Night Warriors From Lapangan Vicadha, Singosari

Malam itu aku ditinggal pacar yang berangkat perang ke medan perang Jember di suatu lokasi outbond yang menurut kabarnya entah di pantai antah berantah. Beberapa hari sebelum sudah ada night war invitation dari Komandan Captain Kidd untuk hadir di lokasi jam 5 sore. Pengajian di rumah sampai jam 7 malam belum kelar. Padahal tambah malem tambah ga berani nih mo hadir di lokasi *dasar penakut*.

Jam 7.30 kelar pengajian masih mikir-mikir sejenak. Berangkat engga berangkat engga. Sudah 2x saya ikut perang malem di MIPA Brawijaya, malah belum pernah perang malem di lokasi sendiri. Akhernya nyetater mobil, mibeng ndirian ke Lapangan Vicadha, Singosari.

Siyal.. Gerbangnya dikunci!

Muter lumayan untuk menuju ke gerbang penjagaan. Suasana gelap menghampiri. Gelap pekat! Niatnya ngga main aku cuman modal sendal dan bawa hp doang. Kesalahan besar saudara-saudara. Senjata aku tinggal di mobil aja. Resiko nyeberang ke lokasi dengan ga bawa senter ketimbang jatoh trus senjata patah? *lebay*. Aseli, nyaliku ngga ada untuk bergelap-gelap di lokasi yang jelas ngga ada yg nungguin. Jarak 50 meter berasa 5 kilometer. Lompat sana sini ngehindarin becek.

Dan sampailah di base camp. Tim masih perang di depan sana. Aku ngabisin jagung bakar aja ^^

Cerita ngalor ngidul sama yang uda kena duluan. Ada yang dihit oleh ‘orang yang tak nampak’. Ada yang melihat bayangan bergerak-gerak. ohmaimai, kupingku serasa panas ngedenger cerita hantu. Belum lagi ada yang setel ringtone manis dari suara setan. ohmaimai. Berasa ingin segera beranjak. Tapi apa daya ga ada nyali untuk menyeberang ke lapangan parkir. hiks. Bener-bener penuh siksaan.

Tak berperang sama sekali, hanya mengganggu sana sini. Pacar sudah ga bisa disms, brati dia sudah masuk ke balik bumi. Tinggalah aku menutup kuping sendiri. Sambil menanti yang berbaik hati mau pulang tidak di dini hari. Yay! Pak Yudi sudah mau pulang! Ngga pake babibu, langsung lompat dari kursi. Menyusul Pak Yudi yang sudah melangkah pergi. Terbirit-birit setater mobil dan langsung tancap gas menuju rumah.

Scary movie 🙁

Karena mulai malam itu, mimpi buruk ini dimulai.

Kawan, kalau kalian pernah dengar isi hatiku, aku merindukan kebersamaan itu.

Sharing after reading, yes?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *