Jodoh

Jodoh, kata orang-orang ngga usah dicari. Dia sudah ditentukan oleh garis takdir. Jodoh kata Woman.KapanLagi.com, akan hadir setelah lima kali patah hati. Jodoh, kata orang Jawa akan pergi kalau kita suka duduk di ambang pintu.

Jodoh, kata orang kalau wajahnya mirip itu kebanyakan memang jodoh. Kalo kata Woman.KapanLagi.com lagi, karena semakin banyak waktu untuk menyesuaikan satu sama lain, mereka akan semakin mirip, mulai dari tingkah laku, sampai sifatnya.

Jodoh, mungkin tidak akan jauh-jauh dari lingkungan yang melingkupi kehidupan kita sehari-hari. Blogger dapet blogger. Biker dapet biker. Dan yang masih bikin saya heran, temen SMA saya itu kebanyakan jadi jodoh. Temen kuliah hanya beberapa. Apa karena masa sma itu begitu berkesan? Gimana sama temen sma-mu?

Jodoh bukan berarti kita memiliki banyak persamaan dengannya, justru perbedaan lebih banyak menyatukan. Karena secara tidak disadari kita mencari keseimbangan dalam hidup. Kalo sama, kubunya jadi sama kuat, susah disatukan.

Jodoh….apa lagi ya….

Ya, saya sedang mempertanyakan jodoh saya 🙂

(NengBiker/WP for BlackBerry)

12 Comments

  • kayaknya jodohnya si neng ituh adalah tetangga sebelah rumah sayah
    *mantengin tetangga lagi manasin yamaha TDM 900*

  • Ah ya, saya juga baru nyadar kalo saya insyaallah jodoh sama si Hubito. Gara-gara kami saling melengkapi. Padahal saya mikir kok kami terlalu banyak perbedaan yah? Trnyata perbedaan itulah yang menyatukan kami. Tsaaaahhh..
    *sibakkan poni..*
    *poninya kuda*

  • wuah rame 😀

    @pakde blontang, hooo jgn anak sma doms. temen2 sma aja uda mengilang kok

    @tutut, ageh sini ekspor ke indonesia o_O

    @kimi, ah jangan sama yaaa

    @mba briptu, hubito yg sama2 absurd? lah tu kan sama tu kan

    @fenty, we’ll wait patiently ^^

    @mbah jiwo, berdoa terus, never stop 🙂

    @lesprivat, sebelah kanan laki 3 (–“)

Leave a Reply

Your email address will not be published.