Buat Apa Lama-lama?

Kenal pacar di mana? Kamu pedekate berapa lama? Suda pacaran berapa lama?

Lama is the key. Buat apa sih pedekate lama-lama, pacaran lama-lama, mo kawin dilama-lamain? Buat apa? Di mana letak bahagianya proses itu?

Kalo sudah sama-sama ngasi sinyal suka, berbicara di level yang sama, tak pernah kehabisan bahan ngomong, merindukan saat-saat ngobrol, coba bawa sekedar obrolan itu ke tahap yang lebih intim. Ngobrol di mana? Facebook? Twitter? Kirim pesan, tukeran nomer hape yuk? Setelah ngobrol lewat hp, agendakan ketemu, atau kalau yang long distance, pindahlah lebih intim ke skype.

Dan, jika sudah lebih nyaman, coba ajak gebetanmu menjadi bagian dari keseharianmu. Bangunin aku besok pagi ya.. Ingatkan aku ada meeting besok.. deeste deeste. Jika dia menolak dengan nada datar, so dia tidak tertarik padamu. Jika dia meluangkan waktunya, so dia mau jadi bagian dari hidupmu.

It is simple. Simple to say. Simple to do. Tapi, perasaan tidak boleh dibohongi. Jangan karena merasa hutang budi telah ditemani, kamu harus menjawab di level yang sama. Jangan ragu untuk katakan tidak jika kamu tidak merasa nyaman di posisi itu.

Masih hakmu.

Bukan kewajiban.

 

disarikan dari 4 jam berbincang bareng @dennysantoso, fat loss consultant, technopreneurship, sixreps.com. follow him, dan siap tertampar ^^

 


 

Sharing after reading, yes?

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *