Membersihkan Rumah Baru, Apakah Semudah 3 Kalimat Itu?

Terhitung hampir setahun saya pulang ke rumah Ibu. Setelah berbagai drama rumah tangga, sepertinya kini sudah waktunya untuk kembali mandiri hidup bersama keluarga kecil lagi. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah membersihkan rumah baru yang akan ditempati nanti.

Ini adalah tantangan bagi keluarga yang memutuskan untuk pindah ke rumah baru. Buat yang sudah mapan di Jakarta lebih mudah pasti, karena tinggal menyewa jasa cleaning service. Apalagi kalau rumah baru berada di kota-kota besar, jasa cleaning service Jakarta seperti ini pasti sudah banyak tersedia di lingkungan rumah. Tapi, bagaimana kalau ingin membersihkan rumah baru sendiri, apakah semudah mengucapkan 3 kalimat itu?

Tentu tidak semudah ngomongnya. Kadang-kadang keluarga muda punya idealisme sendiri tentang rumah baru yang akan ditempati. Membersihkan rumah itu sebuah ritual turun temurun yang artinya seperti membawa kebiasaan dari rumah lama dan itulah yang akan diterapkan nanti. Kalau kamu sedang bingung-bingung juga kayak saya, ada beberapa tips membersihkan rumah baru dari teman yang bisa dijadikan pegangan.

Bersihkan Rumah Sebelum Pindahan
Hal yang paling sering dilewati orang-orang yang ingin pindah ke rumah baru adalah membersihkan rumah tersebut sebelum melakukan pindahan. Idealnya kamu sudah harus membersihkan rumah baru sebelum tinggal di sana.

Cobalah mengunjungi rumah baru secara teratur beberapa kali dalam satu minggu atau bahkan satu bulan sebelum pindah ke rumah baru untuk membersihkan sekaligus mengecek kondisi rumah. Rumah kosong biasanya akan meninggalkan banyak debu, terutama debu-debu luar rumah, apalagi jika di sekelilingnya banyak pembangunan rumah, dan kamu belum memasang kasa di ventilasi rumah.

Cermati Kekurangan di Rumah Baru
Dengan intensitas kunjungan yang teratur kamu pasti akan dengan cermat menemui kekurangan-kekurangan yang ada di rumah baru. Misalnya atap yang bocor, atau plafon rumah yang masih harus diperbaiki. Dengan demikian ketika benar-benar pindah ke rumah baru cukup melakukan bersih-bersih minor alias minimal saja.

Lakukan Pemeriksaan Listrik dan Air
Seringkali rumah yang tidak ditempati mengalami kerusakan pada area-area tersebut. Untuk memeriksa aliran listrik kamu bisa dengan mudah menyalakan lampu di masing-masing ruangan setiap kali berkunjung ke rumah tersebut. Sementara untuk memeriksa aliran air cobalah dengan mudah menyalakan saluran-saluran air alias kran air di seluruh rumah.

THIS IS THE WAR, SAAT PINDAH KE RUMAH BARU!
Dengan berbagai persiapan, mulailah masuk ke tahap yang sebenarnya, setelah pindah! Setelah pindah ke rumah baru, kamu bisa mulai membersihkan ruangan. Tidak ada urutan khusus, bahkan bisa membersihkan beberapa ruangan sekaligus dengan dibantu anggota keluarga yang lain tentunya.

Mulai Bersihkan Dari Tempat Tertinggi
Hal yang penting harus diperhatikan adalah dalam membersihkan ruangan apapun selalu mulai dari tempat paling tinggi. Dengan demikian debu-debu yang berjatuhan tidak perlu dibersihkan dua kali. Mudahnya, lakukan pembersihan mulai dari atap (jika memungkinkan), plafon rumah, dinding-dinding rumah, dan terakhir bersihkanlah lantai rumah. Gunakanlah alat-alat bantu semisal vacuum cleaner atau kemoceng yang dimodifikasi dengan gagang panjang, atau bahkan spons kering untuk membersihkan dinding rumah.

Akhiri Pada Area yang Sulit Dijangkau
Tips selanjutnya adalah dengan melakukan pembersihan area-area yang sulit dijangkau serta area-area yang akan sering dipegang menggunakan tangan semisal saklar, keran, hingga gagang pintu rumah. Kalau sudah memastikan tidak ada lagi debu-debu yang bertebaran di rumah, kamu bisa mulai memasukkan furnitur ke dalam ruangan. Angkatlah dari yang paling besar hingga yang paling kecil. Setelah itu pasang gorden di kusen-kusen rumah.

Last but not least, masukkan barang-barang elektronik, maupun peralatan kecil semisal alat-alat mandi maupun alat-alat dapur ke dalam rumah baru setelah semua furnitur terpasang di tempatnya. Dengan demikian proses pembersihan akan berlangsung secara lebih teratur maupun efektif.

So, easy kan?

Sharing after reading, yes?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *