Mudik Mudik Mudik

Dulu saat 9,999 juta penduduk Jakarta bermudik-mudik ria ke Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, serta beraneka tujuan lainnya, aku dan saudara-saudaraku malah mudik ke Jakarta. Menemani bapak kami yang bekerja di Jakarta, menghabiskan hari-hari terakhir Ramadan di Jakarta yang melengang menyenangkan!

Setelah sholat Ied, setelah bapak open house dengan rekan-rekan, baru kami bergerak ke timur, pulang ke rumah kami di Malang. Menyempatkan mampir ke keluarga besar di Jogjakarta. Macetnya Nagreg hingga Jogja juga perna kami rasakan. Sampe kelungguran truk pun pernah keluarga kami rasakan saat mudik mudik. Seru? Alhamdulillah kami masih bisa merasakan Ramadan-ramadan selanjutnya sampai tahun ini.

Tahun ini resmi ngga pakai mudik-mudik. Sudah menetap dengan senang hati. Bapak menghabiskan masa pensiun sama Ibu. Adek-adek yang merantau kembali berjibaku dengan arus mudik. Alhamdulillah dibekali rejeki sehingga semua bisa datang di rumah hari ini, H-2 Lebaran. Tiket mudik dan balik sudah tersedia. Tinggal Kakak ganti mudik ke mertua bersama suami.  Ngga papa lah.

Aku yang selalu jaga kandang menemani Bapak Ibu, beserta adek kakak dan saudara semuanya.. Mau bilang:

Met Idul Fitri, temans!

Semoga Tahun Ini Kita Mendapat Hidayah-Nya

dan Dapat Kembali Bertemu Di Ramadan Tahun Depan…

nbf

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *