5 Destinasi Wisata Pilihan Tercepat Lomba Blog Pegipegi

Sandang, Pangan, Papan, Colokan, Traveling. Itu urutan kebutuhan hidup saya. Sandang kadang bisa diskip ngga perlu sebulan sekali. Pangan harus tiap hari. Papan sebulan sekali dipikir untuk bayar cicilan, tagihan bulanan, sama pikir-pikir renovasi. Colokan hampir setiap 8 jam. Traveling diusahakan cukup setahun sekali dulu sampai benar-benar mapan. Ini sedikit berbeda dengan ide dari Li Ka-Shing, seorang pengusaha sukses dari Hongkong yang bilang ‘Bagian keempat dari penghasilanmu, pakai untuk liburan.’ Kalau kamu?
Continue reading

Pijatan Jonathan Yang Memabukkan

Kenalkan, nama saya NengBiker. Di umur saya yang menginjak kepala tiga sekian ini, rasanya ada satu pengakuan tentang pengalaman di masa lalu yang menentukan cerita dewasa saya jadi sedemikian hingga sungguh sayang jika tidak dibagikan.

Saya harap pembaca blog nengbiker.com ini cukup usia untuk menyikapi cerita dewasa saya berikut ini. Continue reading

Tips Mendapatkan Pekerjaan Idaman

Bekerjalah sesuai dengan passionmu. Tagline ini sering digunakan memang untuk mereka yang belum menemukan di mana bidang pekerjaan yang sebenarnya diinginkan. Ngga susah lho sebenernya, kalau kamu tahu di mana tempat yang benar dan kapan untuk memulainya.

Gaya ya bisa ngomong begini. Saya sendiri merasa begitu terlambat untuk mempersiapkan diri sendiri saat memasuki dunia kerja. Saya terlena dengan kesenangan dan mungkin juga karena dimanjakan oleh orang tua. Tapi belum terlambat untuk memperbaiki itu semua, kini saya mempersiapkan diri saya lebih baik lagi untuk bekerja bagi diri sendiri, biar bisa traveling setidaknya setahun sekali.

Tujuan itu setidaknya bikin kamu punya target untuk dicapai. Seperti bincang-bincang sebentar saya dengan Matthew Mendelson, the author of Ultimate Journey, kemarin. Garis besar yang bisa saya simpulkan seperti berikut.. *ngurut pipi pegel ngakak2*:

Mulailah sejak dini
Tidak ada kata terlambat, tapi memulai sejak dini bisa jadi batu loncatan untuk mempersiapkan diri. Kalau punya passion, kalau terlihat punya bakat, kembangkan sedari kecil. Masalahnya lagi kalau di Indonesia kebanyakan anak-anak diseragamkan dan juga mungkin minatnya dikerdilkan dengan nilai. Tapi kamu jangan menyerah, cari di luar sekolah, konsultasikan dengan orang tuamu juga ya.

Ikutlah berbagai kegiatan
Les renang boleh, les gitar boleh, tapi jangan cuma les aja. Targetkan kamu bisa menjadi pengajar renang, misalnya. Atau buat grup musik dan perdalam ilmu tentang alat musik bisa jadi sampingan. Suatu saat mungkin diajak manggung, mungkin juga kamu dimintai tolong teman yang ingin membeli alat musik. Who knows bisa bikin toko sendiri karena keahlianmu.

Masuki juga berbagai organisasi yang mengutamakan keahlian serta pengembangan kualitas diri. Ini bisa membantumu untuk beradu keahlian dengan teman-teman baru serta bisa membuatmu selalu siap dengan ide-ide baru, dan siapa tahu bisa mencetuskan cara baru membuat ini itu.

Jangan cuma belajar, pantaskan dirimu
Masih teringat rasanya kalau ada yang melamar pekerjaan dengan kalimat ‘Saya siap belajar di perusahaan bapak ibu.’ Matthew bilang, jangan cuma belajar mulu dong, siapkan diri dengan berbagai keahlian untuk jadi calon yang pantas bekerja di bidang perusahaan bapak ibu tawarkan. Percaya diri itu ngga salah lho, dengan keterampilan yang lebih, kamu pasti akan dicari oleh perusahaan lain. Ya ngga salah juga kalau buka perusahaan sendiri kan!

Nda usa alasan mencari jati diri
Wajar kalau kamu masih limbung di usia 20an, kamu akan lebih settle di usia 40anmu nantinya. Hahaha, masukan dari Matthew ini kemudian bikin saya berpikir di usia 20an saya ngapain ya… Tapi dari perjalanan usia ini saya memahami passion dan skill yang saya miliki meski ingin lebih mengembangkan lagi bukan cuma bagian yang disuruh-suruh aja. Jadi kalau kamu masih ingin ini ingin itu banyak sekali sekarang, nikmati saja. Tapi juga cari mana yang bisa menghidupi ini itu-mu di masa depan.

Ilmu terapan dan pengalaman memang beda dari yang diteorikan, kesimpulan saya pada akhirnya begitu. Berusahalah sampai titik batas kemampuanmu, iringi dengan doa, jangan doa aja tanpa usaha demi cita-cita. Simple kan kalau ngga kebanyakan teori? :D

Thanks sharingnya, Matt!

IG @matthewmendelsohn

Es KTT Topnya Kacang Merah

Kacang merah aja uda enak ya mbak, apalagi dibikin es gini.. Begitu komentar Winda di foto semangkuk es KTT double mocha yang saya upload di Path. Indeed.

Semua varian menu es KTT rasanya legit abis. Ngga cuman es yang saya pesan itu aja, es Moristar pesenan si cinta isinya kacang merah plus potongan buah dan kuah jus sirsak itu aja uwenak tenan. Apalagi kalo yang ditambah durian, montong pula.

Kalau yang ini double mocha pesenan saya. Es serut ditumpahi sama kacang merah yang manis. Dikasih sirup mocha yang wenaak. Nyanding roti bakar karamel jadi lebih legit dirasain lidah.

Huhuhu pasti yahud abis rasanya. Sayang lagi ga boleh durian. Kalo kamu pesen yang durian, kabari ya enak apa engganya… :D

Es KTT ini cuma bisa saya temui di pojokan ruko di jalan Bendungan Sutami. Belom lihat cabang lainnya. Atau sudah ada ya?

Kalau mau bawa pulang juga sudah gampang. Sekarang ada mesin pressnya juga. Ngga takut tumpah-tumpah lah. Harga yang dibanderol mulai 10ribuan, enak deh buat penyegar siang yang panas.