Jas Hujan Kepala Dua

Hujan masih terus mendera Kota Malang dengan kedatangannya yang ngga bisa diduga. Beberapa karena memang lagi terkena badai, utamanya karena musim hujan masih belum berlalu :D.

Di motor saya, jas hujannya sudah lama ngga tersedia karena dibawa si pacar dan belom dikembalikan. Pilihan kalau hujan saat pulang kantor adalah hujan-hujanan atau dijemput. Beberapa waktu lalu si pacar membawakan jas hujan ponco yang berkepala 2 yang saya enggan memakainya. Ya ya, jas hujan model ponco memang bahaya karena berkibar-kibar bisa memancing kecelakaan karena masuk rantai motor atau tersangkut kendaraan lain. Karena saya pakai matic dan lebar jas hujan ponco milik saya masih dianggap batas aman saya lebih nyaman memakai jas hujan pilihan saya sendiri.

Keengganan saya memakai jas hujan berkepala 2 karena alasan psikologis aja sih. Dulu..duluuu sekali, yang dulu pernah berselingkuh dan mengajak saya motoran dengan jas hujan berkepala 2 milik selingkuhannya :D. Saya ngga trauma, saya hanya enggan mengingat kejadian itu dengan barang yang persis sama. Lebih baik hujan-hujanan daripada mengorek luka lama.

People change. Things change. Semoga segera ada penemuan dan disahkan motor beratap biar hujan tak lagi membuat basah pengendara motor.

*dibuka kesempatan buat yang mau ngasi rain coat transparan putih*

(NengBiker/WP for BlackBerry)

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *