Lupa Diet Sejenak di Pesta Kuliner Gebyar Tahapan BCA di Malang

Berat badan yang naik drastis usai menikah membuat saya berpikir ulang tentang pola makan. Seminggu belakangan, saya kembali rajin makan buah dan menghindari nasi putih. Sama sekali ngga berat, karena saya selalu siap membawa buah yang cukup untuk bekal seharian di kantor. Sampai saya terpilih sebagai Blogger yang mendapat Golden Tiket di Pest Kuliner Gebyar Tahapan BCA.

Diadakan di 8 kota besar di Indonesia, senang sekali melihat Malang menjadi pilihan BCA untuk mendekatkan diri pada para nasabahnya. Selain itu, lewat Pesta Kuliner ini, BCA sekaligus menyosialisasikan Program Gebyar Tahapan BCA 2014. Di weekend yang sama, nasabah BCA di 3 kota terakhir yaitu Malang, Semarang, dan Surabaya, bisa mencicipi makanan-makanan khas daerahnya cukup di satu tempat saja.

Lima kota sebelumnya, yaitu Cirebon, Pontianak, Makassar, Medan, dan Palembang, juga diramaikan tenant kuliner hits. Sebanyak 43 tenant kuliner di Malang tumplek blek menyesaki halaman parkir MX Square, sambil menyajikan makanan terbaik yang mereka punya.

Setelah melengkapi persyaratan untuk mengambil Golden Ticket, saya meluncur ke lokasi sesuai dengan perjanjian. Saya harus mencari Randy, usher Golden Ticket sekaligus tim social media @GoodLifeBCA, yang bersepatu oranye katanya. Cowok pintar, memang hanya sedikit sih yang milih warna sepatu itu. Dari Randy saya mendapat Golden Ticket plus tanda jempol untuk menandakan makanan mana yang recomended untuk dicoba. Saya hanya punya waktu satu jam untuk berburu makanan dan yang kira-kira masuk ke kantong tembolok.

Buru-buru saya ke stan Leko, memesan Iga Bakar tanpa nasi, Kowloon Dimsum, kue-kue di Eskimo, es Lechy di Monopoli Cafe, dan masih melirik Mille crepes Blooms Bistro Pastry. Episode kedua, saya memesan Hao Hao Terang Bulan, serta sushi Sugoi Tei. Saat menyantap makanan, tetiba saja adik-adik sma cantik ini berdendang sambil membawa celengan.

Waah, rupanya ada ajakan pindah tabungan dari celengan ayam ke Tahapan BCA. Saya sudah dong. Walau masih nabung koin di lodong krupuk, bekas kaleng astor, galon aqua, serta botol bekas selai sih….

Tidak lama waktu satu jam pun habis. Meninggalkan saya dengan setumpuk makanan yang menggoda untuk dihabiskan. Makan pelan-pelan sambil menikmati malam dan melempar candaan bersama teman. Sebetulnya saya nunggu Aa Juna sih yang mau masakin makan malam istimewa untuk saya. Begitu pula ribuan wanita lainnya.

Semakin malam semakin banyak wanita yang datang dan merangsek panggung di samping say? Ups ups ups.. Ngalah deh..

Malam kedua, saya kembali kopdar di Pesta Kuliner Tahapan BCA. Ada teman yang ingin ditawarkan kartu Flash dari mbak BCA tujuannya. Mau ketemu Marcell Siahaan, dia sudah manggung siang. Akhirnya saya mencicipi diskon-diskon menarik saja dari para tenant. Sambil menanti penarikan undian, yang pada akhirnya saya pun ngga dapat. Memang ngga pernah beruntung dengan cara gitu sayanya.

Kemudian juga diumumkan tenant yang berpartisipasi aktif berpromo, kreatif dalam display, juga yang paling banyak mencatatkan penjualan. Monopoli Cafe menyabet peran terbaik dalam berpromosi, Taman Indie paling kreatif menyajikan display, sedangkan Blooms Bistro Pastry mencatat kuitansi penjualan terbanyak. Turut bangga!

Terima kasih BCA telah membantu kuliner Malang terekspose bersanding dengan kota besar lainnya. Terima kasih kesempatan langka Golden Ticketnya. Sampai bertemu kembali di roadshow Tahapan BCA selanjutnya.

Sharing after reading, yes?

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *