Menyepi di Hingar Bingarnya Bali, Mengapa Tidak?

Pernah merasa kena tulah omongan sendiri? Dalam kasus ngeblog, tidak sengaja tulisanmu ternyata jadi kenyataan? Saya, barusan mengalaminya. Jadi di tahun 2016 lalu, saya menulis resolusi enggak pengen liburan lagi ke Bali setelah setiap tahun ada kali minimal 3 kali main ke sana. Since then saya tidak pernah lagi ke Bali. Baik jalan-jalan maupun perjalanan dinas. Sama sekali. Kini saya merindu Bali yang sepi seperti terakhir ke sana di tahun 2015 lalu. Bali sepi? Memangnya bisa?

Bisa. Terakhir di Bali saat dinas dulu saya diajak ke dua lapisan wisata yang berbeda. Down town seputar Kuta, Seminyak, Legian, yang bisingnya sampai masuk kamar hotel. Juga diajak kelilingan daerah Ubud, yang surprisingly..sepi. Sunyi. Senyap. Sampai meletakkan kuas lukis pun menggema seruangan. Jadi saya percaya, Bali bukan hanya liburan di tengah keramaian juga tentang mencari ketenangan sambil menyepi di tempat yang tepat. Begini cara saya.

Menulis Dulu Resolusi 2019
Agar terwujud bisa liburan lagi ke Bali, saya ingin menuliskannya di sini. Semoga di tahun 2019 ini tercukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan dengan tambahan sedikit usaha dapat mengajak Gaga Sasi naik pesawat ke Bali. Apabila harapan di tahun 2016 jadi kenyataan, mengapa permintaan saya di tahun 2019 tidak bisa dilaksanakan, ya nggak? Tentu harus dengan persiapan lebih banyak karena membawa dua anak bayi tidak semudah dimasukkan ke tas ransel dan masuk pesawat begitu saja.

Trik Nyaman Liburan dengan Anak Bayi
Senyampang masih suka-suka cuti panjang, beberapa kali saya mencoba membawa dua anak bayi ini jalan-jalan. Adalah light stroller dan gendongan kaos serta car seat yang ternyata paling berjasa kalau sedang di perjalanan. Light stroller yang saya miliki cukup nyaman untuk bayi hingga balita. Bisa dimasukkan pula ke kabin pesawat. Jadi kan nggak perlu membeli bagasi tambahan dengan issue membeli bagasi yang harganya lumayan itu.

Kalau tentang perlengkapan bayi seperti popok yang memakan banyak tempat di tas, perhitungkan saja untuk membawa secukupnya dan membeli di minimarket di tempat tujuan liburan. Tentang susu balita, usahakan telah melatih anak dengan mengganti asupan minumnya yang nggak perlu membawa termos ya. Coba kalau masih ASI semua, pasti liburan bersama bayi dan balita jadi jauuuuh lebih ringan di bawaan, habis banyak di makanan. Buat ibunya.

Drop Down Tujuan Liburan ke Bali
Sunset di pantai Bali tentu masih masuk ke dalam itinerary. Yang tidak masuk adalah memilih Kuta kalau mau angon dua anak bayi. Coba, pantai di Bali mana yang masih sepi untuk mendapat pemandangan matahari tenggelam yang nggak bikin deg-degan kehilangan anak dari pandangan. Tulisin di komentar ya.

Selain sunsetan, saya telah merancang menyepi saat liburan di Bali yang menenangkan tanpa perlu menambah stress karena memikirkan keamanan anak-anak. Pertama, memilih menyewa villa dengan kolam renang instead hotel. Tapi tidak menutup kemungkinan ada juga pilihan tipe family room di hotel-hotel keluarga. Nyarinya nggak perlu survey ke Bali sendiri, cukup dengan membuka aplikasi PegiPegi. Tinggal pilih menu Hotel, masukkan tanggal kedatangan dan tanggal check-out serta jumlah tamu, daftar hotel di Bali pun terpampang nyata.

Eh saya lalu keterusan membuka menu Jelajahi Indonesiamu bagian Bali. Ada banyak objek wisata yang ternyata belum saya posting di Instagram karena memang belum pernah ke sana sih. Pantai Suluban, Nuas Ceningan, Air Terjun Tegenungan, juga Bukit Campuhan, mengajak anak-anak ke sini kayaknya seru kalau bisa ke sana tahun 2019 ini.

Boleh dapat AAMIIN?

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *