Copyright

Seru ya kalo kita bisa posting hal terbaru dengan beragam foto bagus untuk penguat cerita? Aku juga lah, kadang-kadang plang plung aja comot gambar sini sana untuk suka-suka.

Tapi itu dulu.

Sebelum hobi foto-foto juga. Tepatnya sebelom punya kamera sendiri :). Kalo abis jalan-jalan sukanya comot foto dari facebook teman. Kalo lagi galau ya gugling. Dan ya, aku suka lupa menyertakan kredit titlenya. Pikirku, kan aku ngambilnya by image location, ngga save file. Kalo fotonya diklik kan balik ke halaman yang punya kan? IMHO 😀

Sekarang?

Semenjak pabrik tempatku kerja ngebeli foto eksklusive pernikahan Tamara-Mike Lewis dengan harga naudzubillah mahalnya, aku baru sadar apa artinya copyright. Sejak aku tau harga kamera Pak Bambang, fotografer pabrik, aku baru klik apa artinya ‘hak milik’.

Too late?

Ku harap tidak. Di setiap langkahku nantinya pengen juga sih punya hak milik atas foto-foto (gila) maupun hasil karyaku sendiri nanti.

Karena sungguh ngga enak ngeliat foto-foto yang mungkin jerih payah ‘uang’ ‘tenaga’ dan ‘hasil karya’ seseorang diumbar bebas di ranah milik orang lain tanpa tau itu milik siapa. So, dear Renotxa, Sandynata, dan Xapi. Teman-temanku yang hobi foto dan siapa pun saja, lindungi hak milik anda sebelum menyesal kemudian 🙂

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *