Powerbank MI dan 3 Item Gadget yang Harus Dibawa Pas Traveling

Mobil?
Ya selaen mobil.
Lagian mau bawa-bawa mobil di tas gimana caranya selain dijadiin gantungan kunci? Lagian mobil bukan gadget! *getok jidat*. Tapi sesekali setelah berkali-kali traveling ke mana-mana naik kendaraan umum dan motor sewa, sebuah mobil cantik buat dibawa jalan-jalan bisa jadi satu kemewahan. Bisa buat bawa barang banyak jadi sekalian lompat dari satu destinasi ke destinasi lain, juga bisa buat bawa segambreng gadget yang kadang ngerepotin kalau dibawa naik motor.

Misalnya:

KAMERA
Padahal dengan berganti ke user mirrorless camera, seharusnya barang bawaan bisa jadi lebih ringan. Asal ngga kebanyakan bawa lensanya aja. Saya pilih mirrorless camera karena punya saya desainnya sleek and jadul banget, bikin traveling tambah cakep.

TONGSIS
Hari gini ngga punya tongsis? Camera mirrorless itu buat foto yang seriusan dikit, jadinya ke mana-mana mending nenteng tongsis. Cantolin smartphone di situ, gampang deh foto kanan kiri depan belakang barengan sama temen-temen.

SMARTPHONE
Apa guna tongsis handphone kalau ngga bawa smartphone-nya? Tips nih kalau kamu suka traveling praktis, pilih smartphone yang kameranya bagus, depan belakang kalau bisa. Kecuali kamu traveling dengan tujuan hunting foto, itu perlu kamera sekelas DSLR. Eh, beberapa smartphone terbaru sudah ngeklaim kalo kameranya setara DSLR lho.

Smartphone saya ini penting banget buat transfer foto dari mirrorless camera untuk lebih cepat diupload ke Twitter dan juga disharing buat temen. Mungkin itu memang tujuan saya beli mirrorless camera ya :|

POWERBANK
Mobil, kamera, smartphone. Nggak lengkap kalau ngga bawa powerbank. Biarpun bisa nyolokin charger di mobil, rasanya lebih tenang kalau bawa powerbank sendiri yang sudah diisi penuh sebelum berangkat jalan daripada rebutan colokan sama teman-teman. Powerbank sekarang pun bentuknya unyu-unyu, dibawa jalan juga bikin penampilan jadi lucu.

Seperti POWERBANK MI 5200mAh silver ini. Bentuknya ngga ribet, designnya elegan, dimasukin kantong juga ga masalah, dipegang kokoh dalam genggaman. Harganya murah lho, 135k aja di Lazada. Indikatornya gampang dibacanya dengan tombol power juga.

Serunya lagi, powerbank MI ini udah dilengkapin macem-macem teknologi yang bantu bikin dia awet karena dilengkapin sama sensor voltase biar ngga rusak karena perubahan voltase. Ada juga charger protection untuk menghentikan proses charging kalo nyantolin kabelnya ngga pas. Yang penting lagi, kalo kelamaan ngcharge ngga bikin rusak soalnya kalo sudah penuh dia bisa memutus aliran listriknya.

image

Jangan salah, kecil-kecil gini juga powerful buat ngecharge kamera lho! Beli juga aja di Lazada.co.id kalau pengen dapet barang original dan pengiriman yang cepat.

Nyolokin smartphone ke powerbank, hati jadi tenang biarpun mau traveling dari subuh sampai tengah malam baru balik ke hotel. Nge-Path, nge-Twit, ng-Instagram, sambil sesekali ngintip email plus chatting di messenger, ngga khawatir kehabisan batere lagi.

Kalo kamu, 3 barang yang penting dibawa traveling, apa aja?

Misteri Lukisan Wanita di Hotel Tugu

Misteri apanya?

Kamu kelamaan jadi orang Indonesia sih, jadi sukanya sama sesuatu yang misteri-misteri macam lukisan wanita cantik di salah satu ruangan Hotel Tugu ini.

Yang katanya kalau diliatin lama-lama, bayangannya di cermin akan menoleh lah. Yang katanya ada aura mistis di ruangannya lah.

Nggak ada tuh. Karena wanita cantik dalam lukisan ini… kisah hidupnya bikin sighhhh…

Oei Hui Lan namanya. Ia adalah putri pria yang konon terkaya di Asia Tenggara pada abad 19. Putri kesayangan Oei Tiong Ham, seorang pengusaha gula ternama asal Semarang ini sangat pintar. Di kala perempuan lain berkutat dengan dapur dan anak, ia telah berkelana mendampingi ayahnya berdagang ke Cina, Amerika dan Eropa.

Alkisah ada hubungan-entah-keluarga-entah-teman antara pemilik Hotel Tugu dengan Oei Hui Lan, saya kurang tahu jelasnya. Oei Hui Lan menikah dengan Wellington Koo dan memiliki hubungan akrab dengan bangsawan Eropa. Sebelum meninggal dunia di usia yang ke 93, Oei Hui Lan sempat menulis dan menerbitkan buku berjudul ‘No Feast Last Forever’ yang menceritakan perjalanan hidupnya yang luar biasa.

Dibalut pakaian putih dengan rambut hitam panjang, sosok Oei Hui Lan yang tergambar di ruangan The Sugar Baron Room ini memang sering membuat imajinasi jadi macam-macam. Apalagi kita yang sudah biasa dijejali dengan bayangan setan dan mahluk halus berwujud serupa.

Kalau diperhatikan benar, dia ngga melayang kok. Dia menapak bumi asli namun kisahnya yang telah traveling sampai mana-mana seharusnya bisa membuat kita iri pada kemewahan hidupnya.

Coba lihatlah sendiri di ruangan The Sugar Baron Room Hotel Tugu, kamu bisa mengambil Tour de Hotel Tugu untuk menikmati koleksi barang-barang antik milik owner Hotel Tugu yang sayang sekali untuk dilewatkan. Jangan lupa mintalah ditemani pihak hotel agar mendapatkan penjelasan utuh mengenai koleksi-koleksi berharga Hotel Tugu.

Oya, di Hotel Tugu juga ada pagelaran budaya tari setiap minggunya. Kalau kamu bingung mencari tempat di mana bisa menikmati sendra tari Malang yang bisa ditonton secara nyaman, yuk meluncur ke Hotel Tugu setiap hari Rabu.

Untuk informasi dan reservasi, ada Mba Yudha Susanti di 0341-363891, email malang@tuguhotels.com yang siap membantu.

Kisah di Balik Kejayaan Biji Pala dari Banda Neira

“Tuan-tuan, apakah kalian tidak mengenal belas kasihan?” pintaku pilu..

Di depan sana, tubuh-tubuh bergelimpangan meregang nyawa. Para pemimpinku, para tetua, dan orang-orang berpengaruh di Banda, tak dapat lagi membela kami rakyatnya. Nyawa yang tak lagi ada ditebas pedang serdadu Jepang di bawah pengawasan utusan VOC.

Lidahku kelu. Mulutku bisu. Langkahku mati kaku ketika digiring menuju kapal yang akan membawa kami ke Batavia untuk dijadikan budak. Ratusan orang meregang nyawa. Ribuan lainnya memilih meloncat dari tebing dan lari ke pulau Seram meninggalkan harta benda daripada menyerahkan hidup pada penguasa.

Demi menguasai perdagangan biji pala, kekayaan tanah kami, tanah Banda!

Continue reading

Mencicipi Afternoon Tea di Hotel Tugu Malang

Tidur siang.
Mandi sore.
Main sama teman-teman di dekat rumah.
Pulang, ngemil jajan bareng bapak ibuk.

Begitulah kebanyakan masa kecil yang diingat dari generasi saya. Begitu pula yang ingin diberikan Hotel Tugu Malang pada para tamunya setiap sore mulai jam 4 hingga 6pm di Afternoon Tea. Lewat secangkir teh dan kue-kue kecil untuk ngemil, suasana yang tadinya sedikit resmi, mencair seiring dengan keletikan bunyi sendok di pinggir cangkir.

Anak-anak berpiyama yang mengambil piring penuh jajan. Sementara ayah ibunya menanti di teras depan. Menyesap teh atau kopi pilihan, serta es dawet segar bagi yang pengen sedikit dingin untuk menyegarkan badan. Pilihan sekarang mungkin akan beda untuk besok lho, karena Hotel Tugu akan terus menghadirkan jajanan dari kearifan lokal kota Malang.

Debu dan deru jalanan di depan jalan Tugu no 3 itu pun menghilang. Rasanya suasana kembali pada romantisme masa kecil yang sudah sempat terlupa. Kebiasaan masa kecil saya bersama ibu dulu di Madiun tempat menghabiskan umur 5-11 tahun sebelum menjadi besar dan jauh dari keluarga di Malang.

Haru dalam hati. Masih ada yang mau mengingat dan menghadirkan kembali romantisme masa kecil di sini.

Lezat kue di lidah, dan sepat teh memberi kehangatan di antara bincang-bincang keluarga dari berbagai daerah yang datang menginap di Hotel Tugu.

Waittt… Siapa bilang Hotel Tugu hanya untuk bule?