Kado GPS Tracker Untuk Hattori

Jarang-jarang punya barang mahal, sekalinya punya berbentuk sepeda motor ber-CC besar. Mobil sudah ada, tapi kalau motor besar kayaknya baru sekali ini saya punya sendiri, atas nama sendiri, dibeli juga dari uang sendiri. Dalam waktu tiga bulan! Waoooo, suatu pencapaian yang perlu saya apresiasi sendiri sambil sedikit sombong. *tebar kacang ke yang baca*.

Namanya Ninja Hattori. Motor ini saya peroleh dari tangan kedua, bukan baru gress memang. Harganya cukup lah buat nebus uang DP rumah kalau lagi pengen beli rumah waktu itu. Teman dekat saya juga bilang, nggak sekalian beli mobil aja lagi daripada beli motor? Tentu tidak lah!

Pertengahan tahun lalu, Ninja sudah menemani saya yaa cuma sekitar sebulanan setelah STNK dan BPKB-nya di tangan. Setelah surat-suratnya disimpan baik-baik, Hattori juga saya jaga dengan hati-hati. Salah satunya motor ini dipasang GPS Tracker untuk dipantau keberadaannya secara real time. Vendor terpercaya pemasangan GPS Tracker di Malang ini kebetulan juga teman sendiri. Nggak pakai ba bi bu, GPS pun terpasang.

Apa sebenarnya fungsi GPS untuk kendaraan bermotor? GPS Tracker berfungsi untuk memantau dan melacak lokasi kendaraan yang dipasang lewat peta digital. Lokasi yang ditampilkan mudah dimengerti, real time, dan bisa dilihat juga rute yang dilalui selama berkendara. Saat GPS Tracker telah terpasang, receiver akan segera menerima sinyal di mana posisi kendaraan berada.

GPS Tracker berbeda dengan GPS Navigasi lho ya. Meskipun basisnya sama menggunakan map digital untuk memantau lokasi, tapi ini dibalik. GPS Navigasi akan menunjukkan lokasi di mana kamu berada, dan mengarahkan menuju titik tujuan yang ditampilkan dalam peta digital. Istilahnya kalau GPS Tracker kita mengikuti ke mana kendaraan bergerak, GPS Navigasi akan mengarahkan harus ke mana kita bergerak.

Untuk memantau pergerakan kendaraan, ada SIM Card yang dipasang dalam GPS Tracker dan mengirimkan koordinat posisi kendaraan lewat aplikasi yang diinstall di smartphone. Agar sambungan antara GPS Tracker dan aplikasi tidak terputus, dibutuhkan operator dengan jaringan yang stabil. Oleh penyedia GPS Trackernya saya disarankan memakai operator Telkomsel. Tapi agak lupa-lupa ingat sih, sudah pakai yang 4G LTE atau jaringan lainnya. Apa itu jaringan 4G LTE Telkomsel?

Dikutip dari laman Telkomsel, 4G mengacu pada standar keempat dari jaringan telepon seluler setelah 3G dan 2G. Banyak keuntungan yang didapat ketika kamu menggunakan smartphone di jaringan 4G LTE. Yang saya suka sih kecepatannya, tanpa buffering saat Youtube-an, atau mengirim data di email super kilat.

Perkembangan jaringan Telkomsel 4G LTE pada tahun 2017 ini nggak main-main. Sekitar 70% belanja modalnya digunakan untuk pembangunan 4G agar bisa mengcover kebutuhan jaringan di seluruh ibu kota kabupaten di Indonesia. Belum pindah ke jaringan terbaru ini dan masih bertanya-tanya apa itu jaringan 4G LTE Telkomsel? Mulai cari dulu yuk, biar enggak ketinggalan sama yang lainnya.

I didn't want to be a passenger on someone else's motorcycle. I want to be the one riding that motherfucker. ~ Lily Brooks

A post shared by Ninja Hattori (@ninjahattori2163) on

Sedikit kelemahan GPS Tracker yang saya alami selama hampir setahun ini cukup mengganggu. Pertama, motor harus selalu dalam kondisi prima. Dalam artian aki harus hidup, harus dipanaskan setiap hari. Beberapa kali aki tekor karena Hattori memang jarang keluar di awal saya hamil. GPS Tracker rupanya cukup memakan arus listrik yang banyak, oleh karena itu Ninja Hattori harus sering dipakai, sementara saya nggak bisa makai sampai setidaknya tiga bulan ke depan lagi.

Nah, di situlah GPS Tracker yang dipasang sangat berguna untuk memantau ke mana geraknya si Ninja Hattori dipakai suami. Hahahahahaha….

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *