Sebuah Perjalanan Demi Lebih Percaya Diri Pakai Bikini dan Lingerie

Neng, bikini aku kelihatan gimana gitu ngga sih?” tanya Satya di atas kapal saat mau nyemplung di Pahawang. Dia resah karena sering dibully kalau foto pakai bikini aja. Padahal ya namanya di pantai, di laut, mau snorkeling, atau bahkan di kolam renang, pakai bikini itu pilihan. Yang salah kalau pakai bikini di pasar. “Kalau ngga percaya diri, pake celana pendek aku aja, Sat,” tawar saya sambil ngerogoh tas ambil persediaan baju ganti.

Celana pendek bercorak pohon kelapa dan sunset khas Bali warna merah itu pun kemudian tampak di beberapa foto Satya setelah episode Pahawang. Tampaknya dia jadi lebih percaya diri untuk berpose dan dipamerkan di Instagram-nya. Celana itu satu dari koleksi untuk menutupi bikini bottom yang saya miliki. Selain yang warna merah, saya punya shortpant sunset Bali senada yang warna item, yang garis-garis item putih sama yang garis-garis merah putih. Semuanya dikoleksi karena saya sangat nggak percaya diri saat berenang pakai baju renang seperti bikini karena masalah warna area V.

...selain karena sudah size xxl sih..
…selain karena sudah size xxl juga sih…

Kalau lingerie? Sampai hari ini, lingerie hanya dikoleksi. Dipakai pun cuma dua kali. Kira-kira pas nyoba di house of sebuah merk pakaian dalam sebelum menikah. Dua lingerie dibeli, untuk mengisi kotak srah-srahan dari si dia. Dipakai? Nggak pede sama area pangkal paha yang gelap, cukuplah lampu dimatikan jadi andalan sebelum melepas lingerie.

IFYKNWHTIMN.

Padahal kata orang, yang penting itu INNER BEAUTY yang cantik di depan pasangan. Tapi kan bagian INNER yang ada ketidaksempurnaan seperti bagian kulit lainnya yang tidak tertutup, apalagi di bagian area V, itu sangat mengganggu pikiran. Perasaan ngga ada yang salah dalam pemakaian bajunya, tapi tentu pikiran itu juga karena nggak tahu penyebab area V jadi lebih gelap.

Jawaban penyebab area V gelap itu justru saya dapat dari sebuah akun anonim pemerhati kecantikan perempuan di Twitter.

“Kenapa Miss V ciwi-ciwi Indonesia biasanya lebih gelap daripada ciwi-ciwi Amerika? #1”
“Bukan hanya tipe kulitnya yang beda, tapi kebiasaan pakai jenis celana dalam sama pembalutnya #2”. Wait. Nulis kultweet itu agak capek. Jadi begini aja kesimpulannya:

Kenapa Area V Perempuan Indonesia Biasanya Lebih Gelap Dari Kulit Mukanya?

1. Witing tresno jalaran soko rai turun ke hati. Rasa suka dimulai dari wajah baru ke hati. Oleh karena itu kecantikan area V sering ditinggalkan ketika seorang perempuan melakukan perawatan tubuh. Apalagi karena faktor malu yang ditanamkan sejak kecil, saya sendiri nggak menyadari pentingnya ini. Yang penting, muka dulu, muka lagi, muka lagi.

2. Pelembab, serum pencerah, BB cream, facial, peeling, pakai topi, semua dilakukan demi penilaian pada pandangan pertama di kulit wajah. Area V nanti saja kalau sudah jelang menikah dengan mengambil paket perawatan pra-nikah untuk mempermak kecantikannya. Padahal dengan dua puluh berapa tahun mengabaikan kebutuhan area V, gimana bisa cantik dalam sekejap coba?

3. Kulit wajah itu cuma boleh digesek sama powder puff dan soft brush. Tanpa menyadari kalau celana dalam renda yang cantik, legging dan jeans ketat, dan pembalut bersayap turut menyumbang menggelapnya area vagina karena mengalami gesekan setiap aktivitas. Yes, American girls biasanya memilih g-string dan tampon sehingga membantu meminimalkan gesekan di area tersebut. Selain karena perbedaan pigmen kulit perempuan Asia juga.

4. Area vagina dibersihkan dengan sabun mandi biasa, kalau wajah harus yang memiliki kandungan pembersih terbaik biar kotorannya terangkat. Padahal sebaiknya sama-sama memakai sabun pembersih untuk masing-masing area.

Selain itu, saya baca agak lama tahun lalu sepertinya di CNN Indonesia kata Medical Affairs Manager Sanofi-aventis Indonesia, dr. Dian Wijayanti, cuaca Indonesia juga berpengaruh terhadap warna bibir vagina. Cuaca yang panas dapat menyebabkan area V lebih lembab, sehingga bisa tumbuh bakteri jahat bahkan sampai iritasi yang menyebabkan kulitnya jadi lebih gelap dari kulit wajah yang menimbulkan rasa tidak percaya diri saat memakai bikini dan lingerie.

Sejak menikah inilah saya semakin mengerti kenapa banyak perempuan yang mau repot-repot meraih kembali kepercayaan dirinya dengan melakukan perawatan di area V. Ada yang ke se salon sebulan sekali untuk whitening daerah pangkal paha. Atau melakukan ratus vagina demi menghindari bau mengganggu yang kadang timbul setiap selesai menstruasi, sehingga rasa percaya diri meningkat di depan pasangan.

Padahal kalo tau Lactacyd White Intimate sabun pembersih kewanitaan terbaik bisa membantu mencerahkan kulit area V yang gelap sekaligus mengusir bau mengganggu dengan cara yang mudah, tentu bisa menghemat banyak pengeluaran.

Beli sekali hematnya lama..
Beli sekali hematnya lama..

Harga Lactacyd White Intimate memang berbeda daripada sabun pembersih kewanitaan lain, itu terlihat kalau sedang belanja dan melototin label harganya. Tapi lihat dulu kelebihannya.

Lactacyd White Intimate telah diuji secara dermatologi dan dapat digunakan setiap hari berdasarkan uji coba produk yang dilakukan Sanofi bersama Synovate-Ipsos pada 200 perempuan Asia periode September hingga Oktober 2011. Hasilnya, 67 persen responden mengakui area V jadi tampak lebih cerah hanya dalam waktu empat minggu penggunaan dengan cara yang benar. Bukan hanya sekadar memberi aroma wangi dan kesat yang cuma sesaat.

pH dari 5ml Lactacyd White Intimate telah disesuaikan dengan pH area V perempuan sehingga sangat tidak dianjurkan membersihkan area V dengan sabun biasa. Selain itu, Lactacyd White Intimate yang dibasuhkan secara benar di area V hingga belakang area yang terlipat, kulitnya pun akan terlihat cerah alami dengan pemakaian secara teratur.

Ya benar, membersihkan organ intim dengan sabun pembersih kewanitaan itu dibasuh dari depan ke belakang. Seperti cara membersihkan area V yang biasanya disarankan oleh para ahli.

Lactacyd praktis, nggak gampang tumpah kalau dibawa
Lactacyd praktis, nggak gampang tumpah kalau dibawa

1. Bersihkan tangan kiri atau tangan kanan dengan sabun, mana yang biasanya paling nyaman dilakukan untuk membersihkan.

2. Tuang Lactacyd White Intimate secukupnya ke telapak tangan. Diformulasi dalam bentuk gel, sabun pembersih kewanitaan terbaik ini jadi hemat dipakai, nggak mbleber ke mana-mana.

3. Basuh area V dengan gerakan lembut dari depan ke belakang untuk menghindari bakteri jahat yang membahayakan. Lactacyd White Intimate juga bisa membantu kulit lipatan bagian belakang tercerahkan, jadi sebaiknya tidak dilupakan.

4. Keringkan area sebelum memakai pakaian dalam memakai sapu tangan handuk khusus atau tisu area kewanitaan Lactacyd Feminine Wipes.

Lactacyd White Intimate diperkaya dengan bahan-bahan alami termasuk Actipone-B dari bengkoang dan Algowhite dari alga laut sehingga cukup efektif untuk mencerahkan kulit area V kurang dari 4 minggu. Sabun pembersih kewanitaan terbaik ini diformulasi khusus dari bahan alami ekstrak susu lactoserum dan asam laktat untuk mempertahankan keseimbangan pH alami vagina dan telah teruji secara dermatologi sehingga aman digunakan untuk pemakaian dua kali sehari, pagi dan sore saat membersihkan tubuh.

Berdasarkan beragam hasil uji tersebut, saya jadi menyusun jadwal pemakaian Lactacyd White Intimate buat panduan seperti yang ada di www.lactacyd.co.id.

1. Setelah mandi pagi. Apalagi kalau ada ‘serangan fajar’, selain penting untuk membasuh area V, juga biar lebih nyaman saat ke aktivitas seharian.

2. Selesai semua aktivitas sebelum tidur selalu membiasakan membasuh area V dengan Lactacyd White Intimate. Waktu mandi sore engga, kadang habis gitu masih banyak aktivitas juga.

3. Saya menambahkan extra treatment ke area V setiap selesai berenang. Rasanya agak gimana gitu berbagi air kolam dan air laut dengan organ milik orang lain. Jadi butuh merasa benar-benar bersih sebelum lanjut kegiatan lainnya.

4. Jangan ketinggalan memakai Lactacyd White Intimate setiap hari setelah menstruasi selesai, karena 13 hari setelah hari pertama mens adalah masa subur perempuan. Artinya waktunya sangat pas untuk berhubungan bagi yang sedang program mendapatkan keturunan. Konsultasi dengan dokter kandungan cukup menambah pengetahuan masalah masa subur perempuan ini.

Bagi yang bingung gimana cara menghitung masa subur jangan lupa konsultasi juga ya.

So far sih sampai hari ini saya memang belum mendapatkan keturunan, belum rejekinya. Yang penting kan sekarang rasanya jadi lebih percaya diri setelah rutin memakai Lactacyd White Intimate yang terbukti klinis membantu masalah kecantikan mencerahkan bagian pribadi perempuan dalam waktu kurang dari 4 minggu.

Tentu juga harus ada tambahan kebiasaan yang perlu dilakukan biar kulit area V nggak kembali gelap meski sudah dibersihkan dengan Lactacyd White Intimate. Kurangi memakai celana dalam berenda untuk aktivitas sehari-hari, cuci bersih celana dalam dan setrika untuk menghindari bakteri yang masih tertinggal. Pilih celana panjang yang tidak terlalu ketat, kebiasaan ini akan membantu Lactacyd White Intimate memaksimalkan menyelesaikan masalah area V yang gelap kurang dari 4 minggu.

Manfaat menyetrika pakaian dalam
Manfaat menyetrika pakaian dalam

Lebih nyaman di depan si dia, itu yang terpenting bagi saya saat lebih memahami arti pernikahan jadi tidak hanya mengejar keturunan saja. Alasan :)). Padahal biar lebih percaya diri juga kalau lagi diperiksa bawah sama ibu bidan dan dokter kandungan setiap kontrol kesehatan rahim. Bukan berarti lebih berani memakai bikini kapan saja pengen juga, tapi tidak lagi menutup diri saat diajak berenang bareng teman-teman di kolam umum. Karena nggak nyemplung air seminggu aja, rasanya kayak dehidrasi.

3 tahun perjalanan pernikahan, 2 tahunnya berkenalan dengan Lactacyd White Intimate. Me soooo happy and now very confident with #ProvenSelfV. Pengen ngerasain yang sama?

IFYKNWHTIMN. If you know what i mean.

Sharing after reading, yes?

15 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *