January 22nd, 2012

Joglo Kalisongo – The Original Classic Java House

Apakah kamu tau ada sebuah situs sejarah yang bukan berbentuk candi atau bangunan kolonial kuno di Malang ini? Cobalah bergerak ke kawasan Dieng, naik terus ke arah Batu, dan tengok ke kanan sebelum pertigaan Tidar-Selorejo. Tepatnya di daerah Kalisongo.

Sebuah bangunan Joglo berdiri kokoh di punggung bukit menatap Kota Malang di satu sisinya. 2 bulan lalu, tepatnya di sekitar awal Desember 2011, Bapak Ridho mantan Direktur BI Malang, tergerak hatinya untuk membuka pintu rumah peristirahatan pribadinya untuk dipelajari dan dinikmati oleh wisatawan mancanegara maupun domestik.

Dan itu sangat cool! Cek salah satu penampakannya:

read more »

Bookmark and Share
January 28th, 2012

Perpanjangan SIM di Malang

antri 40 nomer --"

Tapi jauh lebih cepat antri 40 nomer daripada antri di cek kesehatannya. Ups, lompat banget tau-tau udah ngomongin antri foto. Rewind bentar.

Tepat setelah liburan tahun baru, sementara kantor masih libur dan begitu pun bagian SIM Keliling kota Malang juga masi libur, terpaksa deh ngurus perpanjangan SIM di kantor barunya, jalan Dr. Wahidin.

Datang pukul 9, parkiran sudah penuh kendaraan. Shoot. Buru-buru fotokopi SIM dan KTP untuk kemudian antri di cek kesehatan. Antriannya panjang dan menumpuk, entah karena banyak yang apply atau karena memang tidak disediakan tempat menunggu yang memadai. Secara gedung yang dipakai pun bukan jadi bagian dari bagian pengurusan SIM. Hanya bangunan lawas yang nampaknya disewa, dengan 1 meja registrasi, 1 meja dokter, dan 1 meja asuransi, sementara ruangannya begitu luaaaas tapi para pemohon SIM nunggunya di teras dan halaman tidak beratap.  40 menit menunggu baru dipanggil.  Cek mata, cek tekanan darah, surat kesehatan diteken 20,000, asuransi dibayar 30,000.

Kemudian pindah ke loket pembelian formulir. Karena perpanjangan SIM A dan SIM C, 2×75,000 perlu dibayar. Isi form dan kemudian langsung pindah ke loket foto SIM. Hati mencelos ngeliat dapat nomor 128 dan di penunjuk antrian masih di angka 89. Nunggu lagi… Tapi rupanya ada beberapa meja di dalam sana, sehingga antrian tidak terlalu lama. Foto diambil. Pindah ke loket sebelah lagi untuk ambil SIM jadi. Eh, kamu boleh lhoo ngulang ambil fotonya. Secara itu digital gituh. Jaga-jaga fotomu ngga cantik/cakep di SIM.

But hell yeah, saya grogi banget difoto polwan cantik. Jadinya lagi-lagi saya harus mau bertahan dengan foto SIM itu 5 tahun ke depan :(

Any tips? Dateng pagi atau setengah siang. Pakai baju yang terang. Dan sebelum masuk antrian foto SIM, segarkan muka dulu ya.

 

 

 

Bookmark and Share
January 26th, 2012

Awas, Ada Ayam Lepaas!

Bertahun-tahun lewat di daerah Dinoyo, depan Unisma, saya selalu tertarik dengan plank Ayam Lepaas di sana. Tapi sejak bertahun itu pula saya ngga pernah mampir ke sana –”. Posisi restoran memang menentukan pelanggan. Lokasi di Dinoyo dan rumah di Sawojajar bikin agak males menuju ke sana. Nanggung jauhnya dan males macetnya.

Nah, belum ngomong ke yang punya pun ternyata dia bisa ngebaca pikiran saya. Belum lama ini Ayam Lepaas membuka cabang di jalan Soekarno-Hatta, samping Bebek Goreng H. Slamet. Lebih terjangkau dan mendekatkan ke konsumen dan ngga bikin males parkir. Kemarin sore saya dan si pacar niat mencobanya. Sebenernya lebih tertarik bebek sebelah sih, tapi ada tulisan ayam lepaas dan ayam lemaas itu mencuri perhatian deh.

Emangnya ayamnya diapain sebelum lepas? Dilemasin? read more »

Bookmark and Share
January 23rd, 2012

Ada Yang Tertinggal

dari acara oblongmerahmuda.

thanks mba Rika, mas Verry, mas Arief, mba Rara, dan teman-teman dari Jogja. kejutan dadakan yang aduuuhhh ngga diduga banget. maafkan kalau saya ada kesalahan yang tidak saya dan teman-teman sengaja.

agak tidak diduga, efek sakit hatinya luar biasa tertanam sampai hari ini ketika saya baca semua opininya. langkah adalah proses. proses memperbaiki diri atau akan merusak lebih dalam lagi. tulisan bagi sebagian orang adalah curahan hati, penilaian diri, atau apa pun tujuannya. melegakan dari salah satu sisi, tapi tidak semua bisa menanggapi dari sisi yang sama. langkah menulis juga proses mengobati diri. saya terutama. yang terlalu naif menjalani dunia menulis di ranah maya, menganggap semua sama, tak ada intrik di dalamnya. saya akan terus menulis. tak peduli kau bilang apa, tak peduli angin akan bertiup ke mana, saya akan tetap sama.

tahun yang baru, di umur yang bertambah satu. saya berharap bisa lebih bijak melangkah lagi. belajar dari semua pengalaman di tahun sebelumnya. di hari dan detik yang baru saya lalui sebelumnya.

selamat ulang tahun yang terlambat, nengbiker

 

 

 

Bookmark and Share