Festival Dermaga Kuliner, Ngga Kayak Lagi di Malang

Hari pemilihan kepala daerah, atau Pilkada adalah bonus bagi karyawan lokal. Beberapa kantor diliburkan sementara instansi lain masih tetap masuk. Dan kami turut merayakan hari libur lokal kota Malang kemarin.

Mengumpulkan teman-teman di saat libur memang susah. Akhirnya hanya bersama Dimas dan Sandynata saja kami mojok bertiga di sudut tempat baru, soft opening anak cabang Harmoni Resto yang sebutannya Festival Dermaga Kuliner. Bertempat di Jalan Danau Toba, daerah Sawojajar, kami bertiga seperti memasuki dunia baru. Sama sekali engga kayak di Malang suasananya. Sangat-sangat-sangat LUCU dan CAKEP banget interiornya untuk dijajah kamera-kamera kami.

Sebut saja dari sudut pojok sini, di sebelah kiri kami ada meja makan di dalam perahu. Di sebelah kanan ada jajaran kursi ala piknik di alam terbuka. Format ruang terbuka dari Festival Dermaga Kuliner ini nyaman banget. Sepoi-sepoi angin terasa bahkan hingga sudut ruangan.

Nah ini perahu yang ada meja makannya di sebelah kiri kursi saya.

Belum puas menjelajah, pesanan kami sudah datang. Menu yang diandalkan menurut twitter @harmoniresto adalah aneka pilihan Rice Bowl. So, rice bowl cabai hijau dan camilan kulit ayam krispi segera kami serbu. Anyway, karena ini mungkin masih soft opening ya, jadinya menunya masih minimalis. Es Sarang Burung dan Es Teler pesanan kami, isinya beda banget sama yang di Harmoni Resto.

Berbeda dengan menu makanan saat soft opening ini, kami sangat-sangat menikmati sudut demi sudut Festival Dermaga Kuliner. Bahkan di toiletnya pun menakjubkan sekali untuk jadi tempat foto-foto. Seruuu!

Kalau punya nyali, silahkan foto ala adegan Titanic yang legendaris di anjungan menuju lantai 2 ini. Kami? Noooo, kami engga ada yang berani, huahuhaua..

Dan jalan-jalan kami di Festival Dermaga Kuliner, ditutup dengan mengunjungi Beach House! Kata Dimas, caption foto yang ini pas banget kalau judulnya: Yang 1 menunggu hujan, Yang 2 menunggu jodoh =))

Semoga layanan Festival Dermaga Kuliner ke depannya semakin cakep seiring dengan tempatnya yang cakep abis. Siapa sangka ada laut di tengah kota, bukan?

 

 

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *