Madam Wang Secret Garden

Badan sudah posisi wenak di kamar malam itu, tapi ternyata masih ada janji yang harus ditepati. Lewat satu jam dari jam pertemuan, saya baru merapat setelah say hi to mommy. Madam Wang Secret Garden nama tempatnya. Tepat di sebelah resto sushi Sugoi Tei favorit saya.

Sesiangan timeline juga sudah dipanaskan dengan nama tempat baru ini. Instagram-able kata teman yang barusan dari sana. Ngga berlebihan, setiap sudutnya menyenangkan untuk dijadikan foto instagram, atau background selfie. Lucu dan cakep sekali!

Tampak depannya saja sudah menarik hati, warm up here with hot cocoa katanya. Tapi sayangnya saya lagi overload perut, belum sempat distraksi dan jadi ngga kepengen ngisi. Sambil chic chat sana sini bersama teman-teman seperjuangan online, saya mengamati sudut lain dari Madam Wang Secret Garden.

Kami duduk di payung lebar di tengah taman. Kanan saya ada VIP room yang cantik seperti kamar bayi dengan warna pastel soft dan furniture putih. Di kiri ada sudut ini:

Seperti tempat ibu saya menjahit dulu di rumah Madiun. Gelondongan benang warna-warni, pita dan kain perca di sana-sini. Bahkan mesin jahit singer itu juga mengingatkan saya banget karena di bawah mesin itu tempat saya bermain kapal-kapalan. Berlagak jadi nahkoda, dan mengarahkan kemudi kapal bulat besar itu ke kanan dan ke kiri.

Model baju-baju yang dipajang di sana juga model yang seperti ibu saya buat. Oldies but timeless. Sayang sudah ngga pada muat :D.

Di arah jam 11 saya, ada sofa panjang coklat yang tampak hangat untuk diduduki bersama pasangan. Tapi karena menghadap arah jalan, kayaknya akan gengges duduk di situ dan dilihat sama orang-orang yang lewat kan? Hahaha, keknya perlu diubah arah duduknya deh Madam?

Ada juga gardening spot di bagian yang agak tersembunyi. Sudut ini cocok banget buat yang mau kerja di sini tanpa diganggu orang yang lewat. Coba deh liat:

Mungkin kalau punya sudut yang sama cantiknya seperti ini, saya mau kasih kursi yang lebih empuk untuk diduduki. Nda yang centil :D.

Soal menu, nanti dulu deh. Saya terpesona dengan macam-macam temanya, jadi ngintip menu pun engga. Yang agak lucu di sini adalah kafe ini tutup jam 9 malam di weekday, di hari Jumat malah tutup lebih sore sepertinya. Untuk malam minggu Madam buka sampai jam 11pm.

Semoga ada revolusi jam tayang biar ngerumpi bisa lebih lama lagi.

~ Madam Wang Secret Garden
Telomoyo 12 – Malang ~

10 Guinness World Food Records Versi foodpanda

Dunia kuliner memang ngga pernah sepi dari pemecahan rekor. Selain dikonsumsi sendiri, para tokoh dan penggiat kuliner kayaknya ngga bisa diem untuk menciptakan atau membuat sesuatu yang.. HUGE!

Dari ribuan catatan rekor seputar makanan yang luar biasa, ada 10 rekor yang paling gila yang pernah dibuat. Ini 10 Guinness World Food Records Versi foodpanda yang mungkin belum pernah juga kamu temuin di kehidupan sehari-hari:

Pizza Terpanjang di Dunia
Pizza seloyang aja sudah ngos-ngosan makannya, gimana kalau kamu makan pizza sepanjang 1,141.5 meter? Kenalkan Jesús Marquina Cepeda yang membuat pizza terpanjang ini di Spanyol pada tanggal 31 Mei 2011.

Kamu bisa bayangin pizza ini kalau berdiri tingginya 4x Menara Eiffel lho! Oh dyem.. Panjang!

Makan Burger Terbanyak
Kalau saya sih makan burger sebulan sekali aja uda untung-untungan inget, kalo Donald Gorske kayaknya hampir sehari tiga kali dia makan Big Mac McDonald. Gimana engga, sepanjang hidupnya dia uda makan Big Mac 23000 biji! Rekor itu dihitung pada 17 Agustus 2008, sampai November 2014 kira-kira uda nambah berapa ribu biji tuh? *ngitung kancing*

Makan Burger Tercepat
Beda jumlah, beda juga kecepatan. Kalau yang makan burger tercepat di dunia itu rekornya dipegang oleh Takeru Kobayashi dari Jepang waktu kompetisi makan di Madison Square, Manhattan. Dalam 3 menit, Takeru makan 10 burger! Mboook… Lingkar perut berapa jengkal itu :))

Makan Chicken Nugget Tercepat
Sekilo chicken nugget itu harganya sekitar 40ribu. Kalau dimakan panas-panas paling mentok juga makan 10, which is sekitar 100 gram. Itu juga agak lamaan. Pernah bayangin makan hampir setengah kilo nugget dalam waktu 3 menit? Christian Williams dari Amerika Serikat pernah!

Makan Ferrero Rocher® Tercepat
Ferrero Rocher® itu cokelat mahal. Makannya sayang banget kalau cepet-cepet dihabisin. Nah kalau ada yang makan 15 biji Ferrero Rocher® dalam waktu 3 menit 59 detik itu namanya Michael Saleeba pas ada kompetisi di Bali tanggal 6 Maret 2012. Kenapa gitu ga ajak-ajak saya?

Makan Jelly Pake Sumpit Tercepat
Pernah makan bakso pakai sumpit? ITU PASTI JAUH LEBIH GAMPANG daripada makan jelly pakai sumpit. Licin-licin gimana gitu kan? Tapi ada lho yang bisa makan 610gram jelly pakai sumpit dalam waktu 1 menit! Rekor itu dipegang oleh Ashrita Furman waktu kompetisi di Panorama Cafe, New York, tanggal 7 Desember 2010. Sudah lama, nggak kepengen mecahin rekornya?

Makan Pisang Terbanyak
Duta Pisang aka om Henri Manampiring harus tahu rekor ini. Patrick Bertoletti dari East Dundee Illinois berhasil memegang rekor pisang dikupas dan dimakan tercepat pada 14 Januari 2012 dengan perolehan waktu 1 menit makan 8 pisang. Kenyang? Yang pasti pencernaan jadi lancar.

Makan Paprika Tercepat
Orang yang mau megang rekor ini berani mati kayaknya.. Paprika memang terasa getir-getir gimana gitu kalau dimakan, dan Jason McNabb berani makan paprika Bhut Jolokia sebanyak 66 gram dalam 2 menit. Rekor ini juga tercatat di Guinnes World Records pada 19 Juni 2013. Sebaiknya cari tahu dulu macam paprika Bhut Jolokia ini kayak apa. Super pedas gitu kali ya?

Mencambuk Kaleng Terbanyak
Tahu koboi? Yang sukanya nangkepin sapi atau kuda pakai tali? Nah ada tuh keterampilan koboi lain yang diperlombakan yaitu mencambuk kaleng minuman terbanyak. Rekor ini dipegang oleh koboi Adam Winrich dari Amerika Serikat yang berhasil mencambuk 23 kaleng dalam 3 menit pada kompetisi yang berlangsung di Milan, Italia, 11 April 2009.

Menyeimbangkan Sendok Terbanyak
Iseng? Mungkin mau ngalahin rekor bikin sendok bengkok ya. Rekor menyeimbangkan sendok terbanyak di wajah dipegang oleh Dalibor Jablanovic di Stubica, Serbia pada 28 September 2013. Bisa dibayangin ada 31 sendok di wajahmu? Ya, itu ada di wajah Dalibor waktu mecahin rekornya.

Apalagi ya rekor seputar makanan yang pantas dibicarakan ramai-ramai? Atau kamu mau bikin rekor seputar makanan sendiri? Nih ide saya:

1. Bareng-bareng pesen makanan di foodpanda.co.id
2. Pesen aja sembarang apa deh tapi di satu alamat aja
3. Kumpulkan makanan apa yang paling cepet dianterin
4. Habisin bareng-bareng.

Hehehehe.. Selamat mencoba!

Rush Rush Baby.. Rush Your Adrenaline in Bali

Ok itu seharusnya lirik lagu Vanilla Ice yang Ice Ice Baby. Kenapa jadi keinget itu ya kalo denger kata Rush? Ketauan banget deh anak angkatan 90an-nya. Kenapa juga Rush your adrenaline in Bali? Karena semua aktivitas adrenaline itu ternyata saya temukan di Bali.

Pantai yang menggoda iman untuk berenang dan menanti matahari tenggelam? Pilih satu dari puluhan pantai dan beach bar di tempat-tempat hits di Bali untuk menikmatinya, bisa!

salah satu foto sunset terbaik saya terpilih masuk majalah \^^/. yang mana yooo?

Mau surfing atau body boarding? Banyak banget persewaan alatnya di sepanjang Kuta, Legian sampai Seminyak. Di Jimbaran juga ada. Rasanya nagih!

di Kuta terlalu ramai, mlipir ke Legian lebih menantang ombaknya

Dan masih banyak lagi alternatif olahraga air di Bali. Waterbomm dengan wahananya yang mencengkeram denyut jantung. Parasailing, Flying Fish, Banana Boat, sudah pernah? Saya sedang tergila-gila dengan snorkeling dan masih merasakan adrenaline saat belajar snorkeling pertama kalinya meski sudah lewat beberapa waktu lamanya. Bali bisa dijadikan salah satu tujuan kalau kamu ingin mencoba berbagai olahraga air sambil wisata bareng keluarga.

snorkeling yang pertama dan masih yang pertama di Nusa Dua

Tapi tahukah kamu apa yang paling menarik dari beberapa perjalanan saya terakhir ke Bali ini? Seorang teman baru, yang baik hati dan suka menolong, menjadi guide sehari semalam bagi saya berkeliling-keliling Bali. Bukan di kota dan tempat-tempat heitsnya di pinggiran pantai. Yang menarik adalah dia mengajak saya offroad mencobai jalan-jalan belum beraspal yang menghubungkan satu pantai ke pantai lainnya di perbukitan antara Nusa Dua ke Pantai Pandawa, Padang-Padang, sampai Balawang. Continue reading

The Amazing Trip to Bromo

Sekali lagi saya pergi ke Bromo. Kali ini berbeda tim yang berangkat. Tidak lagi berbanyak, cukup berlima saja. Demi menemui teman-teman dari Jakarta di Penanjakan sana.

Tepat jam 12 malam, mas Glen (nama aslinya sih mas Glendem, biar keren cukup Glen) menjemput kami berlima dari bilangan Sebuku sesuai dengan janjinya. Sebuah hardtop hijau berhenti menangkring di depan rumah. Harga jeep ke Bromo ini kami dapatkan dengan 1,1 juta. Cukup murah lah dibuat bersenang-senang layaknya mobil sendiri karena banyaknya barang yang kami bawa.

Rute menuju Bromo kali ini dimulai dari NongkoJajar – Penanjakan – Bromo dan pulang lewat Tumpang. Herannya, mas Glen mengarahkan si hijau ke arah Tumpang sehingga hati berdesir, ini jadi lewat mana sih sebenernya. Duduk di pangkuan kabin depan bersama Boo membuat saya bebas melihat jalan. Ternyata setelah Pasar Pakis arah Jabung ada jalan tembusan ke NongkoJajar! Catet tuh.

Jalannya agak terjal menanjak, dan turun menukik. Posisi duduk kami dari mendangak sampai terjerembab ke dashboard karenanya. Syukurlah pakai hardtop 4×4, biarpun jalan pelan-pelan tetap sampai jua di puncak setiap bukit yang dilaluinya. Tepat 2,5 jam perjalanan kami sampai di Penanjakan.

Bromo masih dingin. Masih sepi. Masih membeku.

Niat saya pakai celana legging sungguh membuat sumpah serapah terserabut dari dalam hati. DINGIN! Buru-buru saya menghangatkan diri dengan berpotong-potong pisang goreng dan popmie panas. Tidak lama cewek-cewek dari Jakarta, teman-teman tercinta, merapat di warung yang sempit itu. Maraklah suasana.

Menjelang pecahnya sunrise, kami bergerak ke Penanjakan. Saya berbelok ke kiri di gardu pandang. Dari sini terlihat titik api dan garis api bukit-bukit di kaki Penanjakan.

Kawasan Bromo.. Terbakar :(

Tidak lama kami pun segera turun ke daerah kawah untuk menemui rombongan. Di lereng Penanjakan kami sempat berhenti untuk makan sate dan celana saya yang tipis pun sobek terkena paku di sini. Inilah penyebab saya tampak pakai celana pendek di foto ini:

Bersyukur kami jadi berangkat bareng mas Glen yang telaten menemani kami dari satu tempat ke tempat lain yang ingin kami kunjungi. Dia pun pintar memilihkan spot foto yang OK meski pada akhirnya kami terkena badai pasir di sini.

Kemudian kami beranjak ke pelataran parkir, melewati pasir berbisik, dan langsung menuju savana. Pemandangan sedang sangat hitam. Di mana-mana terlihat padang bekas terbakar. Miris. Tapi penduduk sekitar justru bersyukur karena setelah terbakar ada tanah yang kembali subur menanti hijau kembali.

Intip saja video hasil drone Daddiw di sini.

This is… Amazing Trip.