Aventree

Sesungguhnya saya cukup susah menuliskan judul untuk edisi icip-icip kuliner di Aventree ini. Jadinya cukup ditulis dengan Aventree aja ya.

Pandangan pertama pada nama Aventree di salah satu ruas jalan Suhat-Malang, terbayang steak ala western yang tebal dan juicy. Setelah follow Twitternya @AventreeID, saya diDM oleh salah seorang sahabat twit, bahwa itu adalah restoran Korean Food. Wuaaaah, langsung cerah ceria lah hati ini mengingat memang suka banget icip-icip Korean Food seperti yang di Running Man itu. Sayangnya, masih harus sabar menanti cukup lama karena Aventree ramai diserbu oleh mahasiswa-mahasiswa.

Sampai pada akhirnya mendadak family hore-hore bisa berkumpul, dari satu tempat ke tempat lain. Malam sebelum pada pulang, kumpulan kami pindah ke Aventree.

Awal membaca menu, agak bingung mencari di mana daftar makanan. Sehalaman rasanya isinya minuman semua. Ternyata Aventree juga menyediakan menu BBQ dan Suki sehingga tidak tertulis di buku menu. Macam Teokpokki dan Ramyeun, serta Bimbimbap, selalu dong ada. Sayang, teokpokkinya habesss. Kemaleman kita datangnya sodara-sodara. Akhernya memutuskan BBQan dan Sukian. Kemudian Ramyeun dan Bimbimbap pun dipesan. Akhernya semuanya nyaris dicobain x)

Dasar perut kelaparan semua.

Harga yang ditawarkan di Aventree pun reasonable. We buy place, We eat the good atmosphere of this place. Ramyeun 15k, Bimbimbap 25k, BBQ start di 4000. Dan deretan menu minumannya, sepertinya kita boleh aja kok minum-minum ga pake makan juga. Strawberry mojitonya cuy, silakan dicoba. Virgin mojito saya ngga kebanyakan daun mint, sukaaaa..

Sambil menikmati hembusan udara yang bercampur bau harumnya BBQ, saya mengamati sekitaran Aventree. Interiornya cantik dengan furniture kayu yang unik. Ada sisi smoking di bagian depan, non smoking di dalam yang menjorok ke area belakang, juga ada di mezanine. Sayang untuk daerah yang belakang tidak dilengkapi pemanggil waitress, sehingga cukup lama kadang kalau mau manggil. Cuman tempatnya asyik di belakang, macam private gitu. Enak buat ngobrol.

Di samping area makan, ada deretan Homestay Aventree. Pemanfaatan ruang yang apik, sepertinya interior dalam kamarnya juga menyenangkan. Hanya kadang mikir, apa yang di dalam kamar nanti ngga kelaparan terus ya kalo banyak yang pesan BBQ di ruang makan sebelah. Hahahaha.. Laris manis dah BBQannya.

Meski masih tergolong bangunan baru direnovasi untuk memenuhi kebutuhan ruangnya, Aventree jauh dari bau cat kok. Nyaman, dan menyenangkan. Plus ada mas waiternya yang ganteng, bisa kamu panggil-panggil terus dan titip tanyakan ya siapa namanya.

Aventree @AventreeID

BBQ Resto | Homestay | Café Restaurant | Open Daily 11-23 | Reservation book: 0341-489349 Soekarno Hatta B4A, Malang, ID aventree.co.id 

Belajar Dari Cesar Milan

Tahun lalu, Indonesia pernah kedatengan host The Dog Whisperer, named Cesar Milan. Di tengah huru-hara kesibukan kuis tiketnya, terselip kartun meme yang bikin banyak orang yang awalnya nyaman dengan pertemanannya, akhirnya jadi insecure dan menjauhi temannya.

Pengen deh punya anjing
Tapi uda punya teman yang kayak anjing..

Setia gitu? Ngikut ke mana-mana kayak anjing, atau kelakuannya kayak anjing? Siapapun yang ngeshare meme tersebut mungkin ngga sadar kalau dianjingkan balik oleh yang baca.

OK, kembali ke Cesar Milan.

Saya belum sempat nglihat langsung aksinya baik di YouTube juga belom waktu Cesar Milan akan berkunjung ke Indonesia. Sampe ngelihat acaranya di TV beberapa minggu belakangan. Satu sesi dan seri selanjutnya, saya sangat super kagum dengan kemampuannya memahami hubungan antar manusia dan cerminannya pada sikap anjing yang dipeliharanya.

Anjing adalah makluk yang peka terhadap perlakuan manusia, sifat manusia, dan bisa melengkapi kehidupan seorang manusia. Saya ngga bicara hewan lain karena bukan bidangnya Cesar Milan. Sebenernya ngga ada yang spesial banget kalau kamu hanya melihat hubungan  Cesar dengan anjing.

Lihatlah dalam perspektif yang lebih lebar. Bagaimana sikap ngga percaya diri bisa membuat anjing peliharaanmu jadi raja. Atau ketidaktegasan pemilik membuat anjingnya jadi ngga punya keberanian. Dan bagaimana juga hubungan pasangan yang ngga harmonis, terlihat dari anjingnya yang stres berada di antara mereka. Cesar Milan memberi cermin pada sang pemilik untuk melihat dirinya sendiri sebelum memegang anjingnya. Saya rasa langkah ini adalah salah satu cara yang harus kita lakukan juga sebelum berbaur dengan orang lain di lingkungan.

Pandanglah dulu dirimu. Ingin menjadi seperti apa kamu nanti. Baru orang lain akan memandangmu.

Walau demikian, menyamakan manusia seperti anjing juga bukan cara yang tepat. Karena manusia memiliki akal pikiran dan hawa nafsu. Lalu, apakah itu membuat manusia jadi lebih baik dari anjing?

Ngga juga. Ngga banyak manusia yang memakai akalnya dengan benar dan memikirkan kebaikan hubungan dengan manusia lainnya, bukan? Yang ada, manusia yang satu merasa benar sehingga merasa bisa menindas yang lainnya. Toleransi dan tenggang rasa hanya berlaku untuk yang berpandangan sama. Seperti saya saat menuliskan posting ini.

OK, kembali ke meme.

Satu teman yang share meme teman seperti anjing itu, ngga membalas komentar saya yang mengasihani teman-teman yang mungkin merasa dianggapnya sebagai anjing. No mention is fine, tapi jangan memberi cap buruk pada dirimu sendiri.

Satu orang lain yang pernah saya kenal, melanjutkan meme tersebut dengan kalimat yang melecehkan seorang perempuan lain yang juga pernah saya kenal. Meski terkenal dengan lantunan ayat yang syahdu saat salat, lantunan kata-kata buruk yang juga sama syahdunya sering berhamburan dari mulutnya.

Dan celetukan tentang anjing pernah membuat acara hits joget-joget dengan durasi paling lama, diturunkan masyarakat Indonesia.

Masih meragukan kehebatan anjing dan menganggap temanmu seperti anjing? Mungkin kamu perlu berkaca dulu sebelum menyebar memenya.

Fosco, Susu Dingin Yang Femes di Lumpia Hok Lay

Saya ngga suka susu. Titik.

Kecuali susu cair di edisi karton siap minum. Titik.

Dan kemudian saya tergila-gila dengan susu dingin di Lumpia Hok Lay ini. Entah dari bahasan apa bersama @WindaCarmelita, mbak-mbak penyanyi yang jago banget akustikan, dia memberi saya masukan nyuruh nyobain Fosco sambil nunjukin blognya @inijie, the heits food blogger dari Surabaya. Entah pula kenapa begitu lama saya ngga menyadari ada surga kecil tempat minum susu yang enak banget di sudut pusat kota Malang ini.

Days after, saya baru ingat dengan Fosco ini selepas buka puasa. Mendadak mupeng dan langsung ngacir bareng cinta karena dia sangat suka minum susu. Depotnya imut di pojokan jalan KH Agus Salim, lurus dari Mitra 1 daerah alun-alun kota. Meski kalau ditarik garis lurus dari rumah ngga sampai 1 km, terpaksa muter dikit harus lewat kota.

Fosconya sendiri MASIH ADA. dan ENAK BANGET!

Winda bilang, kalau beruntung masih bisa dapet Fosco ini lepas Magrib. Biasanya tinggal 1-2 botol aja. Dikemas dalam botol Coca-Cola yang gendut itu, Fosco seolah jadi signature drink yang harus dicoba di Hok Lay. Nuansa jadulnya memang masih kerasa banget, kamu pasti betah berlama-lama. Tapi dengan formasi kursinya, agak susah mau berlama-lama karena kasihan sama yang ngantri.

Sebotolnya dihargai 8000 rupiah. Ditemani dengan lumpia gendut ala Hok Lay seharga 14000 rupiah, saya sudah kenyang makan di sini. Eh si cinta juga nambah sama Lo Mie yang ternyata besar banget porsinya. 3 botol Fosco, sukses bikin saya kenyang sampai buka puasa besoknya x).

Mik susu lagi yuuukk…

Welcome Back!

Selamat pagi!

Blog ini sempat hiatus selama beberapa saat karena terjadi kerusakan yang tidak diinginkan. Sementara banyak sekali timbunan kata-kata yang ingin saya tuliskan. Tidak apa-apa. Masih bisa dicari di blog-blog saya yang lain.

So, welcome back.

Tunggu postingan saya selanjutnya ya, karena kini ada kabar gembira!