Indonesia Hebat di Genggaman Tangan Kita

Pernahkah kamu punya impian untuk tinggal di luar negeri karena melihat carut marutnya kondisi di indonesia? Pernahkah kamu sedemikian gemas dengan birokrasi sedemikian rumit dan kita tidak bisa melakukan apa-apa karenanya?

Saya pernah.

Berjuta-juta kalo keinginan itu ada. Saya lelah dengan kesemrawutan pengelola ibu pertiwi tempat saya lahir dan dibesarkan di dalam pelukan hangat keindahan negeri ini. Rumput tetangga yang selalu lebih hijau, seakan menggoda dan menarik untuk dijelajahi lebih lanjut.

Sampai trip pertama saya ke Singapura untuk berwisata. Menginjakkan kaki di Singapura, aroma keteraturan, kebersihan, serta kecanggihan negeri kecil itu sangat terasa. Wisatawan sangat dimanjakan dengan segala kehebatan negeri yang kemudahan transportasi, informasi, serta mudahnya bertransaksinya membuat saya salut. Saya menyukai objek wisata yang ditawarkan negeri kecil itu walau tidak ada yang seindah Raja Ampat kebanggaan Indonesia. Namun saya tidak menyukai orang-orang yang bekerja tanpa senyum di sana.

Saya jauh lebih menyukai Indonesia. Hebatnya orang Indonesia, di tengah kesulitan yang mendera banyak orang untuk menghidupi dirinya, tidak ada yang lupa untuk memerhatikan sesama. Gotong royong dan kerja bakti bukan hanya slogan semata. Kamu bisa melihat sendiri di lingkunganmu, di rumah saya hampir setiap bulan sekali satu RT gotong royong membersihkan komplek. Bagaimana di tempatmu? Rasa kebangsaan, rasa memiliki negeri ini, sekaligus rasa cinta ke tanah air, semua terpancar dari keramahan tanpa basa-basi. Semua bebas mengekspresikan dengan cara masing-masing. Coba saja lihat semua yang potensial dikembangkan lewat Indonesia Hebat ini.

Namun, sebaik-baiknya bangsa, seindah-indahnya negeri, sebahagia-bahagianya tinggal di negeri sendiri, permasalahan pasti selalu ada. Permasalahan adalah cambuk bagi kita untuk memperbaiki diri. Masalah minimnya fasilitas pariwisata, masalah ekonomi yang tidak merata, masalah pendidikan yang belum dienyam semua rakyatnya, masalah toleransi umat beragama, masalah antara saya, kamu dan mereka, bukan tanpa penyelesaian. Indonesia masih berproses menuju perbaikan satu demi satu di setiap lini kehidupan rakyat ya.

Untuk itulah kita, generasi Indonesia Hebat selanjutnya yang bertugas menciptakan energi positif untuk membangun kembali negeri ini mulai dari sendi terkecil, dari diri sendiri. Berdamailah dengan jiwa di dalam dirimu, damaikan lingkunganmu dengan bersatu, mengubur segala perbedaan dan berhenti saling menghujat, demi cita-cita bersama, Indonesia Hebat.

 

Sharing after reading, yes?

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *