Pindah lagi pindah lagi.

Dulu ngurus bayar kuliah aja setiap tahun selalu pindah tempat. Setiap semester malah. Ngga heran kalau di Loket Pengurusan SIM yang tiap 5 tahun bakal ganti lagi tahun ini.

5 tahun yang lalu saya ngurus perpanjangan SIM di Mapolres Malang, depan RSSA Syaiful Anwar. Sepertinya saya pernah nulis pengalaman dikemplang calo berseragam itu, tapi ngga ada di blogpost. Dari harga yang tertera tercantum 80 ribu untuk perpanjangan masing-masing SIM A dan SIM C. Di loket pendaftaran saya ditarik 450 ribu. Setelah puas mencaci maki mereka lewat sms ke papa saya, mendadak saya dipanggil ke ruangan untuk dikembalikan lagi uang saya sebesar 150 ribu. Masih lewat tuh dari tarif asal!

Hasilnya?

Foto di SIM jutek sejutek-juteknya. Memang saya paling ngga bisa menyembunyikan ekspresi di muka :(.

Tahun ini saya harus mengurus perpanjangan SIM A dan C lagi sebagai kewajiban pemakai jalan. Dapat info dari @agunghbuana kalau dia baru saja mengurus SIM di loket baru Jalan Wahidin tak kurang dari 30 menit saja. Kalau di hari kerja mau ngejar SIM Keliling sepertinya repot jadi saya akan coba di loket saja.

Begini cara perpanjangan SIM di Kota Malang:
– Datang ke loket SIM di Jalan Wahidin, daerah SMP 3 Malang
– Fotokopi KTP dan SIM masing-masing 2 lembar
– Tes Kesehatan di loket depan bayar 20 ribu dan asuransinya 30 ribu
– Bayar biaya 75 ribu di loket BRI
– Isi formulir, serahkan ke loket, langsung foto SIM
– Tunggu SIM jadi di loket 6
– Pulang

Total biaya: 125 ribu ya? Ada yang bilang juga asuransi ga perlu bayar di situ buat yang uda punya asuransi sendiri tentunya.  Mau baca review ASURANSI berhadiah Samsung Galaxy Y?

BIG SIMPLE WAY. Mari kita buktikan dalam beberapa hari lagi.

Tanya: Berapa umur saya ketika membuat SIM?