gimana kalau aku positif covid19

Saatnya Melindungi yang Saya Cintai Biarpun yang Lain Tidak Peduli

Terhenyak rasanya melihat timeline beberapa hari yang lalu. Sederet foto-foto on location dari perayaan ulang tahun sebuah klub di kota saya dishare banyak orang. Jelas terlihat orang-orang berdempetan, tidak pakai masker, di malam yang dingin. Dalam hati cuma bisa ngomong, ITs CORONA TIME!!!

Tapi ternyata tidak sedikit kok yang berpikir seperti saya. Beberapa mengcounter dan menanyakan kenapa tidak saling mengingatkan kita berada di tengah wabah dan kenapa tidak berjaga-jaga. Jawabannya template sih, wkwkwk. Percaya aja sama Yang Kuasa. Yaudah sih, Yang Maha Kuasa juga ngasih akal untuk berpikir untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Belum terlambat kok kalau kamu mulai memikirkan hal yang sama. Bisa dari langkah berikut.

Berpikir Ulang, Keluar Rumah Mau Ngapain?

Pandemi virus ini nggak pilih-pilih orang. Siapa pun kalau daya tahan tubuhnya tidak bagus, bisa terpapar dengan mudah. Kalaupun daya tahan tubuhnya bagus, bisa jadi dia membawa virusnya tanpa gejala. Sungguh, kita sedang hidup di periode sebenernya nggak tau harus gimana. Jadi, berpikirlah dua kali tiga ribu kali, kalau mau keluar rumah mau apa.

Tujuan keluar rumah untuk bekerja? Baiklah. Tapi terapkan terus protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Kurangi dulu bersalaman, cium tangan orang yang lebih tua, juga tidak saling cium pipi untuk sementara.

Bersosialisasi Itu Menyenangkan, Tapi Haruskah?

Hati saya maktratap melihat bayi-bayi yang diajak nongkrong orangtuanya di masa seperti sekarang. Bayi yang bener-bener bayi ya, baru lahir sampai mereka yang di bawah usia 6 bulan. Nongkrong di berbagai cafe, bertemu orang banyak yang akan susah tracingnya ketika terjadi sesuatu.

Belum lagi asap rokoknya. Duh, bayi itu tidak bisa memilih :(. Yaudah terserah aja juga sih. Tapi apa sudah siap dana jika terjadi apa-apa?

Dana Darurat Itu Penting

Bukan cuma dana darurat ketika tiba-tiba diputus kerja. Sudahkan kamu mengantisipasi dana darurat jika mengalami gejala disebabkan virus corona? FYI, BPJS Kesehatan tidak menjamin klaim yang berhubungan dengan covid ya. Padahal jika ada gejala tapi belum terindikasi covid, biaya-biaya periksa ditanggung sendiri. Kemenkes yang akan menjamin orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan dan pasien dalam konfirmasi covid.

Punya Asuransi Kesehatan Itu Hal Utama, Percayao

Pertama kali masuk rumah sakit dan bayar sendiri berjuta-juta itu pedih. Meskipun akhirnya bisa direimburse di kantor, tetap saja saat gesek kartu rasanya lara di hati. Setelah itu saya membuka account asuransi kesehatan pertama yang terasa sekali manfaatnya ketika masuk rumah sakit saat kondisi drop selanjutnya.

Itu hanya soal sakit gangguan pencernaan saja saya sudah tumbang. Bagaimana di masa pandemi seperti sekarang? Cobalah mulai berpikir untuk melindungi diri sendiri dan keluarga secara maksimal dengan memiliki asuransi kesehatan seperti yang dikeluarkan Zurich Indonesia.

Zurich #SudahZiap Berikan Perlindungan Tambahan di Masa Pandemi
Ada manfaat tambahan Covid-19 yang diberikan Zurich sebesar 20 juta rupiah untuk pemegang polis baru yang terbit pada periode 9 Mei – 30 Juni 2020. Kamu nasabah Zurich yang terdiagnosa terinfeksi virus COVID-19 dan dirawat di rumah sakit juga bisa mendapatkan manfaat tambahannya. Cari tahu selengkapnya di daftar produk asuransi kesehatan Zurich lewat websitenya aja.

Salah satu tips dari saya kalau kamu masih muda, fresh graduate, dan belum memiliki tanggungan, adalah periode terbaik untuk mulai memikirkan asuransi ini. Akan ada banyak tantangan hidup yang membuat dompetmu bergelora kalau tidak dikelola sejak muda. Karena darah muda biasanya lebih suka menyerempet bahaya dan menganggap itu tidak apa-apa, namanya juga tantangan.

Tips ini ditulis dari saya yang darahnya sudah mulai menua. Sudah bisa bersyukur apa yang dilakukan saat muda dulu tidak membawa dampak brutal pada kehidupan di masa sekarang. Dari traveling tanpa rencana, geber motor ke mana-mana, nyetir mobil setingan balapan di jalan raya, sudahlah tidak perlu ditiru. Kita hidup di era yang berbeda, saat kendaraan tidak terlalu banyak dan tidak ada pandemi virus corona di masa muda.

Sudah benar memang saya di rumah saja.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *