Cerita Dinda dan Kursinya di Kereta

Kemarin, selewat saya membaca tweet seseorang yang berisi capture postingan path seseorang bernama Dinda. Klik dan membacaKemudian hati pun gusar.

Gimana sih ini Dinda. Sudah tau dia juga sama-sama wanita, masa ada ibu hamil minta kursinya engga dikasih sih? Nanti kalau dia hamil, tau rasa deh. Begitu pikiran saya, dan langsung RT tweet tersebut tanpa pikir panjang.

Kemudian timeline pun semakin ramai. Pendapat bahwa Dinda tidak berempati pada ibu hamil santer terdengar.

Sampai saya baca tweet @Swedho.

W.A.I.T.

Yap betul. Postingan Dinda di Path seharusnya private, karena sistem Path memang membatasi pertemanan hingga 150 orang saja. Coba baca teori dasar dibuatnya Path ini.

Berdasarkan teori dari profesor antropologi dari Oxford University Robin Dunbar, seseorang hanya bisa memiliki 150 hubungan yang sangat dekat dengan orang lain. Diluar itu, tidak dihitung hubungan dekat. Di Path, setiap user hanya bisa berteman dengan 150 orang. Hal ini membuat mereka benar-benar memilih siapa saja yang mereka anggap dekat. (mengapa path cocok dengan pengguna Indonesia .. sumber)

”Hal ini membuat pengguna lebih open terhadap apa yang mereka share di Path. Terutama momen personal dengan teman atau keluarga tanpa perlu khawatir dilihat oleh orang-orang tertentu,” kata Andreas. ”Pengalaman sharing yang otentik ini membuat level hubungan di Path lebih tinggi dibanding sosial media seperti Facebook,” ia menambahkan.

Kecuali ada orang-orang tertentu yang postingan pathnya langsung dishare ke Twitter dan Facebook.

Dari teori Path itu saja menyebarnya postingan Dinda sudah terasa agak tidak enak di hati. Bahwa orang-orang yang sudah diseleksi menjadi 150 orang teman Path itu pun bukan benar-benar orang yang bisa kita percayai selayaknya teman dekat. Apa pun yang akan kita tuliskan di sana, bukan benar-benar hanya bisa disimpan oleh orang-orang yang kita percaya.

Sebagai pengguna social media, kitalah yang seharusnya dituntut lebih bijak untuk menuliskan apa pun di sana. Sebebas-bebasnya kita berpendapat di Indonesia ini, pendapat kita tidak bisa menyenangkan semua orang, bukan? Apa pun alasannya. Yang tidak menyenangkan bagi semua orang, pasti akan menjadi pro dan kontra. Dan sudah seharusnya kita siap menerima apa pun konsekuensi dari setiap postingan kita.

Ketika saya menulis ini, lanjutan postingan Dinda masih terus beredar. Capture postingan pembelaan Dinda pun terus beredar. Jadi, siapakah teman Dinda yang menyebarkannya? Eng Ing Eng…

Daripada terus berdebat tidak penting, sudahkah kita melihat diri sendiri. Apakah kita sudah berbagi tempat duduk dengan orang-orang yang membutuhkan?

Suatu hari di MRT Singapura

 

Tips Belanja Online Nengbiker

Perkenalan dunia belanja online sepanjang hidup saya dimulai dari membeli teh daun jati cina dari Linda Leenk. Dulu, Linda masih berkutat di Multiply, dan sekarang sudah boyongan ke Facebook karena situs belanja multiply ditutup. Sampai sekarang, saya masih mentahbiskan nama Linda Leenk sebagai situs belanja terpercaya untuk memesan baju batik yang cantik.

Dimulai dari Linda, saya merambah beberapa nama lain yang tidak saya ingat karena saking banyaknya. Lumayan, tempat belanja online yang saya coba selalu memberikan pelayanan yang bagus dan tidak tipu-tipu gitu lah. Sampai beberapa teman mengubah status Facebooknya menjadi tempat belanja, sekarang saya malah jadi picky kalau mau belanja online. Entah kenapa :D .

Masalah demand – buyer sepertinya.

Tapi, anak gahul mana sih yang engga kenal belanja online di jaman gadget canggih bertebaran seperti sekarang? Mungkin malah saking banyaknya tempat belanja online, kamu malah bingung mau belanja di yang mana.. Baca tipsnya yuk?

  1. Sambil scrolling timeline Facebook, kamu pasti akan melihat banyak sekali teman yang ditag di jualan bajunya. Klik aja satu-satu.
  2. Tidak harus berteman kok kalau mau melihat koleksi baju yang dijual. Penjual yang pintar pasti akan mempublic album fotonya, dan memberi kontak untuk pembelian. Banding-bandingkan saja dari satu dan lainnya.
  3. Biasanya yang satu murah, yang satu lagi agak mahal dikit tergantung lokasi di mana dia berjualan. Intip biaya ongkir lewat JNE untuk melihat berapa total biaya yang kamu harus bayar.
  4. Hati-hati dengan yang jualan gadget dengan harga miring. Miringnya kebangetan sampe setengah harga, itu kalau engga bodong ya emang tipu-tipu. Beli saja di tempat terpercaya.
  5. Usahakan mendapat free ongkos kirim untuk menghemat biaya. Jangan lupa cari yang sedang mengadakan musim diskon. Saya sih seringnya di Zalora, tempat belanja online terpercaya yang bahkan saya beli berkotak-kotak undies di sana saking cantik-cantiknya. Oya, ini ada diskon khusus buat kamu yang mau coba belanja online terpercaya. KLIK http://bit.ly/1jWZVHN

Sementara saya selalu berhati-hati kalau belanja online, adik saya malah kejeblos jutaan karena ketipu :(.

Pernah ketipu karena belanja online ngga? Apa tuh sebabnya?

Tempat Nongkrong Baru di Malang, Bangi Kopitiam

Pertama kali membaca review Bangi Kopitiam, ekspektasi saya terhadap kopitiam baru ini terjun bebas ke level 0. Tempatnya asyik, tapi kalau versi orang bilang, biasanya kan kita memang selalu lebih percaya. Saya juga begitu, jadi agak malas mengunjunginya.

Ya begitulah.

Saya sih baru aja saja selesai hang out bersama Sandynata di Bangi Kopitiam. Tanpa rencana, hanya mendadak ngabari saja karena Malang sejuk hari ini. Sebenarnya duduk di teras oke, tapi bodi memang ingin dingin jadi pilih di non-smoking. Tidak salah, karena di bagian dalam Bangi Kopitiam ini….romantis. Bersih, kursinya cantik, mejanya putih, bersuasana oldies dengan hiasan kayak rumahan di sana sini.

Di sudut sana, ada kursi empuk yang menempel di dinding. Di daerah yang berseberangan lagi, ada ruang khusus yang bisa digunakan untuk acara istimewa, tempat arisan, pertemuan keluarga, atau meeting makan siang dengan klien. Sekatnya fleksibel, kamu bisa pakai ruangan besar atau sedang saja.

Over all, tempat ini pasti menarik hati. Sampai kamu memesan makanannya. Si cinta bilang, Bangi Kopitiam di Surabaya tempatnya mirip kok, dari menunya juga sama, hanya kenapa di Malang kok jadi kayak resto keluarga :D karena yang di Surabaya tempat nongkrong bangeet.

Nasi Kari dan kwee tieaw Bandung jadi pilihan. Ok. Diakui kwee tieaw Bandungnya fail. Nasi karinya enak. Ketika Sandy menyusul dengan Portuguese Toast, saya tambah Caramel Toast. Enakan punya Sandy dengan roti tawar coklat dan selainya yang sedap.

Apalagi dengan Kopi Durian, kedua macam toast ini adalah pasangan tepat untuknya. Toastnya menyerap manis kopi durian yang legit dengan pas. Memang agak terlalu manis, jadinya perlu dikombinasikan untuk memaniskan toastnya. Saran saya, pesen kopi duriannya satu, toastnya yang banyak! Hihihi!

Pelayanannya, Neng?

Kata orang dan kata temen kuliner sendiri, pelayanan di Bangi sucks. Kata saya, mereka memperlakukan dengan baik kok. Malah ada waiter yang baik banget saya suruh ini itu tanpa mengurangi ekspresi ramahnya, dia melakukan dengan baik. Well….

Bagaimana dengan pengalamanmu sendiri waktu nyobain Bangi Kopitiam ini?

Bangi Kopitiam
Jalan Retawu, samping Museum Brawijaya
@BangiIndo
>

Indonesia Hebat di Genggaman Tangan Kita

Pernahkah kamu punya impian untuk tinggal di luar negeri karena melihat carut marutnya kondisi di indonesia? Pernahkah kamu sedemikian gemas dengan birokrasi sedemikian rumit dan kita tidak bisa melakukan apa-apa karenanya?

Saya pernah.

Berjuta-juta kalo keinginan itu ada. Saya lelah dengan kesemrawutan pengelola ibu pertiwi tempat saya lahir dan dibesarkan di dalam pelukan hangat keindahan negeri ini. Rumput tetangga yang selalu lebih hijau, seakan menggoda dan menarik untuk dijelajahi lebih lanjut.

Sampai trip pertama saya ke Singapura untuk berwisata. Menginjakkan kaki di Singapura, aroma keteraturan, kebersihan, serta kecanggihan negeri kecil itu sangat terasa. Wisatawan sangat dimanjakan dengan segala kehebatan negeri yang kemudahan transportasi, informasi, serta mudahnya bertransaksinya membuat saya salut. Saya menyukai objek wisata yang ditawarkan negeri kecil itu walau tidak ada yang seindah Raja Ampat kebanggaan Indonesia. Namun saya tidak menyukai orang-orang yang bekerja tanpa senyum di sana.

Saya jauh lebih menyukai Indonesia. Hebatnya orang Indonesia, di tengah kesulitan yang mendera banyak orang untuk menghidupi dirinya, tidak ada yang lupa untuk memerhatikan sesama. Gotong royong dan kerja bakti bukan hanya slogan semata. Kamu bisa melihat sendiri di lingkunganmu, di rumah saya hampir setiap bulan sekali satu RT gotong royong membersihkan komplek. Bagaimana di tempatmu? Rasa kebangsaan, rasa memiliki negeri ini, sekaligus rasa cinta ke tanah air, semua terpancar dari keramahan tanpa basa-basi. Semua bebas mengekspresikan dengan cara masing-masing. Coba saja lihat semua yang potensial dikembangkan lewat Indonesia Hebat ini.

Namun, sebaik-baiknya bangsa, seindah-indahnya negeri, sebahagia-bahagianya tinggal di negeri sendiri, permasalahan pasti selalu ada. Permasalahan adalah cambuk bagi kita untuk memperbaiki diri. Masalah minimnya fasilitas pariwisata, masalah ekonomi yang tidak merata, masalah pendidikan yang belum dienyam semua rakyatnya, masalah toleransi umat beragama, masalah antara saya, kamu dan mereka, bukan tanpa penyelesaian. Indonesia masih berproses menuju perbaikan satu demi satu di setiap lini kehidupan rakyat ya.

Untuk itulah kita, generasi Indonesia Hebat selanjutnya yang bertugas menciptakan energi positif untuk membangun kembali negeri ini mulai dari sendi terkecil, dari diri sendiri. Berdamailah dengan jiwa di dalam dirimu, damaikan lingkunganmu dengan bersatu, mengubur segala perbedaan dan berhenti saling menghujat, demi cita-cita bersama, Indonesia Hebat.

Indonesia Hebat
.