Berburu Golden Sunset Gunung Bromo

Makan siang di Gubuk Klakah yuk?
Yuk!
(sampai Ndayung Adventure di Gubug Klakah)
Eh ke Bromo yuk?
Yuk!

Kira-kira begitulah perjalanan super absurd sore itu. Dimulai dari ngebut ngantor pagi-pagi karena akan bertemu Tutut, teman lama yang setiap tahun pulang dari Swiss untuk liburan ke Indonesia. Bermobil sedan naik-naik ke Gubuk Klakah, tempat yang dijanjikan Mbak Endah untuk makan siang. *mbak endah ini teman lainnya lagi*

Rute kali ini ditempuh dari Permata Jingga – Bakso Bakar ABM – Gubuk Klakah. Dan sejauh-jauhnya jalan-jalan ketemu teman jua. Ada Nizam di ujung pertigaan Tumpang tempat saya berhenti istirahat sejenak. Hawa sudah terasa menurun kepanasannya.

Semakin terasa ketika berhenti di Ndayung Adventure, Gubuk Klakah. Tolah-toleh mencari lodeh yang dijanjikan, kami akhirnya duduk-duduk sejenak dan kemudian tercetuslah kalimat setan itu: KE BROMO YUK! NYEWA JEEP CUMA 700rb KOK!

Berangkatlah kami bertujuh dengan jeep terbuka (biar keren gitu) ke BROMO! ke BROMO! Kalau diingat-ingat, saya dan Rendy yang memegang persediaan pisang sempat bertatap mata di atas jeep sepanjang perjalanan: INI TADI NGAPAIN SIH KOK SAMPE BROMO SEGALA!

Tapi ngga menyesal berangkat tanpa persiapan apa-apa pun. Pemandangannya sungguh breath-taking. Lembah berwarna keemasan yang dilihat dari puncak jalan sebelum masuk savana, begitu indah. Luas, tanpa batas.

Tiket masuk kawasan Bromo sudah naik rupanya. Terakhir orang 20an ke sana cuma 200rb, sekarang bertujuh dan 1 jeep 200rb juga. Perlu banyak persiapan memang kalau ke Bromo sekarang.

Kaki Bromo dari atas bukit

Dari atas begitu indah, ternyata jauh lebih indah saat tiba di kakinya. Tepat di antara 2 lembah, matahari yang bersinar keemasan, rumput yang rebah kedinginan, adakah sunset di Kuta mengalahkan indahnya sejenak pemandangan ini?

Posisi foto-foto di antara bukit Teletabis yang sudah menghijau kembali. Akhir tahun lalu, bukit ini hitam, terbakar panas matahari. Disentuh hujan sedikit saja, hijaunya kembali merata.

Rasanya seperti sedang berada di mana…

Sunset di Bromo

Kami sempat berkeliling-keliling kaki Bromo untuk mengambil sedikit foto-foto sebelum cahaya menghilang di ufuk barat. Semburat awan merah yang menghilang di kejauhan, adalah kombinasi cantik masifnya punggung pegunungan.

Begitu juga jeep tumpangan kami yang warnanya merah menyala. Tidak kalah garang biarpun didiamkan di tengah hawa dingin yang mulai mencekam.

Wait for sunset

Mencekam karena ngga bawa jaket dan bersenang-senang dengan sandal jepit serta celana pendek. Bayangkan persiapan yang biasanya dibawa saat naik ke Bromo, jaket tebal, sepatu boots, sarung tangan dan topi hangat.

Cukup sudah.

Kami bertujuh berebutan masuk ke dalam jeep untuk menghangatkan diri sambil menuju jalan pulang.

Dalam hati saya berucap: Penanjakan lihat sunrise? AAAH.. biasa…

Sharing after reading, yes?

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *