[Review] Motorola Moto-G Beli di Lazada

Posting yang terlambat. Tapi, jadi tau kualitasnya meski terlambat dituliskan, bukan?

Tepat sebulan yang lalu, Motorola Moto-G resmi menggantikan BlackBerry Q5 sebagai penerima telepon, messages, dan sarana saya beronline ria. Kenapa BB baru sudah digantikan dengan yang baru lagi? Begini ceritanya > Ketika BlackBerry Kecemplung di Amsterdam.

motog

nomer cantik? tapi ngga dipakai lagi, huehehehe

Alkisah beberapa hari sebelum memutuskan untuk ikut PreOrder Motorola Moto-G di Lazada ini, saya mendapat tugas advertorial mengulas kehadirannya di Indonesia. Smartphone berbasis Android ini ternyata sangat ditunggu-tunggu penggemar Motorola. Saya sih ngga fanatik dengan satu merk, saya fanatik dengan harga yang ditawarkan.

Cukup murah. Untuk Moto-G 8GB bisa ditebus dengan 1,9 juta. Sedangkan Moto-G 16GB saya dapatkan 2,25 juta. Terjangkau banget apalagi dengan invoice yang baru cair, ketegaran saya untuk tidak berponsel ria selama Februari – Juni. Tepat di awal Juni saat pre order dibuka, saya buru-buru memesan 1 buah yang 16GB bersama teman saya yang memesan 8GB.

Seminggu berlalu, Moto-G teman saya sudah datang. Sementara yang 16GB ternyata harus menunggu sampai akhir bulan. Hashashas.. Rupanya saya harus bersabar engga HPan lagi selama sebulan. Apa daya, jelang akhir bulan ada lagi pengumuman kalau Moto-G 16GB mundur lagi pengirimannya masuk di bulan Juli. Emaaak…salah apa sayaaa..

Dan akhirnya di 8 Juli 2014.. eh pas ulang tahun emak saya.. Moto-G pun mendarat dengan selamat di tangan saya.

Dalam genggaman, lebarnya yang 4,5″ terasa pas dibandingkan smartphone Ule yang 5,5″ itu. Bentuknya pun engga malu-maluin dibandingkan dengan smartphone lain. Sedikit curvy di bagian belakang, Moto-G pun semakin erat dipegang meski cuma satu tangan.

Masalah jerohan, dengan sistem Android Kit Kat, kayaknya cukupan lah untuk aktivitas online saya. Maklum yaaa, biasanya pakai BlackBerry, punya Android setelah Galaxy Tab yang bisa dipakai teleponan ya baru yang Moto-G ini sih.. Seru juga ngopreknya. Nanti saya kabari update kalau ada error-error Moto-G yang mengganggu ya!

Percayalah, advertorial bikinan saya bisa bikin ngiler-ngiler sendiri untuk beli ponsel ini. Hahaha…syem.

 

Cara Buat Kartu BPJS

Salah satu hal positif yang saya dapatkan dari sakit episode kali ini, akhirnya saya tergerak membuat kartu BPJS. Sebelumnya saya tidak peduli sama sekali karena sudah dicover dari kantor. Sampai mbak perawat menyuruh saya dan suami untuk membuatnya.

Rumah sakit sekarang mahal mbak. Buat kartu BPJS aja, cepat kok sehari jadi.

Karena masih belum memungkinkan mengurus di akhir minggu kemarin, si dia masih tenang-tenang saja. Sampai tiba hari Senin dan mulai terasa ogahnya mengurus birokrasi. Secara bersamaan, kami mengambil gadget masing-masing dan browsing cara membuat kartu BPJS.

KABAR GEMBIRA! TERNYATA BISA SECARA ONLINE!

Akses saja laman ini:

http://bpjs-kesehatan.go.id/statis-17-pendaftaranpeserta.html

Di situ kamu bisa mengisi lengkap data pribadi sampai fasilitas kesehatan yang kamu inginkan. Setelah submit data baru, ada konfirmasi ke email yang kamu pakai untuk pendaftaran untuk aktivasi account.

Klik linknya, lalu cetak nomor registrasinya. Kamu bisa membayar biayanya di BRI BNI atau Mandiri jika tidak ingin antri di kantor askes terdekat. Setelah membayar, bawalah kelengkapan mulai dari KTP KK dan foto 3×4 untuk dicetak kartu BPJS di kantor askes terdekat..

Voila, kartu BPJS sudah langsung berada di tangan. Begini dong cara digital diterapkan!

UPDATE
Bagi kamu pemegang kartu BPJS, tunjukkan kartumu saat mulai perawatan ya. Atau misalnya nyusul di tengah-tengah perawatan, segerakan. Klaim BPJS berjalan seiring dengan perawatan.
Sehingga klaim saya setelah berhasil bikin kartu BPJS juga tidak berjalan baik :).

Suatu hari nanti saat ada yang berhasil klaim BPJS dari rekans, akan segera saya update hasilnya. Terima kasih.

Awal..

Sakit ini dimulai dari satu nama. Si dia yang pernah menorehkan jejaknya di hati. Sampai 7 tahun berlalu, jejaknya tak jua meninggalkan tubuh ini.

Kehadirannya tidak terlalu lama, sangat singkat tak sampai hitungan tahun. Tapi sakit hatinya begitu dalam membetot luka yang tak bisa sembuh meski hati telah mengering…

7 tahun. Maag masih mengendon di tubuh ini. Memang kurang disiplin dalam manajemen makanan, tapi saya tahu, semua dimulai dari satu nama.

Semoga istirahat di rumah sakit ini adalah yang terakhir. Untuk mengingatmu, untuk meniadakan jejakmu dari sini.

Aventree

Sesungguhnya saya cukup susah menuliskan judul untuk edisi icip-icip kuliner di Aventree ini. Jadinya cukup ditulis dengan Aventree aja ya.

Pandangan pertama pada nama Aventree di salah satu ruas jalan Suhat-Malang, terbayang steak ala western yang tebal dan juicy. Setelah follow Twitternya @AventreeID, saya diDM oleh salah seorang sahabat twit, bahwa itu adalah restoran Korean Food. Wuaaaah, langsung cerah ceria lah hati ini mengingat memang suka banget icip-icip Korean Food seperti yang di Running Man itu. Sayangnya, masih harus sabar menanti cukup lama karena Aventree ramai diserbu oleh mahasiswa-mahasiswa.

Sampai pada akhirnya mendadak family hore-hore bisa berkumpul, dari satu tempat ke tempat lain. Malam sebelum pada pulang, kumpulan kami pindah ke Aventree.

Awal membaca menu, agak bingung mencari di mana daftar makanan. Sehalaman rasanya isinya minuman semua. Ternyata Aventree juga menyediakan menu BBQ dan Suki sehingga tidak tertulis di buku menu. Macam Teokpokki dan Ramyeun, serta Bimbimbap, selalu dong ada. Sayang, teokpokkinya habesss. Kemaleman kita datangnya sodara-sodara. Akhernya memutuskan BBQan dan Sukian. Kemudian Ramyeun dan Bimbimbap pun dipesan. Akhernya semuanya nyaris dicobain x)

Dasar perut kelaparan semua.

Harga yang ditawarkan di Aventree pun reasonable. We buy place, We eat the good atmosphere of this place. Ramyeun 15k, Bimbimbap 25k, BBQ start di 4000. Dan deretan menu minumannya, sepertinya kita boleh aja kok minum-minum ga pake makan juga. Strawberry mojitonya cuy, silakan dicoba. Virgin mojito saya ngga kebanyakan daun mint, sukaaaa..

Sambil menikmati hembusan udara yang bercampur bau harumnya BBQ, saya mengamati sekitaran Aventree. Interiornya cantik dengan furniture kayu yang unik. Ada sisi smoking di bagian depan, non smoking di dalam yang menjorok ke area belakang, juga ada di mezanine. Sayang untuk daerah yang belakang tidak dilengkapi pemanggil waitress, sehingga cukup lama kadang kalau mau manggil. Cuman tempatnya asyik di belakang, macam private gitu. Enak buat ngobrol.

Di samping area makan, ada deretan Homestay Aventree. Pemanfaatan ruang yang apik, sepertinya interior dalam kamarnya juga menyenangkan. Hanya kadang mikir, apa yang di dalam kamar nanti ngga kelaparan terus ya kalo banyak yang pesan BBQ di ruang makan sebelah. Hahahaha.. Laris manis dah BBQannya.

Meski masih tergolong bangunan baru direnovasi untuk memenuhi kebutuhan ruangnya, Aventree jauh dari bau cat kok. Nyaman, dan menyenangkan. Plus ada mas waiternya yang ganteng, bisa kamu panggil-panggil terus dan titip tanyakan ya siapa namanya.

Aventree @AventreeID

BBQ Resto | Homestay | Café Restaurant | Open Daily 11-23 | Reservation book: 0341-489349 Soekarno Hatta B4A, Malang, ID aventree.co.id