Yakin Wareg di Warung Wareg

Malu bertanya sesat di jalan. Malu mau tanya, kami sudah duluan jalan. Akibat kelaperan saat menuju rumah orang tua di Batu, saya dan suami memutuskan untuk naik dulu dari Malang dan ngasih tau mama kalau mau ke rumah setelah selesai makan.

Sudah setengah jalan menuju kota Batu ketika saya dan suami mau icip-icip Warung Wareg yang berlokasi di Raya Pendem ini. Sebenernya ada warung aslinya yang kelewatan juga kalau berangkat dari kantor di Araya lewat Karangploso menuju Batu. Tapi suka aja makan di tempat yang baru karena lebih terbuka tempatnya.

Cuaca yang sangat dingin karena hujan sepoi-sepoi bikin perut laper jadi tambah laper. Dan Gurami Jingkrak (apa Gila ya) ini yang jadi pilihan. Menurutmu, bagaimana penampilannya?

Besar? IYA BUESAR kalo cuma untuk kami berdua -_____________-“. 

Sayangnya memang cuman berdua aja sih makan malem di Warung Wareg ini. Sebelumnya saya juga engga kepikiran untuk pesen yang ngga terlalu besar. Apa bisa? Mungkin bisa. Menyesuaikan dengan jumlah yang makan daripada mubazir kebuang, kan? Tapi tenang… Di tangan kami ngga mungkin terbuang.

Kami makan dengan tenang karena kabar dari mama sudah diterima. Ngga usa naik malam ini ke Batunya =)). Yaelah bro™ sudah setengah jalan gitu jadi nyesel kenapa ngga bilang dari bawah waktu masih di Malang.

Menu aneka masakan gurami di Warung Wareg terlihat sangat istimewa karena ada berbagai versi mulai dari goreng/bakar biasa, sampai yang dicemplungin kuah pedes kayak pesenan kami. Total kerusakan yang dikeluarkan sekitar 80.000 rupiah dengan sambel pencit, dua nasi, wedang jahe, dan hot chocolate.

Sayangnya salah satu dari kami engga ada yang ulang tahun sih. Ada promo diskon 15% nih buat yang ulang tahun di Warung Wareg. Tempatnya memang cukup besar, banyak meja dan zona yang bisa dipilih untuk keluarga besar. Kalau ngga mau dingin, pilih di ruangan di bawah tangga, mau privat bisa di gubug-gubugnya, mau sambil lihat pemandangan pilih di mezanin.

Dari sisi eksterior bangunannya cukup istimewa. Tapi tidak ditunjang dengan permainan cahaya yang pasti keren banget seharusnya untuk jenis bangunan seperti ini. Lampu-lampu kuning sepertinya bikin dia nampak romantis di kala malam tiba.

Mau ke sini sama keluarga? Meluncur aja ke arah Batu. Posisi dia di sebelah kanan setelah SPBU Raya Beji.

 

Sharing after reading, yes?

3 Comments

  • “Warung Wareg” Beji…Larisnya Bukan Main, Ramainya Bukan kepalang…Sayyyang sekali aku harus keluar dari kerja disana…selain waktu kerja yang panjang, gaji hanya Rp.2.500,- perjam…nasib karyawan tidak diperhatikan, yang penting pemilik senang memeras keringat dan tenaga karyawan…Kasian nasib teman-tamanku disana….berangkat pagi pulang malam, gaji murah siapa yang tahan…Wahai pemilik “Warung Wareg Beji” tolong perhatikan upah temanteman…aku berani ngomong karena sudah gak kerja disana lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *