Nongkrong Murah Meriah, Seduhan Kopi Bubuk dan Teh Anget Warung Srawung

‘Mas, biasa’
‘Oke!’

Dan saya tercengang ketika masnya segera sibuk mengaduk dan menuang air panas. Rasanya seperti sedang pakai bahasa sandi kalau mendengar yang dikatakan teman saya ini. Saking seringnya ke warung ini, mereka sudah ngga perlu lagi disodorin menu, pilih-pilih, dan menulis di kertas. Bahkan kadang mas-mas yang jaga Warung Srawung cuma lihat wajah teman saya sudah tahu pesanannya apa. Wedang kopi bubuk setengah pahit dan teh hangat. Tapi si teh pesanannya tetap didatangkan panas-panas karena si dia hampir selalu meminumnya setengah sampai satu jam kemudian.

Warung Srawung namanya. Hangat, nyaman dan bersahabat. Nggak cuma wedang kopi bubuk yang nikmat, warung ini juga membuat siapapun merasa punya keluarga baru lagi, selain di Legi Pait. Pilihannya seduhan kopi bubuknya nggak banyak, semakin sedikit, semakin mudah dan cepat untuk disajikan bagi siapapun yang ingin menikmati kopi di Warung Srawung.

Kopi
Di Warung Srawung, teman saya paling suka dengan wedang kopi bubuk setengah pahit. Cangkirnya kecil, terbuat dari seng, ala-ala cangkir warung kopi zaman baheula. Tekstur kopi di sini ada di tengah-tengah. Bukan kopi bubuk ala tubruk dengan ampas yang kasar. Bukan juga kopi dengan ampas halus seperti di Legi Pait. Pas di tengah-tengah.

Nyethe Ala Tulungagung
Kamu suka minum wedang kopi bubuk sambil nyethe ala kawasan Tulungagung? Kopi setengah pahit di Warung Srawung adalah salah satu pilihan yang nggak bakal menguras kantong.

Tips: Biarkan kopimu mengendap dulu beberapa menit, baru disendok ampasnya. Setelah itu, silakan berkreasi dengan lukisan cethe di batang rokokmu.

Asyik ngelihatnya. Saya cukup bengong aja kalau ada yang mengukir lukisan di batang rokok itu. Kreativitas yang perlu diacungi jempol!

Sego Srawung
Laper tapi malas keluar? Makan saja sego srawung yang tentu sangat nikmat disandingkan dengan teh hangat atau wedang kopi bubuk. Peringatan keras bagi yang perutnya suka bermasalah, sambelnya cukup menggigit. Jadi kalau nggak suka pedas, better diambil sedikit saja sambalnya dan nikmati Sego Srawung dengan nikmat.

Gorengan
Cuma kepengen nyemil sambil minum wedang kopi bubuk atau teh? Tenang, di Warung Srawung juga ada berbagai macam gorengan dengan harga yang super ramah. Nggak perlu takut, per bijinya cuma 1500-an dengan ukuran jumbo!

Bawa Makanan Dari Luar, Monggo…
Saat kebanyakan café mengharamkan pengunjungnya membawa makanan dari luar, Warung Srawung sah-sah saja kalau ada yang bawa jajanan dari luar. Kadang seduhan kopi bubuk dan teh hangat pesanan kami ditemani martabak dan terang bulan. Kadang juga beli tahu petis di ujung jalan Kaliurang yang endeus itu kalau gorengan di Srawung lagi nggak ada. Kadang juga serutan jagung bakar Tawangmangu yang jadi pilihan. Bebas!

Yang perlu dicatat, jangan harap ada live music ala café di Warung Srawung. Tapi di sini kamu bisa mendengar berbagai jenis music yang dimainkan secara live oleh para musisi. Ada yang sengaja berkumpul dan ngejam bareng. Ada juga yang mampir minum wedang kopi bubuk setelah latihan di studio music Gilang Ramadhan yang ada di sebelahnya. Musik apik, gratis!

Waktu yang tepat untuk nongkrong menyisip seduhan kopi bubuk Warung Srawung, datang aja setelah Magrib karena warung ini buka sampe jam 2 pagi. Lucunya juga, jam buka Warung Srawung tergantung pada apakah masih ada banyak orang yang menyicip wedang kopi bubuk sampe pagi atau nggak. Paling sore mereka tutup jam 1 pagi. Setidaknya, kalau pengen malem mingguan dan dompet masih merana, kencan sederhana masih bisa digelar di Warung Srawung. Berdua, biasanya cukup 10-15 ribu saja. Murah kan?

Warung Srawung
Jln Tawangmangu No 15 Malang

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *