The Jacatra Secret – Memandang Indonesia Yang Tak Lagi Biasa

Menghabiskan sisa liburan lebaran dengan membaca buku bisa jadi suatu kemewahan. Karena kita masih disibukkan dengan beragam aktivitas keliling ke saudara atau kalau engga ya di rumah saja nunggu tamu. Seperti saya. Maklum, di rumah kan abah paling sepuh, jadi lebih banyak yang berkeliling ke rumah. Dan The JACATRA SECRET menemani saya sampai jelang masuk kantor di hari Seninnya.

Buku ini saya pinjam setelah melihat status adik saya di rumah mama.

Judulnya memang bombastis. Biasanya paling malas dengan buku tebal dan judul beginian. Tapi saya lagi butuh buku untuk mengasah otak yang membeku. Hasilnya?

Saya tersepona.

Melihat judulnya yang bombastis, ekspektasi saya terhadap buku ini paling ngebahas hal-hal silumanistis yang biasanya diangkat jadi bahan-bahan sinetron itu. Ternyata tidak. Saya dibawa ke depan ke belakang, ke atas dan menggali ke dalam, ke bawah sadar ada sesuatu yang terjadi di balik kehidupan yang biasa-biasa saja ini.

Kamu percaya dengan teori konspirasi? Suka melihat film semacam National Treasure, The Da Vinci Code, dan teman-teman itu? Saya suka. Tapi tidak percaya.

Yang perlu dicermati dari buku The Jacatra Secret bukan itu. Bukan teori konspirasi itu yang menggugah alam pikiran saya. Celetukan Dr. Grant dan Pak Kasturi tentang kondisi Indonesia itu yang bikin saya mikir.

“Orang Indonesia itu dicetak sebagai robot tanpa budaya karena terlalu takut kalah bersaing dengan Amerika.”

“Orang Indonesia melupakan sejarahnya, dan mengabaikan sejarah Indonesia bisa dijadikan sumber kekayaan intelektual yang menarik perhatian dunia.”

Over all, The Jacatra Secret menarik untuk dibaca mengisi hari namun jangan terlalu diambil hati. Buku karya Rizki Ridyasmara ini memang mirip dengan buku bergenre sama keluaran sana. Ide yang sama, seperti kata para teman saya di Twitter ini:

Sharing after reading, yes?

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *