Tiba Saatnya Memilih Susu Formula Untuk Si Kecil

Apakah tahun 2018 masih diramaikan dengan pro kontra ASI dan susu formula seperti masalah ibu bekerja dan ibu rumah tangga? Sepertinya saya sudah lama tidak membaca dan mengikuti arus tersebut. Saya memang memilih tidak ikut arus dan menentukan sendiri apa yang saya butuhkan dibantu dokter anak, keluarga dan teman-teman dekat saja. Seperti ketika memilih susu formula untuk si kecil yang tidak saya duga begitu cepat datangnya.

Semangat mengASIhi kamu ke mana Neng? Lho, masih! Sangat masih menempel di hati. Biarpun hati juga sudah setengah galau karena melihat gigi-gigi kelinci yang tumbuh di rahangnya, saya masih sangat semangat untuk menyusui. Tapi produksi ASInya semakin seret dan sedikit sehingga ga cukup untuk mimik-mimik cucu si anak bayi.

Mau kamu bilang saya kurang usaha untuk memproduksi ASI, ya gapapa juga. Setelah meramban sayuran, susu, suplemen penambah ASI tidak juga berhasil menambah kuota ASI minimal yang saya tetapkan, saya pun berhenti. Rupanya kehamilan kedua yang datang di 10 bulan si kecil sangat mempengaruhi hormon tubuh ini. Sempat meminta bantuan donor ASI sebelum mengetahui kehamilan stok ASIP yang didapat pun langsung habis lagi.

Mau nggak mau, saya dan suami pun memilih menambah susu formula di menu harian si kecil. Ya begimana lagi, makan banyak ataupun minum air putih dan buah yang banyak pun, dia belum bisa tidur pulas kalau tidak minum susu. Tapi sebelum membeli susu formula, saya lakukan dulu survey kecil-kecilan dari teman-teman terdekat.

Kamu Suka Pabrik Susu yang Terkenal apa Susu Formula Impor Saja?

Pengetahuan tentang produsen susu formula sebenarnya juga perlu diketahui. Bukan untuk mengetahui apa pilihan politik pemilik pabriknya, tapi kamu bisa mengira-ngira seberapa kompeten pabrik susu tersebut. Cermat juga mengetahui sejarahnya, apakah ada berita tentang komplikasi atau bagaimana cara pabrik menangani krisis di perusahaannya. Antar pabrik tentu berbeda.

Kamu Pilih Susu Formula Mahal apa Murah apa Tengah-Tengah?

Mahal itu biasanya memiliki kelas platinum or premium atau apalah. Ada kandungan what what what yang ditambahkan ke susu formula tersebut yang teruji menambah apalah apalah apalah seperti yang dipromosikan. Namun, tidak usah memaksa membeli yang mahal kalau dompet kamu tidak akan terbiasa. Ingat, kebutuhan anak itu masih banyak. Gengsi sekarang bisa menambah kesulitan di depan.

Kamu Memilih Merek Susu Formula Berdasarkan Apa?

Yang satu bilang berdasar yang diminum kakaknya. Teman lain bilang yang penting kandungannya terbaik untuk pertumbuhan si kecil. Saya memakai dua-duanya, lalu memutuskan sendiri bahwa memilih merk susu formula itu lebih tepat berdasarkan cocok tidaknya si anak. Daripada direpotkan sudah memilih yang mahal lalu anak jadi diare, grok grok, dan muntah karena tidak cocok tapi dipaksa harus menghabiskan, ini lebih menyakitkan untuk orangtua.

Akhirnya Inilah Pilihan Saya Membeli Susu Formula

Skip membeli di toko besar, saya memilih membeli susu formula di toko kebutuhan bayi yang tidak terlalu ramai. Saya bertanya-tanya dulu kepada ibu penjaga toko mana susu formula yang biasanya paling cocok untuk anak pembelinya.

Ibu penjaga memberi masukan penting untuk saya.

“Nda usah silau merek, mbak. Merek susu formula mahal dengan kandungan ini itu belum tentu cocok untuk anak. Mbaknya juga mau ngasih susu formula tujuannya apa, bikin gemuk, bikin tinggi, bikin pinter, atau apa?”

Waduh… Setiap susu formula ternyata ada efek yang berbeda ya, bu?

“Nggak juga mbak. Cuma harus diperhatikan kalau susu formula itu bukan satu-satunya yang menentukan pertumbuhan fisik atau kecerdasan anak. Dikasih susu formula doang tapi nggak memperhatikan kualitas makanan pendamping. Hanya minum susu formula tapi tidak diajak bicara, diajak melihat lingkungannya, juga belajar ini itu, lalu minta anak jadi pintar? Ya nggak gitu juga cara kerja susu formula, mbak.”

Ibu penjaga menambahkan.

“Pilih susu formula itu yang tidak memberatkan orangtua. Pilih yang anaknya cocok dan tidak terjadi komplikasi. Pilih yang membuat orangtua dan anak serta yang menjaga anak nyaman. Semua susu formula itu tujuannya baik untuk perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Itu saja.”

Dan pilihan saya dan suami jatuh pada merk susu yang diminum suami waktu kecil dulu. Kenapa tidak mengikuti susu yang saya minum? Karena saya nggak suka susu! Sesederhana itu. Toh saya tumbuh sehat dan cerdas kan?

#dikeplakibuibulainnya

Namun perlu saya akui, Buchi adalah toko yang memberi harga jauh lebih murah untuk susu formula di Malang. Skip hypermarket atau supermarket, melipir ke toko-toko susu harganya memang lebih bersahabat. Dan ya mau bagaimana lagi ketika perbedaan harganya cukup signifikan, pada Buchi saya berserah diri. :))

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *