untuk beraktivitas.

Era terus berputar. Ariel pun terkapar karena kasus video pornonya. Ketika lulus dari rumah tahanan pun pacar yang selalu mendampingi malah tak kelihatan. Tapi Ariel terus bertahan. Menapak kembali kesuksesannya dengan band barunya, NOAH. Sayang, imagenya sudah tercoreng dengan wajah dan alat kelaminnya yang sudah ribuan kali ditonton berjuta mata, dan akan selalu diingat oleh otak laki-laki.

Kok laki-laki?

Survei kecil-kecilan yang dilakukan akun sebelah membuktikannya. Ketika perempuan-perempuan mengingat aura bintang, suara yg menggoda iman, dan gantengnya yang biasa tapi ganteeeng, kenapa para laki-laki justru paling mengingat besar alat kelamin, meniduri artis-artis perempuan, bahkan suara Ariel di tempat tidur. Kenapa? Kenapa mereka justru insecure dengan kembali beredarnya Ariel di sekitar mereka? Kenapa para laki-laki?

Sepertinya mereka jadi rendah diri melihat Ariel tak lagi di balik jeruji. Apa mereka berpikir, kami perempuanĀ  mudah tergoda dengan ukuran dan stamina Ariel? Hahahaha… Ngga tau, saya belom berpikir jauh ke situ. Saya merindukan suaranya, lagu-lagu barunya. Dan kalo kalian para laki yang mikirin dari segi seksualitas Ariel, poor you :D.

Ini Ariel di Australia kemarin. Dia bintang. Akan selalu jadi bintang.

image

Thanks @nieanadya

5 Comments

  • Seorang yg besar/berkarakter kadang memang memiliki dua sisi dlm hidupnya, dipuja dan dihujat. Kadang Tuhan punya rencana-nya sendiri kpd hamba yg dikehendaki-Nya, Ariel adalah salah satunya. Dipenjara dia bisa kenal Abu Bakar Ba’asyir dan menulis sebait puisi untuk beliau, dipenjara Ariel melahap buku biografi Bung Karno, tokoh bangsa yg sempat pula dipenjara di LP Sukamiskin Bandung. Maka lahirlah lagu “Raja Negeriku” yg terispirasi Bung karno – sebuah lagu yg akan membakar patriotisme dan Nasionalisme Bangsa yg dengan berani memasukkan pidato Bung Karno di lagu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *