Pelan-pelan Saja

ku tahu kamu pasti rasa
apa yang ku rasa
ku tahu cepat atau lambat
kamu kan mengerti

hati bila dipaksakan
pasti takkan baik
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

reff:
lepaskanlah ikatanmu dengan aku
biar kamu senang
bila berat melupakan aku
pelan-pelan saja

tak ada niat menyakiti
inilah hatiku
pantasnya kamu mencintai
yang juga cintai dirimu
cuma kamu

repeat reff

pelan-pelan saja

repeat reff

pelan-pelan saja
(lepaskan aku, lepaskan aku, lepaskan aku)
pelan-pelan saja

————————————————–

kopas besar-besaran ga pake edit ulang. kasus orang lain bikin aku kelempar balik ke masa setaun silam. saat berbagi yang seharusnya tidak dibagi. merasa dikhianati sampe rasa ini mati. perempuan mana yang rela cintanya dikhianati. oleh teman sendiri? syukurlah aku ngga kenal sama orang itu.

untuk sampai ke titik ini ngga butuh waktu seminggu, tapi berbulan lebih.. seumur hidup akan selalu ada bekas di hati. seluruh pihak yang terkait menyadari posisi masing-masing hingga bisa diperbaiki tidak dengan mudah. aku benci dengannya itu pasti. aku menyalahkannya itu pasti. aku tau di mana keterbatasanku tapi tidak bisa menerima kehadirannya mengisi keterbatasanku itu.

pun pula pernah nyaris jadi korban yang ngga tau kalo aku ini sebenernya pihak ketiga. saat aku tau aku berada di pihak yang salah, aku mundur. teratur. jauh meninggalkan semuanya. aku tau aku salah. aku menyesali kenapa aku ngga tau jadi di pihak yang itu. menyesal dengan mudah digombali. dengan keinginanku menggebu ingin punya rumah tangga sendiri, aku berpikir jauh untuk menjadi istri ke dua dan sebagainya. tidak, aku tidak mau berbagi.

orang yang merusak rumah tangga orang itu ngga baik. maaf kalo aku ngga bisa membalik pandangan itu. aku juga jijik pada diriku sendiri. pernah menjadi sebagian dari orang-orang itu.

karma itu ada. balasan itu ada.

dan aku sudah pernah mengalaminya.

Sharing after reading, yes?