Tiket ke Resorts World Sentosa Singapura GRATIS

Singapura masih menjadi kenangan terdalam sepanjang karir traveling yang pernah saya lakukan. Ada catatan khusus liburan ke Singapura yang saya buat di blog ini, nih baca di sini. Bukan melulu karena Singapura-nya, tapi karena bersama siapa dan seabreg pengalaman yang didapat dari sana. Kalau dapet tiket gratis ke Resorts World Sentosa, mau Neng?

Mau banget!

Memang ada kok Tiket ke Resorts World Sentosa Singapura GRATIS yang saya baca di blognya lovely-couple-travelers Adam dan Susan di akun @PergiDulu yang mana mereka mengajak pembacanya ke Resorts World Sentosa, tapiii katakan dulu alesannya kenapa mau pergi liburan bareng @PergiDulu  x)).

Jawaban serius.

Saya pengen ngajak mereka, berlima lagi kunjung-kunjung ke Resorts World Sentosa bareng traveler keren Adam dan Susan untuk menikmati setiap jengkal Resorts World Sentosa. Sayangnya waktu itu hanya sempat ke Universal Studios Singapore aja. Mereka yang mengajari saya caranya ke luar negeri mulai dari urus paspor, imigrasi, sampai mengurus tiket dan penginapan.

Kemudian menghamburkan celengan buat naik cable car dan menikmati kawasan wisata Resorts World Sentosa yang outstanding dari ketinggian sambil menghitung berapa jumlah merlion.

Resorts World Sentosa siang hari

Bersama mereka pula saya merasakan naik bis oren yang ganteng ini keliling (doang) di Resorts World Sentosa.

The Orange Bus!

Di penghujung hari, lelahnya kaki terbayar ketika melihat how beautiful Resorts World Sentosa di waktu malam, kembali dari ketinggian. Bersama, lima pasang mata membelalak takjub melihat gemerlapnya di kejauhan.

Resorts World Sentosa di waktu malam © dewinthemorning

Traveling sendiri memang menyenangkan, tetapi bersama mereka yang tersayang, jauh terasa lebih membahagiakan.

Continue reading

Rekomendasi Hotel Unik Rasa Bali di Ubud Hotel and Villas Malang

‘Neng, kok ada fotomu di Hotel Ubud sih?’

Buru-buru saya buka website Ubud Hotel and Villas setelah membaca bbm dari sahabat lama. NGGA ADA!

‘Search aja Hotel Ubud, kan ada fotomu ituh….’, balas dia tanpa bersalah -____-”.

Ya iyalah pasti adanya. Kan saya pernah posting tentang kunjungan BloggerNgalam ke Ubud Hotel and Villas, 4 tahun lalu! Wuik, lama ya! Hotel sunyi dan tenang di tengah komplek ITN yang ramai itu memang cantik. Kami dulu berlama-lama makan siang, berenang, dan intip-intip kamarnya yang asik. Iya, bareng sama mereka-mereka ini.

Saya endut banget pas itu. Dan masih endut waktu berkunjung kembali bareng suami (dulu masih pacar) untuk menghabiskan long weekend. Asiknya, karena masih hari Jum’at, promo hotel all room Rp400rb + welcome drink + dinner + breakfast berlaku juga buat pesanan saya. Kami memilih pool view suite agar lebih mudah menuju kolam renang. Niatnya memang pengen berenang-renang-renang soalnya sudah beli baju renang harga diskon di Sports Station. #halah

Continue reading

Cerita Dinda dan Kursinya di Kereta

Kemarin, selewat saya membaca tweet seseorang yang berisi capture postingan path seseorang bernama Dinda. Klik dan membacaKemudian hati pun gusar.

Gimana sih ini Dinda. Sudah tau dia juga sama-sama wanita, masa ada ibu hamil minta kursinya engga dikasih sih? Nanti kalau dia hamil, tau rasa deh. Begitu pikiran saya, dan langsung RT tweet tersebut tanpa pikir panjang.

Kemudian timeline pun semakin ramai. Pendapat bahwa Dinda tidak berempati pada ibu hamil santer terdengar.

Sampai saya baca tweet @Swedho.

W.A.I.T.

Yap betul. Postingan Dinda di Path seharusnya private, karena sistem Path memang membatasi pertemanan hingga 150 orang saja. Coba baca teori dasar dibuatnya Path ini.

Berdasarkan teori dari profesor antropologi dari Oxford University Robin Dunbar, seseorang hanya bisa memiliki 150 hubungan yang sangat dekat dengan orang lain. Diluar itu, tidak dihitung hubungan dekat. Di Path, setiap user hanya bisa berteman dengan 150 orang. Hal ini membuat mereka benar-benar memilih siapa saja yang mereka anggap dekat. (mengapa path cocok dengan pengguna Indonesia .. sumber)

”Hal ini membuat pengguna lebih open terhadap apa yang mereka share di Path. Terutama momen personal dengan teman atau keluarga tanpa perlu khawatir dilihat oleh orang-orang tertentu,” kata Andreas. ”Pengalaman sharing yang otentik ini membuat level hubungan di Path lebih tinggi dibanding sosial media seperti Facebook,” ia menambahkan.

Kecuali ada orang-orang tertentu yang postingan pathnya langsung dishare ke Twitter dan Facebook.

Dari teori Path itu saja menyebarnya postingan Dinda sudah terasa agak tidak enak di hati. Bahwa orang-orang yang sudah diseleksi menjadi 150 orang teman Path itu pun bukan benar-benar orang yang bisa kita percayai selayaknya teman dekat. Apa pun yang akan kita tuliskan di sana, bukan benar-benar hanya bisa disimpan oleh orang-orang yang kita percaya.

Sebagai pengguna social media, kitalah yang seharusnya dituntut lebih bijak untuk menuliskan apa pun di sana. Sebebas-bebasnya kita berpendapat di Indonesia ini, pendapat kita tidak bisa menyenangkan semua orang, bukan? Apa pun alasannya. Yang tidak menyenangkan bagi semua orang, pasti akan menjadi pro dan kontra. Dan sudah seharusnya kita siap menerima apa pun konsekuensi dari setiap postingan kita.

Ketika saya menulis ini, lanjutan postingan Dinda masih terus beredar. Capture postingan pembelaan Dinda pun terus beredar. Jadi, siapakah teman Dinda yang menyebarkannya? Eng Ing Eng…

Daripada terus berdebat tidak penting, sudahkah kita melihat diri sendiri. Apakah kita sudah berbagi tempat duduk dengan orang-orang yang membutuhkan?

Suatu hari di MRT Singapura

 

Tips Belanja Online Nengbiker

Perkenalan dunia belanja online sepanjang hidup saya dimulai dari membeli teh daun jati cina dari Linda Leenk. Dulu, Linda masih berkutat di Multiply, dan sekarang sudah boyongan ke Facebook karena situs belanja multiply ditutup. Sampai sekarang, saya masih mentahbiskan nama Linda Leenk sebagai situs belanja terpercaya untuk memesan baju batik yang cantik.

Dimulai dari Linda, saya merambah beberapa nama lain yang tidak saya ingat karena saking banyaknya. Lumayan, tempat belanja online yang saya coba selalu memberikan pelayanan yang bagus dan tidak tipu-tipu gitu lah. Sampai beberapa teman mengubah status Facebooknya menjadi tempat belanja, sekarang saya malah jadi picky kalau mau belanja online. Entah kenapa :D .

Masalah demand – buyer sepertinya.

Tapi, anak gahul mana sih yang engga kenal belanja online di jaman gadget canggih bertebaran seperti sekarang? Mungkin malah saking banyaknya tempat belanja online, kamu malah bingung mau belanja di yang mana.. Baca tipsnya yuk?

  1. Sambil scrolling timeline Facebook, kamu pasti akan melihat banyak sekali teman yang ditag di jualan bajunya. Klik aja satu-satu.
  2. Tidak harus berteman kok kalau mau melihat koleksi baju yang dijual. Penjual yang pintar pasti akan mempublic album fotonya, dan memberi kontak untuk pembelian. Banding-bandingkan saja dari satu dan lainnya.
  3. Biasanya yang satu murah, yang satu lagi agak mahal dikit tergantung lokasi di mana dia berjualan. Intip biaya ongkir lewat JNE untuk melihat berapa total biaya yang kamu harus bayar.
  4. Hati-hati dengan yang jualan gadget dengan harga miring. Miringnya kebangetan sampe setengah harga, itu kalau engga bodong ya emang tipu-tipu. Beli saja di tempat terpercaya.
  5. Usahakan mendapat free ongkos kirim untuk menghemat biaya. Jangan lupa cari yang sedang mengadakan musim diskon. Saya sih seringnya di Zalora, tempat belanja online terpercaya yang bahkan saya beli berkotak-kotak undies di sana saking cantik-cantiknya. Oya, ini ada diskon khusus buat kamu yang mau coba belanja online terpercaya. KLIK http://bit.ly/1jWZVHN

Sementara saya selalu berhati-hati kalau belanja online, adik saya malah kejeblos jutaan karena ketipu :(.

Pernah ketipu karena belanja online ngga? Apa tuh sebabnya?