Mas Pesen Gelang KOSE Dong!

Membuat sendiri pernik unik yang cantik untuk pelengkap gaya itu ngga mudah. Percaya deh! Apalagi bagi saya yang koordinasi tangan dan mata untuk menghias kadang ngga sejalan. Mending beli yang uda jadi biar lebih gampang. Tapi selalu aja ada yang kurang.

Padahal dulu senang sekali kalau bikin gelang dari tali prusik yang berwarna-warni itu. Yang cuman modal dilipet ujung sana, diiket ujung sini, tarik SRUT jadi deh gelang! Tapi seiring dengan perkembangan usia, tali prusik pun jadi semakin engga catchy dilihat. Maunya pakai yang gelang kulit dan gantungan yang lucu, tapi kalau lihat-lihat di toko sering kebanyakan batu akiknya. Eh iya, itu batu akik apa bukan sih?

Duh jangan deh pakai batu akik… Saya memilih aksesoris yang unik dan sederhana aja. Kemudian akhirnya tidak sederhana karena maunya banyak sederhananya, jadi susah milihnya. Begitulah perempuan, deritanya tak berhenti di ujung jalan :D. Continue reading

Lelaki Bijaksana Itu Bernama MasPey

Saya, dan kebanyakan perempuan lainnya sering merasa sayang kalau mau membuang barang. Dieman-eman karena tentu belinya pakai uang. Kalau masih bisa dimanfaatkan kenapa harus dibuang? Paling banter dikasihkan sajalah sama orang. Saya aja, atau kamu juga begitu?

Tapi nggak selamanya barang simpanan bisa ditumpuk karena sayang, kan? Seperti sofa lipat di rumah Bazz, teman saya. Sofa lipat legendaris yang merupakan benda kesayangan karena katanya sih itu bikinnya pesanan sesuai keinginan. Di situ biasanya kami gelundungan cerita-cerita sambil bekerja di weekend dan menyedot wifi yang disediakan suaminya.

Saat Bazz pindah kontrakan, sofa lipat itu berubah menjadi sofa bed. Errr…

‘Hello… sofa lipat mana sofa lipat?’
Hahahahaha.. Dijual sama MasPey di OLX! Langsung laku ngga pake nunggu.

Etdah. Lancar jaya aja nih kalau mau jual di OLX ya?

Memang sih kondisi sofa lipat itu masih terlihat baru. Bayangin aja, cuman dipakai paling nggak sebulan sekali. Meski barang bekas, tapi kualitasnya juga bukan barang yang siap buang. Langkah yang diambil MasPey ini juga bijaksana deh rasanya. Dia memfasilitasi orang lain yang menginginkan barang sejenis tapi dengan budget yang lebih miring daripada membeli barang baru.

Rumah Bazz sekarang pun jadi terasa lebih ringkas tanpa harus melipat menggulung sofa lagi. Sofa bed kan memang lebih mudah dipakai, kalau diduduki juga lebih enak biarpun mau glundungan lagi seperti biasanya.

Sebenarnya yang menarik bagi saya adalah bagaimana OLX bisa mempertemukan penjual dan pembeli begitu cepat, simpel, nggak ribet, dan gampang dicarinya dalam hitungan jam saja. Bayangkan kalau dijualnya ke pengepul barang bekas seperti yang saya lewati setiap hari menuju rumah. Itu ada barang antik yang sudah hampir 3 bulan nggak laku juga dan masih dipajang di sana. MasPey juga nggak harus mengirim barangnya dengan harga mahal, karena dengan sistem COD yang disarankan online search ads OLX ini, penjual dan pembeli sepakat ketemuan dan langsung angkut barangnya.

Ada uang, dan langsung juga barang diterima. Sepertinya saya harus nitipin jam tangan Emporio Armani itu ke MasPey aja, karena dia sudah tercatat sebagai penjual terpercaya di OLX. Tapi dia juga ga pelit berbagi cara jualan di OLX yang memang gampang sih. Gini lho cara pasang iklan gratis di OLX kata MasPey:

Ketik OLX.co.id di Browser
Kemudian login ke akun membermu memakai akun Facebook atau isi alamat email dengan passwordnya. Kata MasPey, cara mendaftar dan membuat akun member OLX gampang kok. Kali ini tinggal loginnya aja.

Klik Pasang Iklan Gratis
Kalau sudah login, tinggal klik buttonnya yang di pojok kanan atas untuk jual barang. Nanti isi form sama deskripsi barang yang dijual ya. LENGKAP, kata MasPey. Kenapa? Ya biar pembelimu jadi lebih minat sama barang yang mau kamu jual. Jangan lupa upload foto asli barangnya, jangan barang orang laen meski mirip. Daripada ditolak! Kemudian simpan.

Tunggu Moderasi
Saat muncul alert Terima Kasih, Iklan Anda berhasil disimpan, berarti moderator OLX sedang mengkurasi barang yang mau kamu jual. Tunggu aja nanti juga tayang kok. Bisa beberapa menit aja, kadang juga jam-jaman sih :)).

Jadi deg-degan nunggu siapa yang bakal beli jam ini. Kamu kah?

Ada Barang Ada Uang, Jangan Mudah Terhanyut Sama Diskonan

Belanja online sekarang makin gampang. Mau Ovomaltine yang lagi ngehits, atau mau beli mebel antik pun bisa lewat ketik-ketik sedikit di tab browser. Sayangnya masih ada aja yang kejebak beli barang di online shop yang nggak memfasilitasi jual beli sistem ada uang ada barang, ada barang ada uang atau CASH ON DELIVERY yang biasa disebut COD. Iming-iming diskonan memang sering bikin kita buta pengetahuan ya.. *ngomong sama temen di setan belanja.*

Diskonan selalu jadi penarik hati bagi kebanyakan perempuan. Ngga perlu babibu, tinggal transfer dengan harapan barang langsung dikirim. Baju diskon, sepatu diskon, sampai lipstick diskon, kalau bisa sih dengan harga yang juga bisa digoyang biar jatuhnya jadi murah. Namun sayangnya langkah gitu juga jadi ngga aman, bisa-bisa dicap pelanggan cerewet sama yang jualan.

Biar belanja online tetap aman dan nyaman, bisa ikutin cara gini nih:

Cari penjual yang terpercaya

Sekarang kan situs belanja online sudah semakin bejibun, biar lebih aman belanjalah di tempat yang kredibel dan memiliki sistem pembayaran yang aman. Di satu-satunya online search ads di Indonesia, OLX selain ada track record penjual, juga selalu dihimbau untuk memilih menggunakan metode ada barang ada uang. Kalau bisa ketemuan langsung sama yang jual, biar bisa lakukan pembayaran Cash On Delivery. Selain mengedukasi diri sendiri biar aman belanja, juga membiasakan penjual untuk menjaga kepercayaannya.

Cek dulu barangnya

Kadang pengen banget barang yang ada di ujung pulau Kalimantan, gimana dong ngeceknya? Kamu bisa minta bantuan temen atau keluarga, atau kenalan di sana untuk cek dulu barang yang mau dibeli. Apalagi kalau mau beli rare item atau barang langka yang jarang banget ketemu produsennya. Belanja barang bekas di OLX bisa jadi pilihan simpel, dan ngga ribet untuk mendapatkan yang diimpikan, makanya perlu dicek dulu kan kondisinya.

Cek dulu penjualnya

Di tanganmu itu ada jendela ke berbagai informasi penting yang bisa dipakai untuk mengecek jenis penjual yang kamu hadapi. Stalking dulu lah dokumen yang jualan online, seperti nama dan nomer rekeningnya. Pastiin aja kalau mereka didaftarkan dengan nama yang sama dan tidak meragukan. Googling juga track record si penjual lewat social medianya kalau ada. Lihat berapa banyak yang belanja barangnya, dan berapa banyak koneksi yang dimilikinya.

Diskonannya banyak nih!

Hati-hati ya kalau mau beli barang. Diskon memang menarik sih, tapi kalau tidak bisa beli pakai COD, aduh mending pilih yang beneran aja deh dengan belanja di situs OLX. Biar engga gampang dikejar-kejar sama penjual suruh transfer juga gituh.

Transfer aja Mas!

Yah, demi keamanan dan kenyamanan diri sendiri, sebaiknya kita COD aja ya. Simpan selalu kalimat ini di benakmu kalau mau belanja online di OLX. Apa sih OLX itu? Nyoh biar kamu engga tersesat waktu pengen belanja online:

Siapa tahu dengan metode payment COD, bisa ketemuan dengan penjual ganteng, motornya keren hasil belanja di OLX, ujung-ujungnya jadi deh gebetan.

Sekali tepuk, semua kebagian.

Public Relation Through Social Media

Tanpa banyak yang menyadari, social media adalah ajang bagi penggunanya untuk mempromosikan diri. Menghubungkannya dari satu dengan yang lain, dan terhubung ke berbagai jaringan lainnya. Sayang, kode etik jarang berlaku di dunia maya sehingga masih banyak yang seenaknya saja memanfaatkan akunnya.

DISCLAIMER: Bukan kamu kok.

Coba perhatikan beberapa aktivitas akun brand dan akun-akun personal yang secara tidak langsung mempromosikan aktivitas perusahaannya. Mungkin yang perusahaan-perusahaan besar sudah menerapkan sistem ‘protected post’ di mana tidak semua karyawannya bebas menginformasikan apa yang terjadi di dalam lingkup pekerjaan. Ada juga yang mengharuskan karyawannya untuk membantu publikasi dan ada juga yang akun personal karyawan turut mempublikasikan informasi tersebut dengan penuh kerelaan. Ngga papa sih, asal ngga bikin gemes saja cara publikasinya seperti:

1. Merespon dengan ASAL.
Bukan ASAP. ASAL. Saya pernah mendapat jawaban begini di salah satu akun brand penyedia jasa waktu bertanya ada paket wisata apa engga ke daerah yang saya tentukan. Jawabannya: “Ngga ada Mas, lagi sibuk.” gitu aja.
Apa yang bisa diharapkan dari akun brand dengan jawaban seperti itu? Klik unfollow. Kita sendiri mungkin pernah menjawab dengan demikian di akun personal milik masing-masing. Sehingga jadi terbawa ketika tiba-tiba diserahi tanggungjawab memegang akun tempat bekerja. Mengubah mindset diri sendiri ke sebuah brand memang ngga mudah. Jadi, bertindaklah sebagai konsumen untuk mengetahui apa bedanya. Kalau perlu buat protokol cara menjawab setiap pertanyaan dengan jawaban yang sama dari semua pemegang akun.

2. Tag Massal
Dulu, di Facebook dan sudah sangat jauh mereda sampai tidak ada lagi tag dari online shop di akun saya. Sekarang tag massal kembali terjadi di Path. Jejaring sosial tempat hahahihi bersama teman-teman dekat yang kemudian melebar karena ketemu temen baru dan bertanya “Aku diadd dong Path-nya”. Crap. Di situ saya merasa sedih dan salah langkah.
Akun path saya termasuk yang santai aja bro. Promo ya promo, tapi ngga kebangetan. Sampai kemudian ditag massal pada sebuah promo activity, yang kemudian direpath repath repath tanpa untag. Tag level 1 sih masih ngga papa. Level 2-3-4-nya yang disturbing. So biasakan untag ketika repath ya.

3. Ngetag Kemudian Ngambeg
Iya mbaknya ngambeg. Pake nyindir segala kalo posting tanpa tag karena ada yang ngerasa keganggu :)).
Gini, ngambegan di jejaring sosial itu lucu lho. Apalagi kalau kamu membawa nama perusahaan tempat bekerja di status nyinyir itu. Apalagi kalau perusahaan tempat bekerjamu itu pernah memiliki pengalaman buruk dengan blog ini. Apalagi kalau engga terbersit dalam pikiran: YAELAH SEGITUNYA AJA PERUSAHAAN SAMA KARYAWANNYA.

4. Tag Massal dari Akun Yang Tidak Dikenal
Repotnya lagi karena akun Path sudah diketahui orang banyak yang ngga dikenal, akun saya kemudian ditag lagi di promo lainnya oleh temannya teman di Path. Kemudian setting ‘only friend can tag’ biar kembali kondusif.

Bah, ini postingan curcol banget.

Sebelum kembali ke deadline yang menyita waktu, buat kamu yang ingin terjun ke sosial media untuk membranding diri dan berkomunikasi dua arah yang menyenangkan, banyak-banyak membaca, banyak bertanya, dan jangan terlalu banyak diambil hati. Sosial media itu tempatnya orang ngomong tanpa dipikir, tapi alangkah lebih baiknya kalau kamu juga punya etika yang membatasi diri untuk tidak menjadi orang yang menjengkelkan di dunia maya.

Bawalah dirimu ke dunia pergaulan yang lebih dewasa, tanpa menjadikan akun sosial mediamu menjadi tempat sampah curahan hati yang bisa dinyinyiri oleh siapapun juga. Kebiasaan itu bisa membentuk pribadimu untuk lebih dewasa menanggapi apa yang terjadi di akun brand yang kamu wakili secara tidak sengaja.

Be wise. And feel free to untag when repath, will ya?